Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen, Apa Penyebabnya?

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 28 Oktober 2021 | 07:45 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen, Apa Penyebabnya?
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia anjlok lebih dari dua persen pada perdagangan Rabu, setelah stok minyak mentah Amerika melesat lebih dari ekspektasi.

Mengutip CNBC, Kamis (28/10/2021) minyak berjangka Brent, patokan internasional, ditutup anjlok USD1,82 atau 2,1 persen menjadi USD84,58 per barel, setelah menyentuh pada level tertinggi tujuh tahun pada sesi Selasa.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), melorot USD1,99 atau 2,4 persen menjadi USD82,66 per barel.

Kenaikan yang lebih besar dari perkiraan dalam stok minyak mentah Amerika memberi beberapa investor dorongan untuk memangkas long position setelah kenaikan kuat dalam beberapa pekan terakhir membawa Brent dan WTI ke level tertinggi multi-tahun.

"Kita mengalami kemunduran yang wajar dalam aksi ambil untung lebih dari apa pun, tetapi masih USD80 untuk (WTI) adalah angka yang kuat," kata Gary Cunningham, Direktur Tradition Energy.

Kedua tolok ukur itu ditutup pada Jumat dengan kenaikan mingguan ketujuh berturut-turut karena produsen utama menahan pasokan dan permintaan rebound setelah pelonggaran pembatasan pandemi.

Persediaan minyak mentah naik 4,3 juta barel pekan lalu, menurut Departemen Energi Amerika, lebih dari perkiraan peningkatan 1,9 juta barel. Stok bensin susut 2 juta barel, menurunkannya ke level yang tidak terlihat dalam hampir empat tahun, ketika konsumen Amerika bergulat dengan kenaikan harga untuk mengisi tangki kendaraan mereka.

Penyimpanan di pusat pengiriman WTI di Cushing, Oklahoma, lebih terkuras daripada titik mana pun dalam tiga tahun terakhir, dengan harga untuk kontrak berjangka yang lebih lama menunjukkan pasokan bertahan di level tersebut selama berbulan-bulan.

Minyak menguat akhir-akhir ini didorong ekspektasi bahwa sejumlah negara seperti China dan India akan menanggapi kekurangan batu bara dan gas alam dengan beralih ke produk turunan minyak mentah bagi pembangkit listrik dan mesin pemanas.

baca juga

Permintaan tersebut dapat meningkatkan konsumsi minyak mentah secara keseluruhan lebih dari setengah juta barel minyak per hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Goreng Melonjak, Ini yang Dilakukan TPID Sumut

Harga Minyak Goreng Melonjak, Ini yang Dilakukan TPID Sumut

Sumut | Rabu, 27 Oktober 2021 | 10:40 WIB

Lonjakan Harga CPO Berpotensi Berdampak Kenaikan Harga Minyak Goreng

Lonjakan Harga CPO Berpotensi Berdampak Kenaikan Harga Minyak Goreng

Bisnis | Rabu, 27 Oktober 2021 | 10:32 WIB

Harga Minyak Dunia Melesat ke Level Tertingginya Sejak 2014

Harga Minyak Dunia Melesat ke Level Tertingginya Sejak 2014

Bisnis | Rabu, 27 Oktober 2021 | 07:03 WIB

Terkini

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:39 WIB

×