facebook

IFG Gelar Executive Briefing Risk Management untuk Perkuat Implementasi Risk Culture

Iwan Supriyatna
IFG Gelar Executive Briefing Risk Management untuk Perkuat Implementasi Risk Culture
Manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mulai melakukan pengalihan Polis hasil Program Restrukturisasi ke PT Asuransi Jiwa IFG atau IFG Life.

IFG sebagai Holding BUMN Asuransi, Penjaminan dan Investasi juga menjadikan Risk Culture yang kuat sebagai bagian dari salah satu pilar pembentukan IFG (prudent).

Suara.com - Implementasi manajemen risiko yang kuat dan menyeluruh di BUMN menjadi salah satu prioritas Kementerian BUMN dalam transformasi di BUMN. Indonesia Financial Group (IFG) sebagai Holding BUMN Asuransi, Penjaminan dan Investasi juga menjadikan Risk Culture yang kuat sebagai bagian dari salah satu pilar pembentukan IFG (prudent).

Dalam rangka penguatan awareness dan penguatan risk culture di lingkungan operasional dan bisnis IFG dan anak perusahaannya, IFG menyelenggarakan Executive Briefing Risk Management dengan mengambil tema “Optimalisasi Peran dan Tanggung Jawab Manajemen Risiko di Holding dan Anggota Holding Asuransi, Penjaminan dan Investasi”.

“Penguatan risk culture menjadi komitmen IFG sebagai holding yang menaungi 10 anak usaha dalam membangun pondasi risk awareness dan penerapan Manajemen Risiko yang komprehensif dan terintegrasi antara Holding dengan anak usahanya” jelas Sekretaris Perusahaan IFG, Beko Setiawan, pada Seminar Executive Briefing Risk Management ditulis Senin (23/5/2022).

Menurut Beko, penerapan Manajemen Risiko telah menjadi salah satu point dalam 3 Pilar Pembentukan Pilar IFG yaitu Prudent, Power dan Progress. Di IFG optimalisasi terhadap fungsi di dalam perusahaan yang terlibat di dalam manajemen risiko sudah diimplementasikan.

Baca Juga: Melalui Penguatan SDM, Robertus Billitea Komitmen Tingkatkan Kinerja IFG

Terdapat tiga lapis fungsi manajemen risiko (three lines of defence) di perusahaan antara lain yang pertama adalah pemilik risiko (user/risk owner), kedua pengawas risiko (risk overseer), dan ketiga internal audit (independent assurance provider).

Sehingga ketiga fungsi risk management tersebut dapat merumuskan berbagai mitigasi berbagai risiko yang akan datang, seperti Risiko Asuransi, Risiko Aset dan Liabilitas, Risiko Operasional, Risiko Hukum dan Risiko Reputasi baik yang ada di IFG maupun anak usaha, agar tujuan perusahaan dapat tercapai.

Penerapan manajemen risiko tersebut diharapkan juga dapat mengurangi dampak yang tidak terduga atau surprising event yang berdampak negatif, misalnya kejadian fraud dan risiko likuiditas, yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan tegas Beko.

Tahun 2022 IFG terus melakukan penguatan struktur dan keunggulan kompetitif berdasarkan Roadmap Manajemen Risiko seperti Pengembangan sistem aplikasi ERM terintegrasi yang ditopang oleh reporting engine dan data analytics yang kuat, data applicability, availability & quality, penyesuaian pedoman manajemen risiko termasuk membangun metodologi penilaian risiko serta persiapan menjadi entitas utama dalam konglomerasi keuangan.

Sehingga roadmap ini dapat mendukung pencapaian peningkatan kinerja dan pertumbuhan perusahaan secara sehat dan berkelanjutan. IFG menargetkan dapat mencapai tingkat kematangan penerapan Manajemen Risiko pada level “Optimized” pada tahun 2024.

Baca Juga: IFG Raih 3 Penghargaan di Ajang PR Indonesia Awards 2022

Acara yang dibuka oleh Komisaris Utama IFG, Fauzi Ikhsan dan Wakil Direktur Utama IFG Hexana Trisasongko serta dihadiri oleh seluruh dewan komisaris dan Direksi IFG, Komisaris Utama dan Direktur Utama anak perusahaan, menghadirkan Asisten Staf Khusus Presiden Jerry Marmen sebagai narasumber.

Komentar