Lewat UDG Nasional ke XIV, Umat Hindu Siap Hadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0

Iwan Supriyatna

Rabu, 14 Juli 2021 | 07:03 WIB
Lewat UDG Nasional ke XIV, Umat Hindu Siap Hadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Tri Handoko Seto.

Suara.com - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI tahun ini kembali menggelar ajang Utsawa Dharmagita (UDG) Nasional yang ke XIV. Ajang perlombaan tiga tahun ini seharusnya dilaksanakan tahun 2020 tetapi karena merebaknya virus Covid 19 menyebabkan pelaksanaannya diundur dan baru dilaksanakan pada tahun 2021.

Acara Kick Off yang dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting ini menjadi penanda berangkatnya 10 tim petugas perekaman dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI ke masing-masing Provinsi Peserta Utsawa Dharmagita Tingkat Nasional XIV Secara Semi Virtual Tahun 2021.

“Dengan Mengucapkan Om Awignam Astu Namo Siddam, pelaksanaan perekaman Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional Ke 14 Tahun 2021 sebagai tanda dimulainya perekaman Utsawa Dharma Gita di seluruh daerah Indonesia pada hari ini Selasa 29 Juni 2021, saya nyatakan secara resmi dibuka,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Tri Handoko Seto mengakhiri sambutannya dalam acara Kick Off Utsawa Dharmagita Tingkat Nasional XIV Secara Semi Virtual Tahun 2021 ditulis Rabu (14/7/2021).

Karena alasan yang sama, pelaksanaan UDG Nasional tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yakni berlangsung secara semi virtual.

Peserta lomba tidak berkumpul di satu tempat melainkan melaksanakan lomba dari daerah masing-masing dan penjurian ditentukan melalui video rekaman para peserta.

UDG Nasional tahun 2020 semestinya dilakukan secara terpusat di Provinsi Maluku tetapi karena perubahan teknis pelaksanaan seluruh kegiatan ofline akan dilaksanakan di daerah masing-masing dan penjurian akan dilaksanakan di Jakarta.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Tri Handoko Seto, menyatakan Pandemi Covid-19 tidak boleh menghentikan langkah dalam menyemangati umat khususnya anak-anak untuk menunjukkan kepiawaiannya dalam berdharmagita setelah bertahun-tahun melakukan pembelajaran dharmagita.
Menurut Tri Handoko Seto, UDG Nasional dengan semi-virtual tidak akan mengurangi esensi dari tujuan diadakannya dharmagita. UDG Nasional adalah ajang untuk menilai seluruh proses pembinaan Dharmagita yang dilakukan Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG).

UDG Nasional juga menjadi wahana untuk saling melihat perkembangan dan kemampuan dharmagita masing-masing daerah. Bahkan UDG semi-virtual ini tetap bisa menjadi ajang simakrama secara virtual.

“UDG Nasional semi-virtual bahkan menunjukkan bahwa umat Hindu di seluruh nusantara sangat melek IT dan siap menghadapi tantangan revolusi industry 4.0,” Kata Tri Handoko Seto yang juga alumnus Meteorology Department of Kyoto University, Kyoto, Jepang.

baca juga

Walaupun berlangsung secara semi virtual, ketua panitia UDG menjamin peserta akan mendapatkan adrenalin perlombaan yang sama seperti perlombaan yang dipusatkan di satu tempat.
“Pengambilan video rekaman peserta di daerahnya masing-masing diupayakan sama percis seperti perlombaan yang dilangsungkan disatu tempat yang sama. Peserta hanya dapat melakukan rekaman sekali dan tidak dapat diulang. Selain itu akan ada petugas dari direktorat yang akan bertugas melakukan pemantauan langsung ke masing-masing daerah. Petugas pemantau dipilih melalui seleksi ketat sehingga kredibilitasnya terjamin. Selain paham teknis perekaman video juga paham teknis perlombaan,” kata Desak Putu Sri Astiti, Ketua Panitia Utsawa Dharma Gita Nasional, sekaligus Plt Direktur Urusan Agama Hindu.

Puncak acara Utsawa Dharmagita Nasional tahun 2021 akan berlangsung pada bulan Agustus 2021. Perekaman video peserta masing-masing daerah akan mulai dilakukan mulai akhir Juni 2021 dengan provinsi pertama yang akan melakukan perekaman video peserta lomba adalah Provinsi Sulawesi Utara dan Jawa Tengah pada tanggal 30 Juni 2021 dilanjutkan Provinsi Papua dan Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 1 Juli 2021.

Sedangkan Provinsi terakhir yang akan melakukan perekaman video peserta adalah Provinsi Banten dan Kalimantan Barat. Total ada 31 Provinsi yang ikut berpartisipasi dalam ajang perlombaan 3 tahunan ini dengan Provinsi Aceh, Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah tidak ikut berpartisipasi.

Total ada 959 Peserta yang akan ikut berpatisipasi dan bersaing dalam 7 jenis lomba yaitu lomba membaca sloka, lomba menghafal sloka, lomba lomba membaca palawakya, lomba membaca kekawin, Lomba Dharmawacana berbahasa Inggris, lomba Dharmawacana bahasa Indonesia dan lomba nyanyian keagamaan Hindu. Masing-masing jenis lomba akan terbagi dalam beberapa kategori dengan jumlah total menjadi 25 kategori lomba.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Simak 5 Kompetensi yang Harus Kamu Miliki untuk Pendidikan 4.0!

Simak 5 Kompetensi yang Harus Kamu Miliki untuk Pendidikan 4.0!

Your Say | Rabu, 07 Juli 2021 | 14:12 WIB

Upacara Yadnya Kasada di Kawah Gunung Bromo

Upacara Yadnya Kasada di Kawah Gunung Bromo

Foto | Minggu, 27 Juni 2021 | 05:20 WIB

Mengenal Ritual Kematian Entas-entas dari Suku Tengger Jawa Timur

Mengenal Ritual Kematian Entas-entas dari Suku Tengger Jawa Timur

Jatim | Jum'at, 25 Juni 2021 | 11:13 WIB

Terkini

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

×