Bukalapak IPO, Ini Cara Pesannya

Iwan Supriyatna

Sabtu, 10 Juli 2021 | 08:37 WIB
Bukalapak IPO, Ini Cara Pesannya
PT Bukalapak.com Tbk berencana mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat Initial Public Offering (IPO).

Suara.com - Bukalapak akan listing tanggal 6 Agustus 2021 dengan melepas 25% atau 25,76 miliar lembar saham kepemilikannya di Bursa Efek Indonesia. Hasil dari penawaran umum ini akan digunakan 66% untuk modal kerja dan sisanya dialokasikan ke anak usahanya.

Harga yang ditawarkan adalah Rp 750/lembar sampai Rp 850/ lembar dengan target dana yang diraup maksimal Rp 21.9 triliun. Lalu bagaimana cara pesannya? Berikut tata caranya yang dibuat oleh Tim Emtrade.

  1. Masuk ke dalam situs https://about.bukalapak.com/id/investor-relations/
    Di link tersebut dapat memperoleh informasi emisi saham Bukalapak, harga saham, formulir pemesanan pembelian saham atau FPPS, prospektus awal dan prospektus.
  2. Investor wajib memiliki SID, SRE, RDN,
  3. Investor bisa menyampaikan minat pembelian ke Sekuritas tempat mendapatkan sub rekening efek melalui email.
  4. Cara ini untuk pemesanan saham dengan sistem penjatahan terpusat atau pooling. Penjatahan pooling atau penjatahan terpusat disediakan oleh Bukalapak minimal 2.5% atau Rp 75 miliar. Porsi penjatahan pooling ini akan dilakukan penyesuaian.
  5. Pemesanan dilakukan pada periode book building yaitu: 9-19 Juli 2021

Bukalapak merupakan e-commerce yang memiliki layanan e-warung, produk virtual, Saas, dan financial inclusion. Layanan tersebut mencakup FMCG, multipayment,pencatatan keuangan, top up, dan pengiriman uang.

Bukalapak fokus pada pengembangan mitra UMKM yang memiliki potensi tinggi terutama di luar tier-1. Dikutip dari PuBex Bukalapak, proyeksi pertumbuhan UMKM di masa depan yang baik. Kontribusi GMV UMKM tier 2 diproyeksikan sebesar 48% di tahun 2025.

Pendapatan Bukalapak dalam 3 tahun terakhir (2018-2020) bertumbuh signifikan dengan CAGR 115%. Akhir 2020 pendapatan Bukalapak sebesar Rp 1.4 triliun. Total processing Value (TPV) Bukalapak juga bertumbuh dengan pesat dengan CAGR 73.27% menjadi Rp 85.1 triliun.

EBITDA Bukalapak tahun 2020 dalam posisi rugi sebesar Rp 1.7 triliun, membaik dari 2019 sebesar Rp 2.7 triliun.

Kelihatannya, IPO bukalapak akan sukses dikarenakan Emiten E-commerce yang pertama IPO. Valuasi kelihatannya akan naik, dan over subscribe. Hal ini akan menyebabkan ARA pas listing date.

Rekomendasi bisa BUY tapi downside risk turun bisa cukup dalam. Kalau ada Koreksi dalam setelah IPO dan posisinya sebelum GoTo IPO kelihatannya IPO ini masih menarik.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukalapak Incar Dana Segar Rp 21,9 Triliun Lewat IPO di 6 Agustus

Bukalapak Incar Dana Segar Rp 21,9 Triliun Lewat IPO di 6 Agustus

Bisnis | Jum'at, 09 Juli 2021 | 13:44 WIB

Bukalapak Siap Blokir Penjual Obat Covid-19 Bandel

Bukalapak Siap Blokir Penjual Obat Covid-19 Bandel

Tekno | Selasa, 06 Juli 2021 | 11:30 WIB

Ditangkap! Komplotan Penipu yang Memanfaatkan Aplikasi BukaLapak

Ditangkap! Komplotan Penipu yang Memanfaatkan Aplikasi BukaLapak

Sulsel | Jum'at, 02 Juli 2021 | 21:07 WIB

Terkini

Viral Truk Kopdes Angkut Bibit Sawit Lewat Kabut Asap Kebakaran Hutan

Viral Truk Kopdes Angkut Bibit Sawit Lewat Kabut Asap Kebakaran Hutan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:43 WIB

JK Ungkap Sisi Gelap Demokrasi Liberal Indonesia: Banyak Pejabat Tidak Punya Kapasitas

JK Ungkap Sisi Gelap Demokrasi Liberal Indonesia: Banyak Pejabat Tidak Punya Kapasitas

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, Kabut Asap Makin Pekat

Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, Kabut Asap Makin Pekat

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Ramalan Shio Tikus Hari Ini: Hati-Hati Belanja Mewah, Peluang Cuan Justru Datang dari Mantan Rekan

Ramalan Shio Tikus Hari Ini: Hati-Hati Belanja Mewah, Peluang Cuan Justru Datang dari Mantan Rekan

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:34 WIB

Kalah dari Arsenal, Calvin Verdonk Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Tampil di Liga Champions

Kalah dari Arsenal, Calvin Verdonk Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Tampil di Liga Champions

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Misteri Bau Menyengat di Kontrakan Pagelaran Terkuak: Wanita Ditemukan Tak Bernyawa di Kasur

Misteri Bau Menyengat di Kontrakan Pagelaran Terkuak: Wanita Ditemukan Tak Bernyawa di Kasur

Lampung | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Rupiah Berbalik Melemah Paling Dalem di Asia, Dolar AS Naik Dekati Rp17.917

Rupiah Berbalik Melemah Paling Dalem di Asia, Dolar AS Naik Dekati Rp17.917

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Rekomendasi Mobil Murah untuk Pekerja Bergaji UMP Jakarta

Rekomendasi Mobil Murah untuk Pekerja Bergaji UMP Jakarta

Otomotif | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan

Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Persib Dapat Keuntungan di ACL 2, The Cong Viettel Diterpa Krisis Pemain

Persib Dapat Keuntungan di ACL 2, The Cong Viettel Diterpa Krisis Pemain

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:21 WIB

×