Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Laporan Terbaru IPCC Memicu Debat Sengit Perubahan Iklim di PBB

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 26 Agustus 2021 | 11:37 WIB
Laporan Terbaru IPCC Memicu Debat Sengit Perubahan Iklim di PBB
Ilustrasi perubahan iklim. [Shutterstock]

Suara.com - Laporan penilaian tahunan oleh Panel Antar pemerintah mengenai Perubahan Iklim (IPCC), yang dirilis beberapa pekan lalu, menyebabkan perdebatan terhadap perubahan iklim semakin sengit.

Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa percaya bahwa, jika tidak ada pengurangan skala besar dan segera terhadap emisi gas rumah kaca, pembatasan pemanasan global di tingkat mendekati 1,5°C atau bahkan 2°C tidak mungkin diwujudkan.

Banyak perubahan iklim yang diamati belum pernah terjadi sebelumnya setidaknya dalam ribuan tahun, dan beberapa di antaranya dianggap tidak dapat diubah dalam jangka menengah sekalipun.

“Perubahan iklim telah mempengaruhi setiap wilayah di permukaan Bumi dengan berbagai cara. Perubahan yang kita semua alami akan terus meningkat dengan pemanasan yang bertambah,” ungkap Panmao Zhai, Ketua Kelompok Kerja IPCC ditulis Kamis (26/8/2021).

Gelombang panas yang meningkat, musim panas yang lebih panjang, dan musim dingin yang lebih pendek diperkirakan akan terjadi. Curah hujan yang tinggi akan menyebabkan banjir, sedangkan daerah lain akan mengalami kekeringan yang parah.

Permukaan laut akan terus meningkat, dan ekosistem laut akan terancam oleh adanya kombinasi antara lautan yang memanas, pengasaman, dan penurunan kadar oksigen, merupakan beberapa poin peringatan dari laporan tersebut.

“Hal tersebut kemungkinan besar akan mengarah pada intensifikasi bencana di tahun ini secara dramatis yang diduga terkait dengan perubahan iklim. Termasuk juga banjir di Jerman dan Belgia yang menewaskan 209 orang, banjir yang menewaskan 33 orang di China, kekeringan terparah kedua dalam sejarah California, dan gelombang panas yang menewaskan 815 orang di Kanada,” ungkap Annabela, Project Manager 21 Hari Vegan dari Sinergia Animal.

Sinergia Animal, sebuah LSM internasional yang bekerja untuk mempromosikan pilihan makanan yang lebih ramah lingkungan untuk membantu memerangi perubahan iklim di Amerika Latin dan Asia Tenggara.

IPCC menyarankan bahwa langkah-langkah kuat untuk mengurangi perubahan iklim harus diambil untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Jika pemanasan global mencapai 2°C, akan berdampak pada pertanian dan kesehatan.

Para peneliti memperkirakan bahwa produksi makanan bertanggung jawab atas lebih dari seperempat emisi gas rumah kaca dunia, dengan peternakan dan perikanan bertanggung jawab atas 31% dari total ini.

“Untuk mempersempit jejak karbon ini, tindakan drastis harus diambil, termasuk dalam tingkat individu. Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampaknya adalah dengan mengurangi atau menghilangkan konsumsi produk hewani, yang sejauh ini merupakan bahan pokok paling berpolusi yang kita konsumsi,” tambah Annabela.

Penurunan produksi dan konsumsi produk hewani sangat penting untuk pengurangan emisi gas metana. Gas tersebut merupakan salah satu perhatian utama dalam analisis laporan IPCC, akibat pesatnya peningkatan kadar emisi yang sebagian besar didorong oleh bahan bakar fosil dan sektor industri peternakan.

Selain itu, metana dalam jangka panjang memiliki dampak 25 kali lipat , daripada CO2 di atmosfer.

Dalam sektor peternakan, CO2 sebagian besar dikeluarkan karena adanya perubahan penggunaan lahan – misalnya, penggundulan hutan untuk area penggembalaan atau pertanian kedelai untuk pakan ternak – sementara metana sebagian besar dikeluarkan dari pencernaan hewan-hewan yang diternakkan.

Setiap kilogram daging sapi yang dihasilkan menghasilkan 60kg emisi gas rumah kaca (GRK); untuk membuat 1 kg keju, 21 kg GRK dilepaskan. Angka tersebut, 20 dan 7 kali lebih banyak daripada memproduksi tahu—sumber protein, dalam jumlah yang sama masing-masingnya. Sementara produksi 1 kg susu mewakili 2,8 kg emisi GRK, dimana produksi susu kedelai hanya mengeluarkan 1 kg.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hujan Ekstrem di Eropa Makan Korban, Kemungkinan karena Pemanasan Global

Hujan Ekstrem di Eropa Makan Korban, Kemungkinan karena Pemanasan Global

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 21:10 WIB

Orang Terkaya Dunia Sebut Manusia Akan Hadapi Kasus Kematian Tinggi Pada Tahun 2060

Orang Terkaya Dunia Sebut Manusia Akan Hadapi Kasus Kematian Tinggi Pada Tahun 2060

Batam | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 16:43 WIB

Masyarakat Harus Berkontribusi Atasi Krisis Iklim Agar Tak Ikut Punah

Masyarakat Harus Berkontribusi Atasi Krisis Iklim Agar Tak Ikut Punah

Tekno | Selasa, 17 Agustus 2021 | 23:26 WIB

Terkini

Dompet Siaga! Harga Tiket Pesawat Domestik Terancam Naik hingga 50%

Dompet Siaga! Harga Tiket Pesawat Domestik Terancam Naik hingga 50%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:15 WIB

Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa

Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:41 WIB

Menteri UMKM Ancam Tindak Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Seller

Menteri UMKM Ancam Tindak Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Seller

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:41 WIB

Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik

Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:36 WIB

Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon

Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:29 WIB

Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun

Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:27 WIB

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:12 WIB

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:33 WIB

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:15 WIB