facebook

Pakar: Penggabungan Lembaga Riset Ke Gedung Genomik Cibinong Akan Menghambat Penelitian Di Indonesia

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio
Pakar: Penggabungan Lembaga Riset Ke Gedung Genomik Cibinong Akan Menghambat Penelitian Di Indonesia
Pengamat Militer, Connie Rahakundini Bakrie. (suara.com/Nikolaus Tolen)

"Kalau klaster pertanian campur sama peternakan, campur sama reaktor atom, campur sama Eijkman, saya saja membayangkannya pusing...,"

Suara.com - Pakar Pertahanan dan Militer Connie Rahakundini menilai penggabungan sejumlah kantor lembaga riset menjadi satu di Gedung Genomik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Cibinong, Jawa Barat akan menimbulkan masalah besar.

Connie menyebut kerja penelitian tidak bisa dijadikan satu dalam satu Gedung Genomik di Cibinong, Jawa Barat dengan konsep ruang kerja bersama atau coworking space.

"Kalau klaster pertanian campur sama peternakan, campur sama reaktor atom, campur sama Eijkman, saya saja membayangkannya pusing, tidak bisa terpusat seperti itu, itu akan menghambat semuanya," kata Connie dalam diskusi CrossCheck, Minggu (23/1/2022).

Selain itu dunia ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) tidak bisa dI-birokratisasi, mereka harus fleksibel dalam bekerja.

Baca Juga: Peneliti Internasional Pertanyakan Mekanisme Kolaborasi Riset Baru Ala BRIN

"IPTEK itu dunia yang terlalu luas, dia tidak bisa sentralistik dan birokratik, akan susah kalau begitu, daya saing kompetensi kita akan lemah kalau terlalu banyak birokrasi," ucapnya.

Selain itu, beberapa peneliti yang diberhentikan kerja di lembaga riset akibat birokratisasi ke BRIN juga berpotensi ditarik oleh lembaga riset di luar negeri yang tentu akan merugikan Indonesia sendiri.

Diketahui, BRIN akan memindahkan peralatan eks Lembaga Biologi Molekuler Eijkman ke Gedung National Integrated Center for Genomic, Tropical Biodiversity and Environment (Laboratorium Genomik), Jawa Barat mulai Januari 2022.

Laboratorium Genomik ini merupakan salah satu fasilitas infrastruktur pendukung riset terintegrasi dari beberapa laboratorium yang ada di Pusat Riset dalam Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati, yakni Pusat Riset Biomaterial, Pusat Riset Bioteknologi, Pusat Riset Biologi, dan PRBM Eijkman.

Secara umum sebagian besar ruangan-ruangan dalam Laboratorium Genomik dengan luas bangunan 16.000 meter persegi ini, terdiri dari ruangan-ruangan untuk laboratorium riset, dan dilengkapi pula dengan ruangan pendukung lainnya diantaranya seperti ruang Co-Working Space, Front Office, Meeting Room, Workshop & Training, Administrasi, Ruang IT, Musala dan Gudang.

Baca Juga: Pakar Pertahanan: Birokratisasi Lembaga Riset Ke BRIN Melemahkan IPTEK Indonesia

Berdasarkan jenisnya, untuk ruangan laboratorium terdiri dari Laboratorium Bioprospeksi dan Pemanfaatan Biodiversitas (Wing A) dan laboratorium Biodiversitas dan Lingkungan Tropika (Wing B).

Laboratorium yang terdapat di Wing A terdiri dari : Lab. Teknik Bioproses dan Teknologi Fermentasi di lantai 1, Lab. Bioprospeksi dan Bioassay di lantai 2, Lab. Rekayasa Genetika, Protein dan Metabolik di lantai 4. Sedangkan di Wing B terdiri dari Lab. Preparasi dan Lab. Pengolahan limbah di lantai 1, Lab. Biodiversitas Tropika dan Lab. Mitigasi Perubahan Iklim lantai 2, Lab. Advance Environmental Analysis dan Lab. Basic Environmental Analysis di lantai 3, dan Lab. Kesehatan Lingkungan dan Lab. Toksikologi di lantai 4

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar