Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.828.000
Beli Rp2.700.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Teknologi Rumah Susun Modular dengan Struktur Beton Bertulang Pracetak Sistem CL-Con

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:00 WIB
Teknologi Rumah Susun Modular dengan Struktur Beton Bertulang Pracetak Sistem CL-Con
Rusun asrama mahasiswa ITB di Jatinangor, Kabupaten Sumedang. (Dok: Kementerian PUPR)

Suara.com - Rumah susun (rusun) sebagai penghunian ke arah vertikal dianggap sebagai solusi dari tingginya permintaan akan perumahan di perkotaan, mengingat mahalnya harga tanah dan terbatasnya ketersedian lahan. Sistem struktur beton bertulang pracetak selama ini diharapkan dapat mengejar backlog perumahan karena dianggap dapat dikerjakan dengan cepat, namun terdapat kendala dalam mewujudkannya diantaranya karena tingginya investasi cetakan dan kesulitan pelaksanaan sambungan, sehingga diperlukan pengembangan teknologi konstruksi untuk menjawab permasalahan tersebut tanpa mengesampingkan persyaratan teknis.

Teknologi Rusun Modular memungkinkan dimensi komponen struktur kompatibel untuk berbagai pola denah bangunan sehingga meminimalisasi variasi cetakan. Sistem CL-Con merupakan sistem sambungan pracetak yang sederhana sehingga mudah dilaksanakan dengan menggunakan material yang umum di pasaran. Sistem pracetak ini memenuhi syarat Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) yang dapat diterapkan di berbagai wilayah dengan tingkat kegempaan tinggi di Indonesia.

Sistem sambungan kolom-balok, dan pelat lantai. (Dok: Kementerian PUPR)
Sistem sambungan kolom-balok, dan pelat lantai. (Dok: Kementerian PUPR)

Sistem CL-Con dikembangkan tahun 2016 oleh Tim Peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman, melalui serangkaian pengujian laboratorium. Perancangan rusun modular dilakukan tahun 2017 untuk mendapatkan desain yang optimal dalam penerapan sistem pracetak namun tetap mengakomodasi desain prototipe dari Direktorat Rumah Susun. Selanjutnya tahun 2018 dilaksanakan aplikasi Teknologi Rusun Modular berupa asrama mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) di Jatinangor oleh Direktorat Rumah Susun, Direktorat Jenderal Perumahan.

Rusun Modular ITB Jatinangor memiliki luas lantai dasar 500 meter persegi dengan tinggi 5 lantai, luas per unit 24 meter persegi (T24) dapat dihuni oleh 3–4 orang dengan konsep penempatan unit double loaded single corridor. Rusun ini memiliki fungsi publik dan hunian. Pada lantai dasar terdapat fasilitas ruang pengelola, ruang pertemuan, pantry, dan unit hunian untuk difabel, sedangkan lantai 2 sampai lantai 5 digunakan untuk hunian. Total unit hunian sebanyak 59 unit, diharapkan menampung 240 mahasiswa. Kamar mandi dan toilet pada rusun ini adalah komunal dan ditempatkan di sisi kiri dan kanan bangunan. Rusun ini dilengkapi 2 tangga di ujung kiri dan kanan pada setiap lantai bangunan. Komponen struktur utama beton bertulang pracetak yang diterapkan pada rusun modular ITB Jatinangor meliputi:

1.  Kolom. Dimensi kolom 40 cm x 40 cm dengan 2 jenis tulangan utama yang digunakan. Tulangan utama 8D22 digunakan untuk lantai dasar hingga lantai 3. Sementara itu, lantai 4–5 menggunakan tulangan utama 8D19.

2.  Balok. Dimensi balok 25 cm x 40 cm dengan tinggi balok yang dicor pracetak 28 cm. Tulangan utama daerah tumpuan dipasang 4D19 untuk tulangan atas dan 2D19 untuk tulangan bawah. Sementara di daerah lapangan dipasang sebaliknya.

