Laba Bersih Adhi Karya Terjun Bebas Hingga 96 Persen

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Rabu, 21 April 2021 | 12:52 WIB
Laba Bersih Adhi Karya Terjun Bebas Hingga 96 Persen
Ilustrasi uang, pembukuan. (Pixabay/stevepb)

Suara.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 23,7 miliar pada tahun 2020. Perolehan laba bersih tersebut anjlok 96 persen dibandingkan laba bersih tahun lalu.

"Ini memang fakta yang dihadapi, bagaimana kita lolos dari situasi 2020 pandemi, ketika ada pandemi, kami membuat skenario, kalau tiga bulan bagaimana impactnya, kalau 6 bulan sampai september bagaimana, kemudian 9 bulan impactnya apa. Saat itu kami menemukan kami akan merugi Rp 200 miliar jika kami tidak melakukan apa-apa," ujar Direktur Utama Adhi Karya, Entus Asnawi Mukhson dalam sebuah Webinar, Rabu (21/4/2021).

Entus mengungkapkan, dari sisi pendapatan sepanjang 2020 tercatat sebesar Rp 10,8 triliun. Angka itu juga turun 30 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

"Laba kotor Rp 1,7 triliun ini masih bisa kami pertahankan untuk menghasilkan laba dengan berbagai upaya termasuk sistem IT. Manfaat besar dari pandemi bagaimana kita mengoptimalkan IT membantu kita melakukan aktivitas. Manfaat besar kita memanfaatkan teknologi IT," ucap dia.

Entus mengungkapkan, ekuitas perseroan juga mengalami penurunan dari Rp 6,8 triliun menjadi Rp 5,6 triliun. Hal ini terjadi karena perseroan menerapkan PSAK 72.

Sedangkan, Arus Kas Operasi mengalamun positif sebesar Rp1,4 Triliun, meningkat sebesar Rp 0,9 Triliun dibandingkan tahun sebelumnya hanya Rp 0,5 Triliun. Hal ini dikarenakan, adanya pembayaran proyek besar seperti Jalan Tol Sigli - Banda Aceh dan LRT Jabodebek.

"Total Aset ADHI pada Desember 2020 sebesar Rp 38 Triliun, meningkat 4,3 persen dibandingkan bulan Desember 2019 yakni Rp 36,5 Triliun," kata Entus.

Di sisi lain, Adhi Karya terus mengebut pembangunan kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. Pengoperasian LRT, diperkirakan akan berlangsung pada pertengahan tahun 2022.

Entus menyebut, saat ini progres pembangunan LRT ini secara keseluruhan mencapai 83,5 persen.

baca juga

Menurutnya, pembangunan LRT ini memang terlambat dari perkiraan, karena adanya masalah pembebasan tanah untuk Depo kereta ini.

"Insha Allah secara fisik Agustus sampai September ini selesai. Dan Insha Allah pertengahan tahun depan di 2022, LRT ini sudah mulai beroperasi," ujar Entus.

Adapun, secara rinci progres lintas 1 rute Cawang-Cibubur telah mencapai 93,7 persen, kemudian, lintas 2 rute Cawang-Kuningan Dukuh Atas.

Lalu, lintas 3 rute Cawang-Bekasi Timur, dan Depo Bekasi Timur 100 persen pembebasan lahan.

Entus mengungkapkan, dengan terlambatnya pembangunan membuat nilai investasi kereta sepanjang 43,05 km itu bertambah. Awalnya nilai investasi sebesar Rp 22,8 triliun, tapi kini nilanya membengkak mencapai Rp 23,3 triliun.

Sementara, tambahnya, untuk pengoperasian sendiri perseroan memerlukan waktu yang panjang. Terutama untuk sistem persinyalan hingga sistem operasi yang memakan waktu 6-9 bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LRT Jabodetabek Diprediksi Beroperasi Pertengahan Tahun 2022

LRT Jabodetabek Diprediksi Beroperasi Pertengahan Tahun 2022

Jakarta | Rabu, 21 April 2021 | 12:26 WIB

Pemerintah Harus Kembangkan Sistem Peternakan yang Berkualitas

Pemerintah Harus Kembangkan Sistem Peternakan yang Berkualitas

Bisnis | Selasa, 20 April 2021 | 07:32 WIB

Kementerian Sebut Terduga Teroris yang Ditangkap di Makassar Pensiunan BUMN

Kementerian Sebut Terduga Teroris yang Ditangkap di Makassar Pensiunan BUMN

News | Senin, 19 April 2021 | 20:16 WIB

Terkini

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di Enam Provinsi, Termasuk Riau

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di Enam Provinsi, Termasuk Riau

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:49 WIB

Aaliyah Massaid Punya Kebiasaan Bersihkan Wajah Sebelum Bertemu Anak

Aaliyah Massaid Punya Kebiasaan Bersihkan Wajah Sebelum Bertemu Anak

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla, 800 Ribu Hektar Hutan Terbakar: Ke Mana Orangutan Pergi?

Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla, 800 Ribu Hektar Hutan Terbakar: Ke Mana Orangutan Pergi?

Kalbar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:24 WIB

63 Jenazah Korban Virgo Teridentifikasi, Jawa Timur Terbanyak dengan 28 Orang

63 Jenazah Korban Virgo Teridentifikasi, Jawa Timur Terbanyak dengan 28 Orang

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:13 WIB

Sensasi Berburu Jajanan Viral ala Chatuchak Bangkok Kini Bisa Dirasakan di Kelapa Gading

Sensasi Berburu Jajanan Viral ala Chatuchak Bangkok Kini Bisa Dirasakan di Kelapa Gading

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:07 WIB

Memilih Produk untuk Anak, Orang Tua Perlu Melihat Lebih dari Sekadar Label

Memilih Produk untuk Anak, Orang Tua Perlu Melihat Lebih dari Sekadar Label

Health | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Analis Politik Ungkap Peluang Besar Dedi Mulyadi Menuju Pilpres 2029

Analis Politik Ungkap Peluang Besar Dedi Mulyadi Menuju Pilpres 2029

Video | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Membangun Literasi Finansial Sejak Dini Melalui BRImo Junior

Membangun Literasi Finansial Sejak Dini Melalui BRImo Junior

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Kabut Asap Sumsel Tak Hanya Bikin Sesak, Akademisi Soroti 'Empathy Gap' Kepala Daerah

Kabut Asap Sumsel Tak Hanya Bikin Sesak, Akademisi Soroti 'Empathy Gap' Kepala Daerah

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:37 WIB

Pria di Jember Ngaku Bertemu Allah dan Nabi Muhammad, Polisi Dalami dan Koordinasi dengan MUI

Pria di Jember Ngaku Bertemu Allah dan Nabi Muhammad, Polisi Dalami dan Koordinasi dengan MUI

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:37 WIB

×