Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Duet Milenial di Balik Penguasa Pasar GPS Tracker

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Selasa, 28 September 2021 | 06:37 WIB
Duet Milenial di Balik Penguasa Pasar GPS Tracker
Alamsyah Cheung dan Darren Suciono. (Dok: Fox Logger)

Suara.com - Bicara keberadaan GPS tracker di Indonesia, tak akan bisa dilepaskan dari GPS Fox Logger. Peranti GPS berbasis IoT (internet of things) ini mencatatkan peningkatan penjualan di masa pandemi ini. Pada semester I/2021, product sold (unit terjual) GPS Fox Logger melonjak 79,4% (mendekati 50 ribu unit), dibandingkan Januari-Juni 2020 (25.530 unit).

Berkembang Fox Logger tak bisa dilepaskan dari dua sosok pendirinya, Alamsyah Cheung dan Darren Suciono.

Sebelum menjadi entrepreneur, Alamsyah adalah seorang salesman keliling sebuah produk GPS untuk kendaraan roda empat. Sambil kuliah di London School of Public Relations (LSPR) Jakarta, Alamsyah menjajakan produk GPS di pasar-pasar otomotif, terutama di seputaran pasar mobil Kemayoran dan ITC Fatmawati, Jakarta.

“Saya tinggal pasarkan barang punya bos, nanti dapat cuan dari selisih harga jual,” katanya ditulis Selasa (28/9/2021).

Setelah beberapa tahun menjadi salesman, Alamsyah akhirnya terdorong untuk memberanikan diri menjadi entrepreneur. Dia ingin membiayai sendiri bisnisnya.

Apalagi dia mencium peluang besar untuk memasarkan produk miliknya sendiri, alih-alih memasarkan produk milik orang lain. Saat itu dia melihat kian besarnya populasi kendaraan bermotor di Indonesia ternyata belum berjalan seiring dengan aspek keamanannya, terutama dalam menghindari aksi pencurian.

Meyakini besarnya potensi bisnis, akhirnya Alamsyah menggandeng Darren seorang alumnus President University yang ahli online marketing untuk bersama-sama meluncurkan produk GPS tracker  kendaraan dengan menawarkan banyak manfaat tidak hanya aspek keamanan tapi juga efisiensi dan produktivitas.

“Sebab, data real time yang disajikan GPS tracker akan memberikan informasi posisi kendaraan secara presisi, yang tentunya bisa membantu melacak kendaraan seandainya terjadi pencurian. Selain itu, GPS tracker juga membantu produktivitas serta efisiensi kendaraan karena lewat tracking yang terpampang jelas, rute kendaraan bisa diatur,” ujar Alamsyah, CEO Fox Logger Indonesia.

Tahun 2015, mereka mengibarkan Fox Logger Indonesia, sementara produknya diberi merek Fox Logger GPS Technology. Sejak awal diluncurkan, produk GPS tracker milik kedua anak muda ini bisa dikatakan menjadi produk anak bangsa.

baca juga

Bersama dengan Darren beserta para teknisi lokal, Alamsyah menghadirkan produk yang software-nya digarap sendiri, tidak membeli atau menyewa dari provider luar negeri.

“Ini murni produk anak bangsa,” ujar Darren.

Menyadari kepercayaan pelanggan sangat penting, sejak awal Alamsyah dan Darren membangun sistem 24 jam untuk berkomunikasi dan merespons keluhan pelanggan. Mereka menyiapkan tenaga customer service  yang andal untuk menanggapi setiap keluhan atau pertanyaan yang masuk.

“Kami percaya, bisnis itu seringkali tumbuh dari word of mouth yang baik. Kalau pelanggan puas, mereka akan merekomendasikannya ke pihak lain,” papar Alamsyah.

Meski awalnya tertatih-tatih, Fox Logger GPS Technology akhirnya berhasil meraih banyak kepercayaan, dan faktanya, tak sedikit yang datang menjadi klien lantaran rekomendasi pihak pengguna sebelumnya.

“Kebahagiaan kami itu bertambah kalau yang datang bilang bahwa mereka dapat rekomendasi dari pihak lain,” ujar Darren.

Kebanyakan yang menjadi klien adalah perusahaan, juga pemerintah daerah. Fox Logger GPS Technology terutama digunakan oleh perusahaan transportasi dan logistik demi melacak serta mengatur rute kendaraan mereka.

Adapun kalangan pemerintah daerah memanfaatkan tracker ini untuk membantu terciptanya smart city dan armada pelayanan sosial yang mumpuni. Salah satunya adalah Pemprov DKI yang memanfaatkan Fox Logger GPS Technology untuk truk sampah dan bus sekolah.

Alamsyah dan Darren juga makin dipercayai para leasing company yang membutuhkan alat untuk perlindungan keamanan atau melacak keberadaan kendaraan jika terjadi pencurian.

“Kami bangga produk anak bangsa ini menjadi kepercayaan perusahaan dan pemerintahan,” Alamsyah berujar.

Lewat beberapa tahun berjalan, dengan basis teknologi IoT, duet Alamsyah dan Darren tidak berhenti pada GPS tracker. Sebagai startup, Fox Logger Indonesia mereka upayakan menjadi perusahaan yang lincah berinovasi.

Di antaranya mereka memasarkan GPS tracker untuk jemaah umroh/haji, narapidana, termasuk juga untuk penderita Covid-19 yang tengah melakukan isolasi mandiri.

Ini bisa dilakukan karena kemampuan tracking secara real time memang memungkinkan memberikan informasi tentang posisi yang tepat, bukan saja kendaraan tapi juga manusia sehingga bisa diketahui keberadaannya secara tepat.

Sebagai anak-anak muda yang telah berhasil mengibarkan bisnis dari titik nol, baik Alamsyah maupun Darren punya lima tips utama buat anak-anak muda lain yang ingin menjadi entrepreneur.

Pertama, fokus pada bisnis yang digeluti dengan target pasar yang jelas. Kedua, memiliki team work yang kuat. Ketiga, jangan mudah puas. Keempat, rajin meluaskan jejaring. Kelima, jangan menampik rezeki hanya karena menganggap kecil.

“Kami sering kali mendapat keuntungan besar yang bermula dari pintu masuk keuntungan yang kecil, alias rekomendasi,” ujar Alamsyah.

Kini, setelah 6 tahun berjalan, baik Alamsyah dan Darren tak mau cerita Fox Logger berjalan stagnan. Mereka mengaku memiliki cita-cita besar. Dalam kurun 3-4 tahun ke depan, katanya, mereka ingin Fox Logger Indonesia bisa menjadi pemain terbesar di Asia Tenggara dan IPO di Bursa Efek Indonesia dengan valuasi Rp 1 triliun.

Mereka ingin mengikuti jejak sejumlah perusahaan teknologi nasional seperti Bukalapak, Zyrex, Anabatic, Telefast Indonesia, dan perusahaan aggregator voucher diskon, PT Trimegah Karya Pratama Tbk, yang lebih dikenal dengan Ultra Voucher, yang belum lama IPO.

“Kami mengarah ke sana. Semoga. Doakan saja,” kata Darren.

Untuk menuju ke arah itu, keduanya kini terus berbenah dan meningkatkan skil SDM, juga memantapkan infrastruktur perusahaan. Salah satunya yang tengah disiapkan adalah membangun Fox Logger Tower di bilangan Cideng, Jakarta. Kelak, dari sinilah mereka akan mengoperasionalkan perusahaan, mulai dari memasarkan sampai memonitor segala hal yang terkait produk dan pelanggan.

Melihat ke belakang di tahun 2015, mereka mengaku tak menyangka Fox Logger bisa secepat ini.

“Ini juga membuat kami harus makin waspada karena persaingan akan semakin keras,” pungkas Alamsyah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fox Logger Catatkan Kenaikan Penjualan di Sepanjang Semester I 2021

Fox Logger Catatkan Kenaikan Penjualan di Sepanjang Semester I 2021

Bisnis | Selasa, 31 Agustus 2021 | 07:08 WIB

Keberadaan Industri Logistik Semakin Vital di Era Pandemi

Keberadaan Industri Logistik Semakin Vital di Era Pandemi

Bisnis | Jum'at, 25 Juni 2021 | 17:34 WIB

Fox Logger Terus Eratkan Kemitraan dengan Telkomsel

Fox Logger Terus Eratkan Kemitraan dengan Telkomsel

Bisnis | Kamis, 29 April 2021 | 05:32 WIB

Terkini

4 Body Serum Efek Tone Up Bikin Kulit Lebih Cerah, Harga Murah Rp30 Ribuan

4 Body Serum Efek Tone Up Bikin Kulit Lebih Cerah, Harga Murah Rp30 Ribuan

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu

Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Tertipu Gaya Film Perang Serius, Tropic Thunder Ternyata Satir Komedi Paling Pecah

Tertipu Gaya Film Perang Serius, Tropic Thunder Ternyata Satir Komedi Paling Pecah

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:59 WIB

Bongkar 30 Pelanggaran Hukum! Tim Hukum Febrie Optimis Menang Praperadilan

Bongkar 30 Pelanggaran Hukum! Tim Hukum Febrie Optimis Menang Praperadilan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:57 WIB

Airlangga Sebut Deal Tarif RI-AS Belum Diratifikasi: Ada Masalah, Soal Kerja Paksa Sudah Beres

Airlangga Sebut Deal Tarif RI-AS Belum Diratifikasi: Ada Masalah, Soal Kerja Paksa Sudah Beres

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:57 WIB

Orang Asing Jadi Bos, Deretan Jajaran Komisaris dan Direksi DSI

Orang Asing Jadi Bos, Deretan Jajaran Komisaris dan Direksi DSI

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:55 WIB

6 Warna Dompet Pembawa Hoki dan Rezeki Melimpah menurut Feng Shui

6 Warna Dompet Pembawa Hoki dan Rezeki Melimpah menurut Feng Shui

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Geger Korupsi di Unsoed, Mahasiswa Tuntut Hapus Praktik 'Titipan' di Jalur Mandiri

Geger Korupsi di Unsoed, Mahasiswa Tuntut Hapus Praktik 'Titipan' di Jalur Mandiri

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:53 WIB

Malaysia: Indonesia Buka Wilayah Udara ke Pesawat Malaysia untuk Operasi Hujan Buatan

Malaysia: Indonesia Buka Wilayah Udara ke Pesawat Malaysia untuk Operasi Hujan Buatan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:51 WIB

Puncak Arus Balik Maulid Nabi, Jakarta Bakal Diserbu 35 Ribu Penumpang Kereta

Puncak Arus Balik Maulid Nabi, Jakarta Bakal Diserbu 35 Ribu Penumpang Kereta

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:48 WIB

×