Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

The Fed Bersiap Longgarkan Stimulus, Harga Emas Dunia Merosot

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 16 Juni 2021 | 07:31 WIB
The Fed Bersiap Longgarkan Stimulus, Harga Emas Dunia Merosot
Ilustrasi emas.

Suara.com - Harga emas dunia melemah karena dolar AS menguat dan pasar terbebani kemungkinan Bank Sentral AS The Federal Reserve bakal melakukan pelonggaran stimulus.

Mengutip CNBC, Rabu (16/6/2021) harga emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi 1.855,99 dolar AS per ounce, sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup berkurang 0,5 persen menjadi 1.856,40 dolar AS per ounce.

"Ada kegelisahan yang berkembang tentang kenaikan inflasi dan perasaan di pasar logam mulia adalah bahwa bank sentral harus mulai merespons sedikit lebih agresif terhadap tekanan inflasi ini," kata analis ED&F Man Capital Markets, Edward Meir.

Meir mengatakan kendati emas bisa menghadapi kemunduran "berumur pendek" jika The Fed mulai melakukan tapering pada akhir 2021 atau bahkan mengisyaratkan itu, Rabu, emas kemungkinan akan dibeli "saat terjadi penurunan" di tengah kekhawatiran atas kenaikan inflasi.

The Fed berulang kali mengatakan lonjakan harga saat ini bersifat sementara, tetapi pertemuan dua hari yang berakhir pada Rabu dapat menampilkan diskusi awal di antara pembuat kebijakan tentang kapan dan seberapa cepat untuk mengurangi program pembelian obligasi besar-besaran guna mengatasi inflasi.

Sementara Indeks Dolar (Indeks DXY) menguat setelah mencapai level tertinggi satu bulan dan imbal hasil US Treasury 10-tahun naik, meningkatkan opportunity cost untuk memegang emas yang tidak memberikan bunga.

Di sisi fisik, konsultan Metals Focus mengatakan penurunan pembelian emas oleh ETF dapat membatasi permintaan logam kuning tahun ini.

Sementara itu, data menunjukkan penjualan ritel Amerika turun lebih dari ekspektasi pada Mei, sedangkan harga produsen naik lebih dari perkiraan. Data itu juga menunjukkan penurunan penerimaan di dealer mobil.

Di tempat lain, perak turun 0,8 persen menjadi 27,62 dolar AS per ounce, platinum merosot 1,4 persen menjadi 1.148,37 dolar AS per ounce dan paladium naik 0,2 persen menjadi 2.757,65 dolar AS per ounce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turun Rp 2.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 943.000 per Gram

Turun Rp 2.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 943.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 15 Juni 2021 | 10:14 WIB

The Fed Bakal Kurangi Kebijakan Moneter, Harga Emas Langsung Merosot

The Fed Bakal Kurangi Kebijakan Moneter, Harga Emas Langsung Merosot

Bisnis | Selasa, 15 Juni 2021 | 08:08 WIB

Turun Rp 3.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 945.000 per Gram

Turun Rp 3.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 945.000 per Gram

Bisnis | Senin, 14 Juni 2021 | 09:14 WIB

Terkini

IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini

IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:17 WIB

Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya

Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 06:40 WIB

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 06:05 WIB

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB