Agar Ketersediaan Pangan Terjaga, Wapres Ajak Masyarakat untuk Bertani

Fabiola Febrinastri

Selasa, 04 Mei 2021 | 09:17 WIB
Agar Ketersediaan Pangan Terjaga, Wapres Ajak Masyarakat untuk Bertani
Wakil Presiden Maruf Amin (Dok. KIP-Setwapres)

Suara.com - Ketersediaan pangan dapat terjaga dengan baik, apabila Indonesia mampu menghasilkan generasi sehat sebagai calon penerus bangsa. Untuk hal inilah, Wakil Presiden RI, Maruf Amin mengajak masyarakat Indonesia untuk menekuni dunia pertanian, khususnya budidaya dan bercocok tanam.

"Marilah keluarga Indonesia berkegiatan tani atau cocok tanam. Ajak anggota keluarga menanam sayur, kacang-kacangan, atau buah-buahan, demi ketahanan pangan di rumah," ajaknya, yang disampaikan dalam Seminar Ketahanan Pangan Nasional, di Hotel Gran Melia, Jakarta melalui virtual zoom, Senin (3/5/2021).

"Dengan terjaminnya ketersediaan pangan, anak-anak akan mendapat asupan gizi yang sehat, nutrisi yang baik dan tubuh yang sehat pula, sebagai calon penerus bangsa," katanya.

Wapres mengatakan, ketahanan pangan merupakan sebuah keharusan, seperti yang tertulis pada pasal 27 UUD 1945, dan dinilai sebagai hak asasi manusia.

"Hak untuk memperoleh pangan adalah hak asasi manusia, seperti tertulis di pasal 27 UUD 1945 dan deklarasi Roma," katanya.

Wapres menambahkan, ke depan, tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan semakin tinggi, mengingat dari tahun ke tahun, pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia semakin banyak. Hal ini berbanding terbalik dengan luas lahan pertanian yang semakin menipis.

"Pemerintah berhadapan dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk. Saat ini, populasi Indonesia mencapai 270,20 juta jiwa, dan pada 2045 diperkirakan menjadi 319 juta jiwa. Penduduk bertambah, tapi lahan berkurang. Alih fungsi lahan jadi isu serius yang berimbas pada kesejahteraan petani dan semua ekologi," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi menambahkan, perlahan tapi pasti, pertanian Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang makin baik. Ini terlihat dari jumlah produksi yang kian hari kian surplus.

"Saya mau bilang kalau pertanian Indonesia saat ini semakin baik, bahkan jumlah dalam setiap panen selalu surplus. Insyaallah kita bisa menjaga ketersediaan pangan," tutupnya.

baca juga

Sejalan dengan hal ini, jumlah petani di Indonesia, disebut Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, mengalami penambahan hingga 8 juta orang. Penambahan sebanyak ini dikatakan Syahrul, karena kondisi pandemi Covid-19.

Pandemi yang sudah berjalan lebih dari setahun ini disebut telah membuat banyak orang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Banyak dari mereka pulang kampung menjadi petani. Karena itu, pertanian merupakan salah satu sektor yang dapat berkontribusi positif saat pandemi. Kebutuhan pangan yang terus meningkat membuat sektor pertanian menyediakan lapangan pekerjaan yang sangat luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

800 H Sawah di Sulsel Kekeringan, Kementan Ajak Petani Manfaatkan Asuransi

800 H Sawah di Sulsel Kekeringan, Kementan Ajak Petani Manfaatkan Asuransi

Bisnis | Senin, 03 Mei 2021 | 09:34 WIB

IPB: Perkembangan Teknologi Pertanian Indonesia Saat Ini Jauh lebih Baik

IPB: Perkembangan Teknologi Pertanian Indonesia Saat Ini Jauh lebih Baik

Bisnis | Sabtu, 01 Mei 2021 | 20:24 WIB

Penuhi Janji Presiden, Mentan Serahkan Bantuan Alsintan di Indramayu

Penuhi Janji Presiden, Mentan Serahkan Bantuan Alsintan di Indramayu

Bisnis | Jum'at, 30 April 2021 | 20:15 WIB

Kementan Lakukan Antisipasi Perubahan Iklim, Terutama saat Kemarau

Kementan Lakukan Antisipasi Perubahan Iklim, Terutama saat Kemarau

Bisnis | Jum'at, 30 April 2021 | 19:12 WIB

Mentan Pastikan Layanan Karantina Lebih Cepat dan Akurat

Mentan Pastikan Layanan Karantina Lebih Cepat dan Akurat

News | Jum'at, 30 April 2021 | 18:14 WIB

Ke Karantina Tanjung Priok, Mentan: Karantina Jadi Kunci Pangan Masyarakat

Ke Karantina Tanjung Priok, Mentan: Karantina Jadi Kunci Pangan Masyarakat

Bisnis | Jum'at, 30 April 2021 | 14:43 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×