facebook

Harga Sayur di Sejumlah Daerah Naik Dampak Kelangkaan Pasokan Akibat Cuaca Ekstrem

M Nurhadi
Harga Sayur di Sejumlah Daerah Naik Dampak Kelangkaan Pasokan Akibat Cuaca Ekstrem
ILUSTARSI-Seorang ibu membeli sayuran di Pasar Pandansari. [ANTARA]

Cuaca ekstrem berdampak pada pasokan komoditas sayur yang diprediksi terjadi hingga akhir Februari nanti.

Suara.com - Harga sayuran di sejumlah pasar tradisional Kota Palembang terpantau naik akibat pasokan yang berkurang dis ejumlah daerah penghasil komoditas terkait.

Salah seorang pedagang di Pasar Perumnas Palembang, Amelia mengaku, beragam jenis sayuran yang berkisar Rp2.000—Rp3.000 per kilogram.

Kemudian Tomat dari Rp10.000 per kilogram menjadi Rp13.000 per kilogram, kentang dari Rp10.000 per kilogram menjadi Rp13.000 per kilogram, wortel dari Rp8.000 per kilogram menjadi Rp10.000 per kilogram.

Sementara cabai merah dari Rp26.000—Rp30.000 per kilogram menjadi Rp32.000—Rp35.000 per kilogram, hanya cabai burung yang mengalami penurunan dari Rp45.000 per kilogram menjadi Rp35.000 per kilogram dan cabai rawit dari Rp52.000 per kilogram menjadi Rp48.000 per kilogram.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Masih Tinggi, Pelaku UMKM di Indramayu Kelimpungan

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas sayur bayam, kangkung, katuk dari Rp2.000 per ikat menjadi Rp4.000 per ikat. Begitu juga dengan timun, pare, sawi, daun bawang, daun seledri, buncis, oyong dan kol yang rata-rata mengalami kenaikan Rp2.000 per kilogram.

Sementara untuk bawang merah dan bawang putih relatif stabil di kisaran Rp25.000 per kilogram.

Pedagang sayur lainnya yang berada di Pasar Lemabang, Juwita menuturkan, kenaikan harga berkisar 10-20 persen ini sudah diterima dari agen sayuran di Pasar Jakabaring Palembang.

“Katanya banyak yang gagal panen karena hujan lebat, jadi harga naik,” kata dia.

Ilham, petani sayuran jenis oyong, pare dan timun di kawasan Pemulutan, Kabupaten Ogan llir, mengatakan tanaman sayurannya rusak lantaran dihantam hujan deras sejak Desember.

Baca Juga: Bunga Zainal Belanja di Pasar Tradisional: Menghibur Kang Sayur, Kang Ikan dan Kang Panci

Setidaknya dua bulan ia sudah tidak berkebun karena cuaca ekstrem tersebut.

Komentar