Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.620.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Produk Inovasi Pupuk Indonesia Tingkatkan Produktivitas Kentang di Karo

Iwan Supriyatna

Rabu, 14 September 2022 | 12:41 WIB
Produk Inovasi Pupuk Indonesia Tingkatkan Produktivitas Kentang di Karo
Produk inovasi Pupuk Indonesia Grup terbukti meningkatkan produktivitas tanaman kentang di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Suara.com - Produk inovasi Pupuk Indonesia Grup terbukti meningkatkan produktivitas tanaman kentang di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Produk tersebut berupa pupuk non subsidi dengan nama Petro ZA Plus dan Phosgreen yang diproduksi oleh PT Petrokimia Gresik yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal mengatakan bahwa pemanfaatan pupuk non subsidi ini dilakukan pada demplot (demonstration plot) pada budidaya bibit kentang. Peningkatan produktivitas ini juga diharapkan berdampak positif bagi para petani khususnya di tengah ketidakpastian harga komoditas di pasar.

“Pupuk Indonesia Grup selalu memberikan inovasi dalam pengembangan produk dan layanan serta berkomitmen untuk meningkatkan kepuasan pelanggan salah satunya melalui penyediaan pupuk non subsidi Phosgreen dan ZA Plus yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian khususnya pada tanaman kentang,” demikian ungkap Gusrizal.

Bentuk inovasi Pupuk Indonesia, dikatakan Gusrizal juga tidak terbatas hanya pada pupuk. Perseroan juga memberikan layanan uji tanah secara gratis kepada petani. Tujuannya, agar para petani mengetahui unsur hara tanah dalam menentukan rekomendasi pemupukan yang tepat sesuai spesifikasi lokasi.

Selanjutnya, Pupuk Indonesia Grup juga mengimplementasikan sistem digitalisasi dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap customer atau stakeholder dalam hal ini petani. Sistem digital yang diterapkan BUMN sektor pupuk ini antara lain Retail Management System (RMS) atau aplikasi Rekan, hingga Distribution Planning Center System (DPCS).

“Semoga kegiatan ini menjadi salah satu momentum bagi petani Indonesia untuk meningkatkan daya saing untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo mengungkapkan pupuk non subsidi hasil inovasi ini menjadi alternatif pilihan petani agar tidak melulu bergantung pada pupuk bersubsidi. Pasalnya, pupuk non subsidi Petro ZA Plus dan Phosgreen ini terbukti meningkatkan produktivitas budidaya kentang.

Dari hasil demplot, jumlah rata-rata umbi per tanaman kentang sebanyak 26 umbi, dengan bobot sekitar 1,39 kilogram (kg), sehingga estimasi total panen mencapai 30 ton per hektar. Sedangkan, pada budidaya petani sebelumnya hanya diperoleh rata-rata ubi per tanaman seberat 1 kg atau estimasi total panen sekitar 22 ton per hektar. Artinya ada peningkatan produktivitas sekitar 8 ton per hektar.

“Saya berharap budidaya demplot yang telah kita laksanakan selama 3,5 bulan ini dapat diduplikasi oleh petani kentang lain di Kabupaten Karo, maupun petani di Sumatera Utara sehingga manfaat dari produk terbaik Petrokimia Gresik ini dapat menjangkau lebih luas lagi, dan mampu mendorong pertumbuhan perekonomian daerah,” kata Dwi Satriyo

baca juga

Adapun rekomendasi pemupukan pada demplot di lahan seluas 0,2 hektar antara lain Petro ZA Plus (100 kg), Phosgreen (100 kg), NPK Phonska Plus (200 kg), ZK (50 kg) dan Petroganik (400 kg). Petrokimia Gresik dalam demplot ini juga memberikan kawalan untuk pengendalian hama.

Petro ZA Plus memiliki kandungan Nitrogen 21%, Sulfur 24%, dan Zinc 1000 ppm. Keunggulan pupuk ini mampu memacu pertumbuhan jumlah anakan, tinggi tanaman, jumlah daun dan menjadikan warna daun tampak lebih hijau. Selain itu juga meningkatkan mutu hasil panen dengan memperbaiki warna, aroma, rasa, dan besar buah/umbi, serta menjadikan tanaman lebih tahan terhadap serangan hama atau penyakit.

Sedangkan Phosgreen, dilahirkan dengan kandungan Fosfat dan Kalsium masing-masing minimal 20%, serta Magnesium minimal 3% yang berfungsi memacu pertumbuhan akar, pembentukan bunga, serta meningkatkan ketahanan hasil panen sehingga mengurangi penyusutan selama penyimpanan. Phosgreen juga diperkaya dengan tambahan unsur hara Sulfur yang dapat meningkatkan mutu hasil panen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aplikasi Rekan Mudahkan Petani Tebus Pupuk di Kios

Aplikasi Rekan Mudahkan Petani Tebus Pupuk di Kios

Bisnis | Selasa, 13 September 2022 | 10:59 WIB

Limbah Batubara Ternyata Bisa Dimanfaatkan untuk Bahan Baku Pupuk

Limbah Batubara Ternyata Bisa Dimanfaatkan untuk Bahan Baku Pupuk

Bisnis | Sabtu, 10 September 2022 | 14:31 WIB

Tingkatkan Kontribusi untuk Negara, Pupuk Indonesia Perkuat Inovasi

Tingkatkan Kontribusi untuk Negara, Pupuk Indonesia Perkuat Inovasi

Bisnis | Jum'at, 09 September 2022 | 15:13 WIB

Terkini

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:19 WIB

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:47 WIB

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:18 WIB

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:31 WIB

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:01 WIB

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:51 WIB

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:18 WIB

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

×