3.  Pelat lantai. Tebal pelat lantai 12 cm dengan tulangan D10-150 baik lapis atas maupun bawah.

Beberapa keunggulan Teknologi Rumah Susun Modular di antaranya: Kriteria perancangan dan detailing mengikuti peraturan struktur bangunan tahan gempa terkini, teknologi sambungan pracetak sederhana dan mudah dikerjakan, sehingga waktu pekerjaan lebih singkat dan biaya total bangunan dapat diredusir hingga 20%.

Muhammad Rusli, Perekayasa Ahli Muda
Balai Bahan dan Struktur Bangunan Gedung, Kementerian PUPR

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selesai Akhir Tahun, Pembangunan Bendungan Margatiga di Lampung Timur Telan Rp 846,65 M

Selesai Akhir Tahun, Pembangunan Bendungan Margatiga di Lampung Timur Telan Rp 846,65 M

Lampung | Jum'at, 17 September 2021 | 15:26 WIB

Pimpinan Ponpes Minta Dibuatkan Rusunawa, Jokowi: Lahannya Ada Ya, Saya Kirim Tim Segera

Pimpinan Ponpes Minta Dibuatkan Rusunawa, Jokowi: Lahannya Ada Ya, Saya Kirim Tim Segera

News | Kamis, 16 September 2021 | 14:20 WIB

Viral Lampu Masjid Istiqlal Warna-warni Bagaikan Disko, Ini Penjelasannya

Viral Lampu Masjid Istiqlal Warna-warni Bagaikan Disko, Ini Penjelasannya

News | Senin, 13 September 2021 | 15:20 WIB

Demi Tingkatkan Prestasi Atlet, Kemenpora Luncurkan Desain Besar Olahraga Nasional

Demi Tingkatkan Prestasi Atlet, Kemenpora Luncurkan Desain Besar Olahraga Nasional

News | Minggu, 12 September 2021 | 13:30 WIB

Bunuh Diri Live di TikTok, Pria di Rusun Bidara Cina Dikenal Baik

Bunuh Diri Live di TikTok, Pria di Rusun Bidara Cina Dikenal Baik

Jakarta | Jum'at, 10 September 2021 | 19:30 WIB

Podcast Cipta Karya Bersama Menpora Zainudin Amali dan Ketua KONI Marciano Norman

Podcast Cipta Karya Bersama Menpora Zainudin Amali dan Ketua KONI Marciano Norman

Foto | Rabu, 08 September 2021 | 19:28 WIB

Terkini

Berantas Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong, Satgas PASTI Blokir 951 Entitas

Berantas Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong, Satgas PASTI Blokir 951 Entitas

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 11:14 WIB

Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional

Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:44 WIB

Waduh! Harga Beras dan Cabai Rawit 'Ngamuk' di Pasar Tradisional Pagi Ini

Waduh! Harga Beras dan Cabai Rawit 'Ngamuk' di Pasar Tradisional Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:40 WIB

Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS

Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:30 WIB

IHSG Menghijau di Awal Perdagangan Rabu, Simak Saham yang Cuan

IHSG Menghijau di Awal Perdagangan Rabu, Simak Saham yang Cuan

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:14 WIB

Bos OJK Dorong Perempuan Melek Keuangan Digital

Bos OJK Dorong Perempuan Melek Keuangan Digital

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:03 WIB

Bos Agung Sedayu: Kami Tak Sekadar Jual Properti, tapi Bangun Kawasan Masa Depan

Bos Agung Sedayu: Kami Tak Sekadar Jual Properti, tapi Bangun Kawasan Masa Depan

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:01 WIB

Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman

Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:40 WIB

Harga Emas Antam Merosot Tajam, Jadi Rp 2,78 Juta/Gram

Harga Emas Antam Merosot Tajam, Jadi Rp 2,78 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:38 WIB

Kawasan Ini Catat Pertumbuhan Wisatawan Tercepat di RI

Kawasan Ini Catat Pertumbuhan Wisatawan Tercepat di RI

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:35 WIB