Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

5 Dampak Kenaikan Kurs Dolar AS: Harga Barang Impor Mahal, Ekspor Makin Murah

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 22 Juni 2022 | 11:46 WIB
5 Dampak Kenaikan Kurs Dolar AS: Harga Barang Impor Mahal, Ekspor Makin Murah
Nilai tukar rupiah (Foto: antara)

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika melemah menjadi Rp14.900. Padahal beberapa hari sebelumnya, nilai tukar rupiah menguat 0,05 persen senilai Rp14.738 per dolar AS.

Dampak kurs dolar AS yang sempat naik Rp14.900 ini cukup krusial bagi pereknomian Indonesia. Terutama dalam sektor perdagangan internasional. Ditambah lagi, isu resesi ekonomi yang mengguncang Amerika bakal berpengaruh ke seluruh dunia. Berikut dampak kurs dolar naik Rp14.900. 

1. Barang Impor Mahal 

Kurs dolar yang naik membuat barang-barang impor menjadi mahal. Hal ini juga akan berpengaruh pada daya beli masyarakat terhadap bahan impor yang menurun jika tidak dibarengi dengan peningkatan pendapatan.

Padahal di satu sisi, Indonesia menggantungkan banyak kebutuhan pada barang impor, antara lain impor daging sapi, kedelai sebagai bahan baku tempe dan kecap, serta industri otomotif. Namun, kenaikan harga barang-barang ini sebenarnya menjadi peluang substitusi pada barang lokal yang belum banyak dilirik. 

2. Investasi Menurun

Investor akan cenderung mengurangi nilai investasi mereka kepada produk-produk berisiko tinggi seperti saham. Mereka akan khawatir harga-harga saham di Wall Street yang anjlok juga akan berpengaruh terhadap harga di Indonesia. Sebelumnya hal ini sudah terbukti dalam penawaran saham GOTO yang ikut anjlok akibat anjloknya nilai saham di Amerika Serikat. 

3. Ancaman terhadap Obligasi dan Surat Utang Negara 

Nilai tukar rupiah yang lemah terhadap dolar bisa berdampak buruk terhadap perdagangan obligasi dan surat utang negara (SUN). Investor akan menjual obligasi dan SUN yang sudah dibeli akibat melemahnya rupiah. Hal ini juga akan mempengaruhi investasi. Situasi bertambah buruk ketika SUN dan obligasi tidak bisa terbeli dan berakibat pada kurs rupiah. Namun, situasi ini bisa diatasi ketika Bank Indonesia membeli SUN dan obligasi dari investor. 

4. Barang-Barang Diekspor dengan Murah

industri di Indonesia juga akan ikut melemah karena produk-produk ekspor seperti kelapa sawit dan furniture akan dijual lebih murah. Selain itu di sektor impor, Indonesia tidak bisa lagi mendatangkan beragam kebutuhan dari luar negeri seperti bahan bakar pesawat dan aneka bahan kimia. Sebelumnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat bahkan mengalami penurunan sejak awal 2022. Salah satu faktor penyebabnya adalah lonjakan harga komoditas akibat perang Rusia-Ukraina.

5. Harga-Harga Naik di Pasaran

Harga barang di pasaran akan naik seiring dengan dampak kurs dolar naik Rp14.900. Beberapa barang yang diprediksi naik adalah barang elektronik seperti AC dan mesin cuci, serta kendaraan bermotor. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Dibuka Melemah, Nilai Tukar Rupiah Makin Merosot di Angka Rp14.824

IHSG Dibuka Melemah, Nilai Tukar Rupiah Makin Merosot di Angka Rp14.824

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2022 | 09:29 WIB

Kurs Rupiah Menguat Meski Hadapi Tekanan Dolar AS

Kurs Rupiah Menguat Meski Hadapi Tekanan Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 Juni 2022 | 10:12 WIB

Kurs Rupiah dan Nilai Bitcoin Melemah, Sementara Dolar AS Capai Rekor Tertinggi

Kurs Rupiah dan Nilai Bitcoin Melemah, Sementara Dolar AS Capai Rekor Tertinggi

Bisnis | Rabu, 15 Juni 2022 | 09:27 WIB

Bitcoin Anjlok 17 Persen, Kini Dibanderol Rp 335 Juta

Bitcoin Anjlok 17 Persen, Kini Dibanderol Rp 335 Juta

Bisnis | Selasa, 14 Juni 2022 | 08:17 WIB

Kurs Turki Anjlok, Warganet Ini Pamerkan Harga Kosmetik yang Murah di Sana

Kurs Turki Anjlok, Warganet Ini Pamerkan Harga Kosmetik yang Murah di Sana

Kaltim | Kamis, 09 Juni 2022 | 07:30 WIB

Kurs Turki Anjlok, WNI Bagikan Deretan Harga Make Up Terkenal Jadi Murah: Pengen Belanja

Kurs Turki Anjlok, WNI Bagikan Deretan Harga Make Up Terkenal Jadi Murah: Pengen Belanja

Your Say | Rabu, 08 Juni 2022 | 15:52 WIB

Terkini

Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen

Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

Dasco: Kita Bikin UU Ketenagakerjaan yang Baru, Silakan Buruh yang 'Masak'

Dasco: Kita Bikin UU Ketenagakerjaan yang Baru, Silakan Buruh yang 'Masak'

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:00 WIB

Dasco: Pemerintah Akan Ambilalih 'Perusahan Sakit' agar Tak Ada PHK Buruh

Dasco: Pemerintah Akan Ambilalih 'Perusahan Sakit' agar Tak Ada PHK Buruh

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:04 WIB

Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman

Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:52 WIB

BNI Konsisten Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Beasiswa Nasional

BNI Konsisten Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Beasiswa Nasional

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:23 WIB

BPJS Kesehatan - Persi Perkuat Kolaborasi Strategis Keberlanjutan Program JKN untuk 5 Tahun ke Depan

BPJS Kesehatan - Persi Perkuat Kolaborasi Strategis Keberlanjutan Program JKN untuk 5 Tahun ke Depan

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:18 WIB

Penguatan Ekonomi UMKM Batik di Giriloyo Melalui 'Diplomasi' Pasar Global

Penguatan Ekonomi UMKM Batik di Giriloyo Melalui 'Diplomasi' Pasar Global

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:10 WIB

Kolaborasi Developer PT CGIS dengan BRI, Program PKS Permudah Akses Wujudkan Rumah Impian

Kolaborasi Developer PT CGIS dengan BRI, Program PKS Permudah Akses Wujudkan Rumah Impian

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:37 WIB

Bukan Cuma Denda Rp100 Ribu, Ini Risiko Jika Kamu Tidak Lapor SPT Tahunan

Bukan Cuma Denda Rp100 Ribu, Ini Risiko Jika Kamu Tidak Lapor SPT Tahunan

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:52 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp60.000 per Kg, Telur Ayam Rp31.000

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp60.000 per Kg, Telur Ayam Rp31.000

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:53 WIB