Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Aman, Datanya Diragukan DPR

Siswanto, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 27 Juni 2022 | 17:40 WIB
Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Aman, Datanya Diragukan DPR
Ilustrasi hewan kurban [pixabay.com]

Suara.com - Ketua Komisi IV DPR Sudin meragukan data Kementerian Pertanian mengenai ketersediaan hewan kurban untuk perayaan Idul Adha 2022 karena dinilai bermasalah.

"Tadi konon katanya, ketersediaan stok untuk Idul Adha sebanyak 1,8 juta, katanya. Bukan kata saya loh, mudah-mudahan cukup, mudah-mudahan nggak cukup kan gitu aja," kata Sudin saat rapat kerja dengan Kementerian Pertanian di Komisi IV DPR, Jakarta, Senin (27/6/2022).

Ketika Kementan mengatakan stok hewan kurban cukup, Sudin mengungkapkan bahwa Kementan meminta adanya impor daging kerbau.

"Tapi kalau kenapa tadi impor daging kerbau, kenapa impor daging sapi dari Brazil, karena kita minusnya sudah terlalu banyak," kata Sudin.

Dia pesimistis Indonesia tidak akan pernah swasembada soal daging, jika tata kelola yang dilakukan Kementan seperti saat ini.

"Seperti yang saya katakan dari awal, 50 tahun lagi pun kita tidak akan swasembada (daging) kalau tidak diperlakukan dengan sangat istimewa sekali peternakan kita. Kita gak usah bandingin negara kita dengan negara luar, gitu ya," katanya.

Bahkan ketika dia meminta data jumlah hewan kurban, Kementan tidak bisa menunjukkan. "Sekarang saya tanya masalah data per kabupaten saja tidak bisa disajikan kok, toh yang lain gak ada," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono mengatakan kebutuhan hewan kurban menjelang perayaan Idul Adha 2022 sebanyak 1,81 juta ekor, pihaknya pun memastikan bahwa stok kebutuhan hewan kurban tersebut aman.

"Kami laporkan 2,27 juta ekor (stok), sementara kebutuhannya 1,81 juta ekor," kata Kasdi.

baca juga

Kasdi merinci ada empat ternak utama yang sering digunakan sebagai ternak kurban, yang pertama sapi ketersediaannya 861 ribu ekor kebutuhannya 664 ribu ekor.

Selanjutnya kerbau 29 ribu ekor, kebutuhannya 19.200 ekor, kemudian kambing ketersediaannya 973 ribu ekor kebutuhannya 732 ribu ekor. Dan domba ketersediannya 408 ribu ekor, kebutuhannya 364 ribu ekor.

Selain itu kata dia hewan ternak sapi yang sudah menjalani vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) akan diberi penandaan dengan ear tag.

"Untuk pendataan ternak juga kami anggarkan Rp 570 M, pendataan dan penandaan hewan ternak, ear tag itu, Pak Ketua," kata Kasdi.

Nantinya ear tag tersebut disematkan di telinga hewan ternak yang telah menjalani suntik vaksinasi PMK.

"Kami laporkan, bahwa setelah divaksin nanti ada ear tag yang kita sematkan di dalam telinga ternak yang sudah divaksinasi," ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB