Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Wonosobo Sukses Jalankan Pamsimas, Semua Warga Kini Miliki Akses Air Minum

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Senin, 06 Desember 2021 | 17:20 WIB
Wonosobo Sukses Jalankan Pamsimas, Semua Warga Kini Miliki Akses Air Minum
Warga sedang mengambil menggunakan air program Pamsimas. (Istimewa)

Suara.com - Desa Larangan Lor, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, adalah salah satu desa yang paling awal mengenal Program Pamsimas.  Pamsimas masuk ke desa ini pada 2009 dan sampai sekarang telah melayani seluruh warga.

Pada 2017, Desa Larangan Lor mendapat Pamsimas penghargaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  (PUPR) dan pada 2020, desa ini menjadi salah satu yang dikunjungi oleh tim Bank Dunia.

Kinerja air minum di Kabupaten Wonosobo pada 2020 mencapai 46.000 sambungan rumah dan Program Pamsimas telah dilaksanakan di 171 desa, atau sekitar 60% desa di kabupaten ini.

Kini sarana dan prasarana air minum berupa Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS), yang dibangun melalui Program Pamsimas telah dikelola oleh masyarakat dengan membentuk KPSPAMS.

Untuk mendorong cakupan program lebih luas, pemerintah daerah, lewat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang memiliki program yang dikenal sebagai "Kolam Susu". Nama ini mengambil potongan lirik lagu Koes Plus, band ternama pada 1980-an.

Ini merupakan program kolaborasi menyeluruh yang sudah dilakukan Wonosobo sebelum pemerintah pusat mengadopsinya.

Kolaborasi Penyediaan Air Minum atau disebut Kolam, dan Sanitasi Untuk Semua atau Susu, yang dimotori oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Wonosobo diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya di tingkat kabupaten dalam penyediaan air minum dan sanitasi, demi mewujudkan 100 persen akses air minum dan 100 persen akses sanitasi.

Kolam Susu juga merupakan upaya memadukan sistem air minum dan sanitasi dan mengejar capaian sanitasi layak.

Kolam Susu memiliki tujuh aspek, yaitu:

baca juga

1.       Desa tuntas air minum dan sanitasi

2.       Basis data

3.       Rencana induk sistem penyediaan air minum dan air limbah

4.       Donor meeting

5.       Lelang program air minum dan sanitasi

6.       Pengelolaan air limbah taman air

7.       Reward alokasi pembangunan bagi KPSPAMS dengan kinerja baik.

Kolam Susu bertujuan untuk menyatukan semua sumber pendanaan air minum dan sanitasi di bawah bendera Program Pamsimas. Sebelumnya, proyek dan pendanaan itu terpecah-pecah dalam berbagai kegiatan, yaitu Dana Alokasi Khusus, PDAM, kegiatan air minum APBD, program lingkungan sehat perumahan, bantuan sambungan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), kredit mikro, CSR dan program kerja sama lainnya, seperti Water.org dan bantuan lembaga asing seperti Usaid dan Ausaid.

Pada 2019, Kabupaten Wonosobo juga meluncurkan aplikasi “Sobo Kolam Susu”, yaitu Sistem Informasi Kebijakan Pengelolaan Kolaborasi Air Minum dan Sanitasi untuk Semua. Aplikasi itu berbasis web dan android, yang dimaksudkan untuk memudahkan identifikasi dan monitoring progres capaian bidang air minum, sanitasi dan penyehatan lingkungan serta kolaborasi dalam rangka percepatan pelayanan sanitasi dan penyediaan air minum.

Asosiasi KPSPAMS Kabupaten Wonosobo menjadi bagian strategis Kolam Susu dalam implementasi di tingkat lapangan. Salah satu program Kolam Susu yang melibatkan asosiasi adalah melakukan penilaian kinerja KPSPAMS yang dilakukan sejak tahun 2017.

Aspek yang dinilai terkait kinerja KPSPAMS meliputi organisasi/ kelembagaan, administrasi (tarif, rekening, buku inventaris, daftar pelanggan dan calon pelanggan), dan pengelolaan-pengembangan SPAMS (kualitas dan kuantitas air, jaringan perpipaan, jumlah KK pengguna jamban, dan inovasi).

Berkat dukungan pemerintah daerah, asosiasi berhasil memfasilitasi sejumlah KPSPAMS dalam mengakses kredit mikro untuk pengembangan sarana- prasarana air minum.

Sebanyak 18 KPSPAMS mendapatkan bantuan fasilitas kredit mikro dari BPR Bank Wonosobo, dengan total pinjaman Rp451 juta. Fasilitas kredit tersebut digunakan untuk meningkatkan jumlah sambungan rumah dan memperluas jangkauan pelayanan.

Berbagai kegiatan dilakukan secara rutin oleh asosiasi maupun anggotanya, yaitu KPSPAMS. Pertemuan rutin (rapat koordinasi) digelar asosiasi setiap akhir bulan.

Bersama Panitia Kemitraan (Pakem), asosiasi berperan aktif dalam proses pemilihan desa Pamsimas dan melakukan pendataan desa untuk mendapatkan DAK Air Minum dan Sanitasi. Tahun 2020, sebanyak 28 desa mendapat DAK senilai Rp13 miliar.

Tahun ini, sebanyak 15 desa mendapatkan alokasi DAK dengan total bantuan sebesar Rp 6 miliar.

Mirani Arlan
CPMU Pamsimas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melihat Pembangunan Kampus UIII dan Rehabilitasi Rumah Cimanggis

Melihat Pembangunan Kampus UIII dan Rehabilitasi Rumah Cimanggis

Foto | Minggu, 05 Desember 2021 | 09:20 WIB

Selesai Direvitalisasi, Jokowi Resmikan Pasar Pon di Trenggalek

Selesai Direvitalisasi, Jokowi Resmikan Pasar Pon di Trenggalek

News | Selasa, 30 November 2021 | 19:53 WIB

Berkat Pamsimas, Masyarakat Kini Semakin Sehat dan Mampu Tingkatkan Kualitas Hidup

Berkat Pamsimas, Masyarakat Kini Semakin Sehat dan Mampu Tingkatkan Kualitas Hidup

News | Selasa, 30 November 2021 | 15:18 WIB

Jangkau Pulau-pulau Kecil, Program Pamsimas Ikut Berkontribusi Siapkan Generasi Emas

Jangkau Pulau-pulau Kecil, Program Pamsimas Ikut Berkontribusi Siapkan Generasi Emas

News | Senin, 29 November 2021 | 13:13 WIB

Komisi V Soroti Pembangunan Infrastruktur Bengkulu Utara

Komisi V Soroti Pembangunan Infrastruktur Bengkulu Utara

DPR | Senin, 29 November 2021 | 14:15 WIB

Pamsimas Menjangkau hingga Pelosok Negeri

Pamsimas Menjangkau hingga Pelosok Negeri

Bisnis | Sabtu, 27 November 2021 | 22:18 WIB

Terkini

Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM

Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:49 WIB

BGN Kembali Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Ikut Awasi SPPG

BGN Kembali Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Ikut Awasi SPPG

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:43 WIB

Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?

Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:23 WIB

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:10 WIB

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:09 WIB

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:55 WIB

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:44 WIB

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:40 WIB

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:14 WIB