facebook

Rekind Gandeng BRIN Kembangkan Lisensi Teknologi Komersial Merah Putih

Iwan Supriyatna
Rekind Gandeng BRIN Kembangkan Lisensi Teknologi Komersial Merah Putih
PT Rekayasa Industri (Rekind) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat melaksanakan kerjasama untuk mengembangkan lisensi teknologi komersial ‘Merah Putih.’

PT Rekayasa Industri (Rekind) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat melaksanakan kerjasama untuk mengembangkan lisensi teknologi komersial Merah Putih.

Suara.com - PT Rekayasa Industri (Rekind) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat melaksanakan kerjasama untuk mengembangkan lisensi teknologi komersial ‘Merah Putih.’

Kerjasama ini sangat strategis, mendukung terwujudnya industri nasional yang efektif, efisien dan mandiri yang memanfaatkan sumber daya alam dalam negeri, guna mendukung transisi energi, pengurangan karbon, ekonomi sirkular dan percepatan penyediaan infrastruktur industri 4.0.

“Komitmen Rekind dalam pengembangan teknologi ‘Merah Putih’ ini, merupakan salah satu bagian dari transformasi bisnis perusahaan dalam menghadapi perubahan industri global, serta membawa misi meningkatkan TKDN dan daya saing industri nasional. Semoga sinergi ini bisa berjalan maksimal dan memenuhi target yang kita harapkan bersama,” kata Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih usai pelaksanaan penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan bersama Dr. Yan Rianto, M.Eng, Plt. Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN, di Jakarta, ditulis Selasa (25/1/2022).

Dalam kerjasama ini, Rekind dan BRIN akan mengembangkan penelitian dan riset yang ranahnya berpijak pada pengembangan teknologi proses dalam bidang dekarbonisasi, energi baru dan terbarukan (EBT), pengolahan mineral semikonduktor dan produk kimia berkelanjutan. Cakupan kerjasamanya juga diperluas hingga peningkatan kompetensi dalam bidang rancang bangun, pengembangan sumber daya manusia dan pemanfaatan bersama infrastruktur riset.

Baca Juga: Minimnya Pengalaman Jadi Kendala Pengembangan Vaksin Merah Putih

Langkah ini sangat sejalan dengan kompetensi Rekind, yang dikenal sebagai perusahaan EPC milik Negara, dengan kiprahnya selama 40 tahun dalam membangun industri pupuk, petrokimia, migas, serta infrastruktur energi dan mineral.

Kompetensinya di bidang EPC ini, tentunya bisa menjadi kunci hilirisasi dari riset-riset teknologi proses yang dilakukan lembaga- lembaga riset, yang kini berada di bawah naungan BRIN.

Bagi Rekind pengembangan teknologi juga bukan merupakan hal baru. Sebelumnya, perusahaan EPC Nasional ini juga bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dalam pengembangan teknologi pemurnian logam tanah jarang dari monasit dengan target dapat digunakan di skala komersial pada tahun 2024.

Rekind juga tengah mengembangkan teknologi pengolahan tandan kosong sawit menjadi produk kimia bernilai tambah, serta teknologi pengolahan minyak sawit menjadi bahan bakar nabati melalui kerjasama dengan kementerian, lembaga riset, perguruan tinggi dan BUMN terkait.

“Semoga kerjasama ini mampu meningkatkan kompetensi kedua belah pihak dalam memperkokoh sumber daya riset dalam mengakselerasi kepemilikan teknologi bagi bangsa dan negara. Dan yang tidak kalah penting, sinergi ini juga diharapkan bisa meyakinkan banyak pihak bahwa penelitian skala laboratorium dapat berlanjut ke skala komersial,” tambah Triyani Utaminingsih.

Baca Juga: Pakar: Penggabungan Lembaga Riset Ke Gedung Genomik Cibinong Akan Menghambat Penelitian Di Indonesia

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar