Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.831

Program Ekonomi Pesantren yang Digulirkan Ganjar Dapat Apresiasi dari Santri di Kalbar

Iwan Supriyatna

Selasa, 13 September 2022 | 11:23 WIB
Program Ekonomi Pesantren yang Digulirkan Ganjar Dapat Apresiasi dari Santri di Kalbar
Para santri yang menggabungkan diri dalam jaringan Santri Dukung Ganjar (SDG) ini menggelar acara doa bersama.

Suara.com - Berbagai upaya dilakukan Ganjar Pranowo untuk membangkitkan perekonomian lewat kekuatan kerakyatan di Jateng. Salah satunya melalui program Ekonomi Pesantren (Ekotren) yang telah digulirkan sejak 2018. Program ini melibatkan santri untuk mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren.

Program tersebut ternyata disukai ratusan santri di penghujung Negeri, tepatnya di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar). Para santri yang menggabungkan diri dalam jaringan Santri Dukung Ganjar (SDG) ini menggelar acara doa bersama 'Damai untuk Negeri' sekaligus menyuarakan figur pemimpin yang tepat untuk kemajuan Indonesia, Ganjar Pranowo.

Koordinator Wilayah (Korwil) SDG Kalbar, Andi mengatakan, program Ekotren yang digagas dan dijalankan Ganjar bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng terbukti dapat memajukan perekonomian pesantren. Terlebih lagi, kata dia, terdapat inovasi 'Toko Santri Gayeng' (Tosaga) dalam sistem Ekotren.

"Beliau memiliki segudang program untuk para santri di Jawa Tengah yang tujuannya untuk meningkatkan ekonomi dengan memberdayakan ponpes lewat Ekotren. Salah satunya adalah Toko Santri Gayeng untuk memajukan perekonomian pesantren," kata Andi di Pondok Pesantren Al Mizan, Jalan Raya Entikong, Balai Karangan, Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalbar.

Tosaga sendiri telah diluncurkan dan diresmikan pada tahun 2019 lalu, bertepatan dengan Hari Santri Nasional (HSN). Saat peresmiannya, Ganjar melalui Pemprov Jateng membuka 10 unit Tosaga yang tersebar di wilayah Kabupaten Rembang, Pati, Demak, Semarang, dan Temanggung.

Di Tosaga yang disediakan Ganjar, santri dapat berdaya dengan beragam produk karyanya masing-masing. Misalnya air minum kemasan, makanan ringan, beragam kerajinan, hasil perkebunan, dan peternakan.

Program nyata Ganjar Pranowo menciptakan Ekotren di Jateng juga didukung dengan berbagai pelatihan. Lewat Dinas Koperasi Pemprov Jateng, santri mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan usahanya. Tak sampai di situ, santri juga dibantu dengan pengurusan perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikat halal, dan permodalan.

Belum lagi dengan diterbitkannya Surat Keputusan Gubernur Nomor 450.1/1 tahun 2021 tentang Forum Ekonomi Pesantren. Sebanyak lebih dari 4 ribu pesantren dan ratusan ribu santri di Jateng dapat dengan leluasa mengembangkan Tosaga bersama-sama, sehingga Ekotren terus berkembang.

Ekotren pun menjadi salah satu program yang berperan dalam menurunkan perekonomian di Jateng. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan Jateng turun 0,32 persen poin. Dari sebelumnya penduduk miskin sebanyak 11,25 persen (September 2021), menjadi 10,93 persen (Maret 2022). Ini berarti, penduduk miskin di Jateng berkurang 102,57 ribu orang, dari 3,93 juta jiwa menjadi 3,83 juta jiwa.

baca juga

"Harapannya mudah-mudahan saat Bapak Ganjar Pranowo menjadi presiden di tahun 2024 nanti, program itu (Ekotren hingga Tosaga) bisa diterapkan di seluruh Indonesia," kata Andi.

Atas capaian Ganjar Pranowo itu, Andi menyebut SDG Kalbar akan terus mensosialisasikan sosok mantan anggota DPR RI tersebut ke masyarakat di berbagai daerah Kalbar. Andi berharap, 'Ganjar Pranowo Presiden 2024' dapat terwujud.

"Mudah-mudahan apa yang menjadi program beliau bisa terwujud dan mudah-mudahan beliau menjadi Presiden 2024. Kita akan mensosialisasikan sosok Pak Ganjar kedaerah-daerah untuk mengenalkan beliau kepada masyarakat, khususnya kalangan santri," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satgas Khusus Dibentuk Buntut Kasus Kekerasan Santri di Ponpes Gontor, Ini Tugasnya

Satgas Khusus Dibentuk Buntut Kasus Kekerasan Santri di Ponpes Gontor, Ini Tugasnya

Denpasar | Selasa, 13 September 2022 | 11:17 WIB

STOP Press! Dua Santri Ditetapkan Tersangka Kasus Meninggalnya Santri Dianiaya

STOP Press! Dua Santri Ditetapkan Tersangka Kasus Meninggalnya Santri Dianiaya

Surabaya | Selasa, 13 September 2022 | 10:53 WIB

Mantan Menag Lukman Hakim Sebut Kasus Tewasnya Santri Gontor Kecelakaan, Warganet Bilang Begini...

Mantan Menag Lukman Hakim Sebut Kasus Tewasnya Santri Gontor Kecelakaan, Warganet Bilang Begini...

Malang | Selasa, 13 September 2022 | 09:55 WIB

Terkini

Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia

Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Harga Minyak Stabil, Pemerintah Janji Neraca Perdagangan Tak Tekor pada Juli

Harga Minyak Stabil, Pemerintah Janji Neraca Perdagangan Tak Tekor pada Juli

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?

Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:37 WIB

Di Balik Kemeriahan Lomba 17-an, Napas Ekonomi Akar Rumput yang Menjaga Dapur Tetap Ngebul

Di Balik Kemeriahan Lomba 17-an, Napas Ekonomi Akar Rumput yang Menjaga Dapur Tetap Ngebul

Bogor | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:36 WIB

BBM Mulai Normal, 47 SPBU di Flores Kembali Beroperasi Setelah Gempa

BBM Mulai Normal, 47 SPBU di Flores Kembali Beroperasi Setelah Gempa

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Kecelakaan Tunggal Mobil Suzuki Carry Terjun ke Jurang di Ciamis, Ini Kronologi Lengkapnya

Kecelakaan Tunggal Mobil Suzuki Carry Terjun ke Jurang di Ciamis, Ini Kronologi Lengkapnya

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:34 WIB

Belanja Pakai BRImo di Bazaar Pesona Merdeka, Pengunjung Bisa Bawa Pulang Hadiah!

Belanja Pakai BRImo di Bazaar Pesona Merdeka, Pengunjung Bisa Bawa Pulang Hadiah!

Bri | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Usai Upacara HUT RI ke-81, Prabowo Panggil Semua Komandan: Menghadap Saya, Kerjakan

Usai Upacara HUT RI ke-81, Prabowo Panggil Semua Komandan: Menghadap Saya, Kerjakan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Kendal Tornado FC Disambut Dua Laga Tandang, Ini Komentar Stefan Keeltjes

Kendal Tornado FC Disambut Dua Laga Tandang, Ini Komentar Stefan Keeltjes

Jawa Tengah | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:23 WIB

Tepis Isu Memisahkan Diri, Sultan Banten ke-18 Tegaskan Komitmen Setia pada NKRI

Tepis Isu Memisahkan Diri, Sultan Banten ke-18 Tegaskan Komitmen Setia pada NKRI

Banten | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:20 WIB

×