Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.831

Ternyata Buah Mangrove Bisa Jadi Peyek, Ini Sejumlah Karya Ibu-ibu Kebaya

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 28 Mei 2021 | 09:07 WIB
Ternyata Buah Mangrove Bisa Jadi Peyek, Ini Sejumlah Karya Ibu-ibu Kebaya
Berbagai produk olahan dari buah pohon mangrove. (Dok: Kemensos)

Suara.com - Ternyata, buah pohon mangrove bisa diolah menjadi berbagai macam makanan dan minuman, seperti peyek, makanan ringan, hingga dodol. Dalam bentuk minuman pun, buah dari pohon mangrove bisa diolah menjadi sirup, kopi, teh dan jus yang bisa lansung diminum.

Hal inilah yang dilakukan Karang Taruna Kecamatan Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. Para anggotanya menginisiasi ibu-ibu di kawasan tersebut untuk mengolah pohon mangrove sejak 2017.

Ketua Karang Taruna Muara Gembong, Rian Hafiz Fauzi mengatakan, ide pengolahan pohon mangrove berawal dari rasa keprihatinan para anggota erhadap perekonomian warga.

"Kalau misalkan mereka tidak ada penghasilan dari laut atau tambak, otomatis memanfaatkan apa yang bisa diolah, berawalnya dari situ," kata Rian

Ide pengolahan pohon mangrove dari Rian dan kawan-kawan membuahkan hasil. Produk hasil olahan pohon mangrove mendapatkan peringkat kedua sebagai makanan pengganti nasi dari pemerintah Kabupaten Bekasi.

Hal ini membuat Karang Taruna Muara Gembong semakin serius mendorong ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok yang diberi nama Kelompok Bahagia Berkarya (Kebaya) untuk menekuni produksi pengolahan pohon mangrove.

"Bikin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Bareng-bareng kita di marketing, kita pasarkan, kita kenalkan produk Muara Gembong dari ibu-ibu Kebaya ini. Alhamdulillah sudah ada di supermarket di sekitar Kabupaten Bekasi," sambungnya.

Namun demikian, biaya produksi yang cukup tinggi membuat harga produk olahan dari pohon mangrove ini sedikit lebih mahal saat dipasarkan.

"Kita jauh dari pusat kota. Kalau mendapatkan bahan-bahan dari alam itu gampang, tetapi yang sulit itu untuk kemasannya itu yang membuat harganya tinggi," ujar Rian.

baca juga

Rian berharap, biaya produksi yang tinggi bisa ditekan sehingga produk olahan pohon mangrove bisa bersaing dengan produk-produk lain di pasaran.

Secara terpisah, Alpiah (40), yang didapuk sebagai Ketua Kebaya menjelaskan, pengolahan berbagai produk makanan dan minuman dari pohon mangrove ini dilakukan untuk membantu perekonomian warga. Dalam proses produksi makanan dari pohon mangrove, anggota Kebaya yang berjumlah 15 orang dibagi menjadi tiga bagian.

"Terbagi 3 bagian petani, pencari buah, pengolah. Pencari buah ibu-ibu yang lanjut usia sebanyak 2 orang, petani mangrove ada 6 orang, dan pengolah hingga menjadi makanan ada 7 orang," kata Alpiah.

Ia menyebutkan, target utama dari pemasaran produk hasil olahan mangrove adalah para wisatawan yang berkunjung ke daerah Muara Gembong. Dia menyebutkan, omset yang diterima dari produk olahan mangrove di masa pandemi berkisar Rp3 sampai Rp5 juta per bulan.

"Kalau sebelum pandemi, omset kita bisa Rp7 sampai Rp10 juta per bulan," sambungnya.

Alpiah juga menjelaskan, respons para pembeli produk olahan pohon mangrove itu cukup baik. Namun harga yang tinggi menjadi kendala untuk bersaing di pasaran.

"Kita berharap ada pelatihan untuk marketing dari pihak-pihak terkait, sehingga produi kita bisa lebih dikenal oleh masyarakat," tutur Alpiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ke Balai Rehabilitasi Penyandang Disabilitas, Mensos: Tiap Orang Punya Kekurangan

Ke Balai Rehabilitasi Penyandang Disabilitas, Mensos: Tiap Orang Punya Kekurangan

News | Kamis, 27 Mei 2021 | 09:57 WIB

Cek Langsung Dampak Bencana Siklon Seroja Mensos Siap Fasilitasi Kebutuhan Pemkab TTU

Cek Langsung Dampak Bencana Siklon Seroja Mensos Siap Fasilitasi Kebutuhan Pemkab TTU

News | Rabu, 26 Mei 2021 | 09:58 WIB

Mensos Serahkan Bantuan kepada 2 Ahli Waris Korban Bencana di NTT

Mensos Serahkan Bantuan kepada 2 Ahli Waris Korban Bencana di NTT

News | Selasa, 25 Mei 2021 | 13:25 WIB

Hari Ini, Mensos ke NTT untuk Salurkan Bantuan dari Para Donatur

Hari Ini, Mensos ke NTT untuk Salurkan Bantuan dari Para Donatur

News | Selasa, 25 Mei 2021 | 09:40 WIB

Karang Taruna Muara Gembong Tanam Ribuan Mangrove di Ujung Sungai Citarum

Karang Taruna Muara Gembong Tanam Ribuan Mangrove di Ujung Sungai Citarum

News | Minggu, 23 Mei 2021 | 14:51 WIB

Kemensos Salurkan Bantuan 100 Paket Sembako ke Korban Banjir di Kota Bogor

Kemensos Salurkan Bantuan 100 Paket Sembako ke Korban Banjir di Kota Bogor

News | Minggu, 23 Mei 2021 | 13:53 WIB

Terkini

Sensasi Balap Honda Vario Evo 160 Warnai Kemeriahan AHDC Purwokerto

Sensasi Balap Honda Vario Evo 160 Warnai Kemeriahan AHDC Purwokerto

Otomotif | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:23 WIB

Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Gempa NTT

Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Gempa NTT

Sulsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:19 WIB

Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'

Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Sehari Usai Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan 3.500 Personel TNI-Polri

Sehari Usai Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan 3.500 Personel TNI-Polri

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Bukan Sekadar Hiasan, Momen Warga Garut Bentangkan Bendera Merah Putih 700 Meter

Bukan Sekadar Hiasan, Momen Warga Garut Bentangkan Bendera Merah Putih 700 Meter

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:00 WIB

HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol

HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol

Jakarta | Senin, 17 Agustus 2026 | 04:50 WIB

Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI

Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:52 WIB

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×