alexametrics

Pupuk Kaltim Tingkatkan SDM Petani Binaan Sektor Hortikultura

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Pupuk Kaltim Tingkatkan SDM Petani Binaan Sektor Hortikultura
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menggelar Pelatihan Pengembangan SDM, Keuangan Agribisnis dan Budidaya Tanaman Hortikultura bagi 30 petani holtikultura binaan di Desa Sebuntal dan Desa Semangko Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kertanegara.

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menggelar Pelatihan Pengembangan SDM, Keuangan Agribisnis dan Budidaya Tanaman Hortikultura bagi 30 petani holtikultura binaan.

Suara.com - Tingkatkan pengetahuan dan kapasitas petani binaan dalam pengelolaan manajemen pertanian, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menggelar Pelatihan Pengembangan SDM, Keuangan Agribisnis dan Budidaya Tanaman Hortikultura bagi 30 petani holtikultura binaan di Desa Sebuntal dan Desa Semangko Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kertanegara.

SVP Umum Pupuk Kaltim Ardi Harto Mulyo, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari pendampingan Pupuk Kaltim bagi para petani binaan, agar implementasi CSR Perusahaan memberikan dampak lebih signifikan terhadap produktivitas petani dan pengembangan sektor pertanian masyarakat, sehingga taraf hidup dan kesejahteraan petani binaan dapat semakin meningkat.

Fokus pelatihan berupa peningkatan pengetahuan dan pengembangan wawasan petani terkait pengelolaan usaha tani hortikultura, yang mencakup subsistem dari hulu hingga hilir.

Hal ini dinilai sangat diperlukan, sebagai bekal dalam pengembangan produktivitas pertanian masyarakat melalui penguatan kelembagaan pertanian selain bantuan modal bagi para petani.

Baca Juga: Mendag Muhammad Lutfi Beri Penghargaan Primaniyarta 2021 ke Pupuk Kaltim

“Pelatihan ini bagian dari upaya Pupuk Kaltim untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan para petani, khususnya di Kecamatan Marangkayu untuk pengelolaan sumberdaya pertanian yang lebih baik dan maksimal,” ujar Ardi ditulis Jumat (22/10/2021).

Melalui pelatihan ini, para petani binaan diharap dapat meningkatkan pemahaman terkait pengelolaan keuangan dan pembiayaan usaha tani, termasuk mengembangkan sumberdaya pertanian pada budidaya tanaman hortikultura.

Dari bekal tersebut, petani binaan diharap tidak hanya mendapatkan manfaat dari sisi produktivitas pertanian, tapi juga mampu mendongkrak kesejahteraan petani secara berkesinambungan.

“Dari upaya yang dilakukan, kita mampu meningkatkan peran dan andil dalam mendukung kedaulatan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas sektor pertanian dalam negeri,” tambah Ardi.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Kepala UPT Penyuluhan Pertanian Peternakan Marangkayu Misran Bahtiar, mengapresiasi langkah Pupuk Kaltim untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan petani melalui pelatihan yang dilaksanakan.

Baca Juga: Mentan Semangati Widyaiswara, Dosen dan Penyuluh Untuk Cetak SDM Pertanian Unggul

Dirinya mengimbau agar materi yang diberikan dapat dipahami dengan baik para petani, sehingga bisa diterapkan dalam aktivitas harian serta berdampak pada produktivitas tanaman maupun pengembangan potensi pertanian di Marangkayu.

“Kami mendorong petani untuk mengimplementasikan pengetahuan yang didapatkan, utamanya pengelolaan kelembagaan dan keuangan kelompok tani dari pelatihan ini,” kata Misran.

Dirinya berharap ada kesinambungan pelatihan dari Pupuk Kaltim, agar kapasitas petani dan pengembangan sektor pertanian di Marangkayu bisa lebih dimaksimalkan, sehingga memberi dampak yang lebih optimal terhadap kesejahteraan petani dan produktivitas hasil pertanian masyarakat.

“Semoga kegiatan ini berkesinambungan, baik untuk monitoring dan evaluasi maupun tindaklanjut lainnya dari Pupuk Kaltim,” harap Misran.

Pelatihan ini menggandeng pemateri dari Universitas Mulawarman Samarinda, dengan materi terkait pentingnya pengembangan SDM dengan pemilihan orang yang tepat dalam suatu pekerjaan.

Begitu juga pada sektor pertanian, kemampuan petani untuk pengembangan potensi sangat berpengaruh terhadap produktivitas yang dicapai, karena pertanian tak sekadar membutuhan tata kelola lahan tapi juga kapasitas dan pengetahuan secara kompeten dalam memanajerial sektor pertanian.

Komentar