alexametrics

Menko Airlangga Ingin SDM di Indonesia Ikuti Perkembangan Teknologi

Dwi Bowo Raharjo | Mohammad Fadil Djailani
Menko Airlangga Ingin SDM di Indonesia Ikuti Perkembangan Teknologi
Ketua Umum Partai Golkar yang juga saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Terlebih pada saat ini pemanfaatan teknologi kerap dikembangkan di banyak sektor industri agar tidak tertinggal oleh pasar.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, sektor industri juga harus melakukan penyesuaian diri dalam menjalankan bisnisnya.

Terlebih pada saat ini pemanfaatan teknologi kerap dikembangkan di banyak sektor industri agar tidak tertinggal oleh pasar.

“Oleh karena itu, perkembangan sektor pendidikan sebagai penyedia Sumber Daya Manusia (SDM) atau tenaga kerja harus bisa menyesuaikan dinamika perubahan yang semakin cepat di sektor industri ini,” kata Menko Airlangga dalam Webinar Nasional bertajuk “Eksplorasi Potensi Generasi Muda untuk Mempersiapkan Indonesia dalam Menghadapi Peralihan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0” yang diselenggarakan oleh Universitas Mulawarman secara virtual pada Minggu (24/10/2021).

Menko Airlangga menambahkan bahwa akselerasi dalam meningkatkan kualitas SDM memerlukan koordinasi dan sinergi menggunakan konsep pentahelix yang di dalamnya terdapat unsur Pemerintah, Komunitas, Akademisi, Pengusaha dan Media bersatu membangun kebersamaan dalam pembangunan.

Baca Juga: Partai Golkar Digugat Rp 33 Miliar Oleh Makmur HAPK

Dalam hal ini, Pemerintah berupaya tidak hanya melakukan perbaikan di sistem vokasi tetapi juga mempermudah akses masyarakat terhadap pelatihan dengan menyelenggarakan Program Kartu Prakerja. Melalui program ini Pemerintah mendorong agar masyarakat bisa meningkatkan kompetensinya melalui jenis-jenis pelatihan yang tersedia dan memilih pelatihan yang diinginkan.

Program Kartu Prakerja telah diberikan kepada 11,4 juta masyarakat dengan total insentif lebih dari 22 triliun rupiah sejak pertama kali dibuka tahun 2020 lalu.

“Kartu Prakerja dirancang tidak hanya untuk skilling bagi angkatan kerja tetapi juga upskilling dan reskilling bagi angkatan kerja lama yang aktif bekerja. Program ini juga diharapkan dapat meredam lonjakan pengangguran dan berperan dalam meningkatkan keterampilan masyarakat yang menjadi wirausaha,” jelas Menko Airlangga.

Dari sisi perlindungan terhadap para pekerja, saat ini Pemerintah memiliki program jaminan kehilangan pekerjaan yang memberikan bantuan tunai, bimbingan dan konseling karir serta pelatihan bagi korban PHK.

Ini diharapkan dapat membantu para pekerja yang terkena PHK agar dapat bekerja kembali.

Baca Juga: Mentan Semangati Widyaiswara, Dosen dan Penyuluh Untuk Cetak SDM Pertanian Unggul

Sementara itu, akademisi diharapkan melakukan reformasi pendidikan dalam bentuk sinkronisasi dari sisi demand dan supply dalam pelatihan vokasi untuk tenaga kerja sehingga lembaga vokasi dapat fleksibel menyesuaikan dengan dinamika pekerjaan baru.

“Saya juga berharap para akademisi senantiasa mengembangkan diri mencari pengalaman di luar akademis serta membangun jaringan. Karena jaringan kerja sama sangat bermanfaat di lingkungan global yang semakin tanpa batas atau borderless era,” pungkas Menko Airlangga.

Komentar