Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.094,526
LQ45 719,628
Srikehati 343,829
JII 483,464
USD/IDR 17.017

AS dan Eropa Akan Larang Impor Minyak Rusia, Harga Minyak Dunia Pecah Rekor Lagi

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 08 Maret 2022 | 07:30 WIB
AS dan Eropa Akan Larang Impor Minyak Rusia, Harga Minyak Dunia Pecah Rekor Lagi
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia melesat ke level tertingginya sejak 2008 pada perdagangan Senin karena Amerika Serikat dan sekutu Eropa mempertimbangkan untuk melarang impor minyak Rusia.

Mengutip CNBC, Selasa (8/3/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, melesat USD5,1 atau 4,3 persen menjadi USD123,21 per barel.

Sementara itu, patokan Amerika, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), ditutup melejit USD3,72, atau 3,2 persen menjadi USD119,40 per barel.

Selama sesi itu, kedua tolok ukur mencapai level tertinggi sejak Juli 2008, dengan Brent menyentuh USD139,13 per barel dan WTI USD130,50.

"Gambaran yang lebih besarnya adalah gangguan pasokan semakin buruk," kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates di Houston.

Harga minyak global meroket sekitar 60 persen sejak awal 2022, meningkatkan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global dan stagflasi.

China, ekonomi terbesar kedua dunia, menargetkan pertumbuhan yang lebih lambat sebesar 5,5 persen tahun ini.

Minggu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan Amerika Serikat dan sekutu Eropa sedang menjajaki pelarangan impor minyak Rusia.

Gedung Putih, Senin, mengatakan Presiden Joe Biden belum membuat keputusan tentang larangan impor minyak Rusia.

"Harga minyak bisa melesat jadi lebih dari USD300 per barel jika Amerika Serikat dan Uni Eropa melarang impor minyak dari Rusia," ungkap Wakil Perdana Menteri Alexander Novak, Senin.

Sementara itu analis UBS, Giovanni Staunovo mengatakan harga minyak akan menyentuh USD125 per barel.

"Perkiraan jangka pendek kami untuk minyak mentah Brent, sebagai batas yang lemah bagi harga, meski harga bisa bergerak lebih tinggi lagi jika gangguan memburuk atau berlanjut untuk periode yang lebih lama," kata dia.

Bahkan kata dia perang berkepanjangan di Ukraina dapat mendorong Brent di atas USD150 per barel.

Analis Bank of America mengatakan jika sebagian besar ekspor minyak Rusia terputus, mungkin ada kekurangan 5 juta barel per hari atau lebih besar dari itu, mendorong harga setingginya USD200.

Rusia adalah eksportir minyak mentah dan produk minyak terbesar di dunia, dengan ekspor sekitar 7 juta barel per hari, atau 7 persen dari pasokan global. Beberapa volume ekspor minyak Kazakhstan dari pelabuhan Rusia juga menghadapi komplikasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

The Best 5 Oto: Hyundai Pasang Target 2030, Volkswagen Siapkan Pabrik untuk Trinity, Elon Musk Bicara Minyak Dunia

The Best 5 Oto: Hyundai Pasang Target 2030, Volkswagen Siapkan Pabrik untuk Trinity, Elon Musk Bicara Minyak Dunia

Otomotif | Selasa, 08 Maret 2022 | 07:26 WIB

Rubel Rusia Babak Belur di Perdagangan Dunia, Masih Ada Kesempatan Bangkit?

Rubel Rusia Babak Belur di Perdagangan Dunia, Masih Ada Kesempatan Bangkit?

Bisnis | Selasa, 08 Maret 2022 | 07:16 WIB

Jenderal Gadungan dan Istri Ditangkap, PBNU Serukan Rusia dan Ukraina Gencatan Senjata

Jenderal Gadungan dan Istri Ditangkap, PBNU Serukan Rusia dan Ukraina Gencatan Senjata

Jakarta | Selasa, 08 Maret 2022 | 07:00 WIB

Terkini

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB

Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun

Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:40 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:32 WIB

82 Orang Diperiksa dalam Kasus PT DSI, Ada Dude Herlino dan Alyssa Soebandono

82 Orang Diperiksa dalam Kasus PT DSI, Ada Dude Herlino dan Alyssa Soebandono

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:27 WIB

Mudik Lebaran 2026: Penggunaan SPKLU PLN Melonjak 4 Kali Lipat

Mudik Lebaran 2026: Penggunaan SPKLU PLN Melonjak 4 Kali Lipat

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:40 WIB

Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi

Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:30 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:27 WIB

Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan

Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:16 WIB