The Fed Kerek Suku Bunga, Harga Emas Dunia Anjlok

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 17 Maret 2022 | 08:18 WIB
The Fed Kerek Suku Bunga, Harga Emas Dunia Anjlok
Ilustrasi emas batang dan uang Dolar AS [Shutterstock]

Suara.com - Harga emas dunia turun pada perdagangan Rabu, karena dolar melemah setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga seperempat poin persentase dalam langkah yang diperkirakan secara luas.

Mengutip CNBC, Kamis (17/3/2022) harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD1.920,45 per ounce. Di awal sesi, emas merosot sebanyaknya 1,2 persen menjadi USD1.894,70 karena imbal hasil US Treasury melonjak setelah pengumuman The Fed.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup merosot 1,1 persen menjadi USD1.908,40 per ounce.

"Emas bertahan dengan baik karena kemunduran tajam baru-baru ini mungkin telah berjalan dengan sendirinya. Saya memperkirakan harga emas diperdagangkan antara kisaran USD1.880-1.960 dalam jangka pendek," kata Tai Wong, trader logam independen di New York.

Namun kata Wong, The Fed agak lebih hawkish ketimbang ekspektasi. "Mereka memproyeksikan kenaikan pada setiap pertemuan ke depan pada tahun ini. Itu bukan pertanda baik bagi pasar emas." Katanya.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga The Fed, karena itu meningkatkan  opportunity cost  menahan logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil, sekaligus meningkatkan dolar, di mana  bullion  dihargakan.

Namun, Indeks Dolar (Indeks DXY) turun 0,5 persen terhadap sekeranjang pesaingnya, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sementara imbal hasil US Treasury 10-tahun juga mundur dari level tertinggi baru-baru ini.

The Fed memproyeksikan tingkat kebijakannya akan mencapai kisaran antara 1,75 persen dan 2 persen pada akhir tahun, tetapi menandai ketidakpastian besar yang dihadapi ekonomi dari perang di Ukraina dan krisis kesehatan Covid-19 yang sedang berlangsung.

Sementara itu, harapan seputar kemajuan dalam perundingan damai antara Rusia dan Ukraina ditambah dengan kejatuhan harga minyak mengurangi permintaan untuk aset  safe haven,  seperti emas.

baca juga

Harga perak di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD24,94 per ounce, sementara platinum melambung 3,3 persen menjadi USD1.018,65.

Sedangkan paladium turun 0,2 persen menjadi USD2.418,56 per ounce di tengah surutnya kekhawatiran pasokan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Kembali Rontok di Angka Rp1.034.000 per Gram

Harga Emas Kembali Rontok di Angka Rp1.034.000 per Gram

Batam | Rabu, 16 Maret 2022 | 11:04 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Lagi Jadi Rp 984.000/Gram

Harga Emas Antam Anjlok Lagi Jadi Rp 984.000/Gram

Bisnis | Rabu, 16 Maret 2022 | 09:17 WIB

Damai Rusia-Ukraina, Harga Emas Merosot Hampir 2 Persen

Damai Rusia-Ukraina, Harga Emas Merosot Hampir 2 Persen

Bisnis | Rabu, 16 Maret 2022 | 08:01 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×