Pergerakan Harga Emas Dunia Tertahan Penguatan Dolar AS

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 23 Agustus 2021 | 07:15 WIB
Pergerakan Harga Emas Dunia Tertahan Penguatan Dolar AS
Ilustrasi harga emas dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas dunia stagnan pada perdagangan akhir pekan lalu, setelah gerak naiknya dibatasi oleh dolar AS yang lebih kuat.

Sementara meningkatnya kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global karena lonjakan infeksi COVID-19 menopang logam safe-haven tersebut.

Mengutip CNBC, Senin (23/8/2021) harga emas di pasar spot naik 0,1 persen ke harga 1.782,45 dolar AS per ounce. Emas berjangka AS ditutup naik 0,1 persen ke posisi harga 1.784 dolar AS per ounce.

"Kami memiliki dua sisi pasar saat ini. Dolar relatif kuat akhir-akhir ini sebagai akibat dari ekspektasi bahwa The Fed akan bergerak menuju tapering, berdasarkan komentar baru-baru ini," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

"Di sisi lain, kami masih percaya ada dukungan yang mendasari di pasar emas saat ini. Kami mulai melihat beberapa hambatan dari varian delta virus corona pada pemulihan ekonomi global," ucapnya.

Kekhawatiran atas pemulihan ekonomi yang melambat dan kemungkinan pengurangan stimulus dari Federal Reserve AS mengurangi selera untuk aset-aset berisiko.

Tetapi dolar juga diuntungkan dari minat terhadap safe-haven, mendorong mata uang ke level tertinggi dalam 9,5 bulan terakhir, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Dengan latar belakang sinyal penurunan stimulus baru-baru ini dari bank sentral AS, sorotan beralih ke pertemuan tahunan Fed minggu depan di Jackson Hole, Wyoming, yang dapat menjelaskan lebih lanjut tentang strategi dan jadwal kebijakan moneter.

"Begitu The Fed mengumumkan bahwa mereka akan mulai mengurangi pembelian obligasi, hambatan penting untuk harga emas akan hilang," kata tim analis Commerzbank dalam sebuah catatan.

baca juga

Sementara itu harga logam perak turun 0,8 persen menjadi 23,05 dolar AS per ounce, ke penurunan mingguan ketiga berturut-turut. Palladium turun 1,6 persen menjadi 2.276,17 dolar AS dan berada di jalur untuk minggu terburuk sejak Maret 2020.

Platinum melonjak 2,1 persen menjadi 994,18 dolar AS tetapi turun 3 persen untuk minggu ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 946.000 per Gram Jelang Akhir Pekan

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 946.000 per Gram Jelang Akhir Pekan

Bisnis | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 13:30 WIB

Tapering di Depan Mata, Harga Emas Dunia Terus Merosot

Tapering di Depan Mata, Harga Emas Dunia Terus Merosot

Bisnis | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 08:18 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 947.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 947.000 per Gram

Bisnis | Kamis, 19 Agustus 2021 | 10:08 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×