PPKM Level 4 Akan Berdampak ke Mobilitas dan Konsumsi Masyarakat

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 22 Juli 2021 | 07:43 WIB
PPKM Level 4 Akan Berdampak ke Mobilitas dan Konsumsi Masyarakat
Warga berjalan di depan pertokoan yang tutup di kawasan Melawai, Jakarta, Rabu (21/7/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, akan ada dampak ekonomi yang ditimbulkan dengan penerapan PPKM Level 4 yang menggantikan istilah PPKM Darurat.

Salah satunya kata dia adalah soal mobilitas masyarakat yang akan mempengaruhi tingkat konsumsi.

"Dengan adanya PPKM level 4 akan mengurangi mobilitas tentu akan mempengaruhi kegiatan aktivitas masyarakat terutama konsumsi," kata Sri Mulyani dalam konfrensi pers PPKM secara virtual, Rabu malam (21/7/2021).

Secara keseluruhan kata dia tingkat konsumsi di bulan Juli ini mengalami tekanan yang cukup hebat, mengingat sejak tanggal 3 Juli 2021 sampai 20 Juli 2021 pemerintah menerapkan PPKM Darurat ditambah lagi dengan perpanjangan PPKM Level 4 sampai tanggal 25 Juli 2021.

"Kita melihat konsumsi ini kemungkinan memang mengalami tekanan di kuartal-III terutama di bulan Juli," katanya.

Dirinya pun berharap bahwa kasus penularan virus corona di tanah air segera berakhir dengan pemberlakuan PPKM Level 4 ini, sehingga diharapkan tingkat konsumsi bisa membaik di bulan Agustus dan September nanti.

"Dengan tren penurunan dari kasus dan kemudian bisa lebih dilakukan pengendalian di bulan Agustus dan September sehingga dampaknya pada kuartal III masih bisa minimal," katanya.

Saat ini kata dia tren penularan virus corona telah menunjukan angka penurunan yang cukup baik, dimana pada 1 minggu lalu angka penularan berada di posisi 50 ribuan kasus per hari, saat ini hanya 30 ribuan kasus perhari.

"Kita berharap pada minggu kedua di bulan Juli kita semuanya secara bersama-sama seluruh komponen masyarakat membantu dalam menurunkan Covid-19 dengan melakukan disiplin kesehatan, tadi percepatan vaksin dengan kenaikan jumlah vaksinasi. Diharapkan pada bulan Agustus keseimbangan baru di mana aktivitas ekonomi bisa jalan tanpa ada menimbulkan risiko penyebaran Covid-19" harapnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bupati Cantik Senang PPKM Darurat Diperpanjang, Bakul Angkringan Ini Langsung Galau

Bupati Cantik Senang PPKM Darurat Diperpanjang, Bakul Angkringan Ini Langsung Galau

Surakarta | Kamis, 22 Juli 2021 | 07:39 WIB

PPKM Darurat Diganti PPKM Level 3, Ini Bedanya

PPKM Darurat Diganti PPKM Level 3, Ini Bedanya

Bali | Kamis, 22 Juli 2021 | 07:20 WIB

Daftar Bisnis Kecil yang Boleh Buka saat Relaksasi PPKM Darurat

Daftar Bisnis Kecil yang Boleh Buka saat Relaksasi PPKM Darurat

News | Kamis, 22 Juli 2021 | 07:18 WIB

Terkini

Lonjakan Biomassa Jepang Bikin Indonesia Alami Deforestasi Lebih Parah, Mengapa?

Lonjakan Biomassa Jepang Bikin Indonesia Alami Deforestasi Lebih Parah, Mengapa?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:35 WIB

PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026

PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 17:31 WIB

Dari Indonesia ke Dunia: Bayan Resources & Kemitraan Strategis Prabowo-Trump Sektor Mineral Kritis

Dari Indonesia ke Dunia: Bayan Resources & Kemitraan Strategis Prabowo-Trump Sektor Mineral Kritis

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 17:30 WIB

Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah

Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:25 WIB

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:24 WIB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:17 WIB

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Video | Rabu, 16 September 2026 | 17:10 WIB

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 17:09 WIB

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

×