Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Mengenal Quiet Firing dan Quiet Quitting dalam Dunia Kerja

M Nurhadi

Senin, 19 September 2022 | 16:45 WIB
Mengenal Quiet Firing dan Quiet Quitting dalam Dunia Kerja
Ilustrasi resign, berhenti bekerja. (Shutterstock)

Suara.com - Dinamika dunia kerja masa kini memunculkan dua istilah baru, Quiet Quitting dan Quiet Firing. Istilah pertama merujuk pada bekerja sekadarnya, tidak melakukan lebih dari tugas, dan memprioritaskan kehidupan di luar pekerjaan. Sementara itu, Quite Firing merupakan kondisi di mana karyawan dipaksa resign atau bos memecat secara diam-diam. 

Melansir Times of India, istilah Quiet Firing ini muncul dalam budaya kerja modern yang sangat dinamis dan cepat. Kerja sangat sibuk membuat karyawan hanya fokus pada kejaran target.

Akibatnya, mereka sulit menemukan tim yang solid, apalagi atasan dan mentor. Budaya kutu loncat di kalangan pekerja juga membuat pergantian anggota tim berjalan lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Faktor-faktor ini kemudian membuat manajer atau pengambil keputusan tidak terlalu peduli dengan pengembangan karier karyawan.

Alih-alih tumbuh, banyak bos yang kerap kali menurunkan motivasi kerja. Dengan demikian Quiet Firing atau karyawan yang dipaksa resign karena keadaan kerap kali terjadi. Para karyawan merasa tidak berkembang dan memilih resign. Padahal, justru perlakuan bos-lah yang membuat pekerja resign. 

Ada juga manajer yang mencoba menghentikan karyawan untuk mengambil proyek atau posisi tertentu. Mereka mencoba menghalangi karyawan tersebut dan bahkan menghalangi peluang mereka untuk mendapatkan promosi atau kenaikan gaji.

Kadang-kadang, karyawan mengundurkan diri karena mereka merasa bahwa bos bisa memecat sewaktu-waktu. Status dipecat yang tertera dalam CV bisa distigma oleh perusahaan baru sehingga membuat karyawan lebih kesulitan menemukan pekerjaan pengganti. Padahal lingkungan kerja yang sangat melelahkan dan beracun justru membuat mereka tidak produktif. 

Faktor Keterlibatan Manajer 

Manajer mencoba untuk diam-diam memecat karyawan yang tidak bisa dekat dengan dirinya. Sebagai contoh jika karyawan tidak mampu mencapai target kerja tertentu mereka dianggap tidak produktif dan tidak dibutuhkan tanpa mempertimbangkan faktor kesungguhan dalam bekerja. 

baca juga

Bos yang ingin memecat akan mencoba menjauhkan karyawan dengan kasus ini dari tim ketimbang memberi masukan yang jujur tentang kinerja. Mereka mencoba membuat karyawan merasa ditinggalkan, tidak terlibat, dan pada akhirnya membuat karyawan meninggalkan tim dengan sendirinya.

Kondisi ini akan menghindarkan perusahaan dari PHK dengan skema pesangon yang lebih besar. Lagipula, atasan sering tidak memiliki waktu, kesabaran, atau energi untuk memberi masukan kepada karyawan karena target kerja sudah mencekik. 

Quiet Firing bukan hanya budaya kerja yang beracun tetapi juga membuat seorang karyawan benar-benar kehilangan motivasi. Mereka tidak memiliki kepercayaan diri atau harga diri untuk mulai bekerja di tempat kerja yang berbeda karena yang sebelumnya secara tidak langsung memaksa mereka untuk berhenti. Praktik ini harus dihentikan. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Apa Itu Quiet Firing, Kultur Toksik di Dunia Kerja Mirip Quiet Quitting

Mengenal Apa Itu Quiet Firing, Kultur Toksik di Dunia Kerja Mirip Quiet Quitting

Lifestyle | Senin, 19 September 2022 | 12:15 WIB

4 Tanda Orang yang Melakukan Quiet Quitting, Menolak Kerja Berlebihan!

4 Tanda Orang yang Melakukan Quiet Quitting, Menolak Kerja Berlebihan!

Your Say | Minggu, 18 September 2022 | 08:19 WIB

3 Tanda Kamu Harus Resign dari Pekerjaan, Segera Kenali Cirinya!

3 Tanda Kamu Harus Resign dari Pekerjaan, Segera Kenali Cirinya!

Your Say | Minggu, 18 September 2022 | 08:10 WIB

Wapres Dorong Negara-negara G20 Ciptakan Dunia Kerja yang Inklusif

Wapres Dorong Negara-negara G20 Ciptakan Dunia Kerja yang Inklusif

Bisnis | Rabu, 14 September 2022 | 19:41 WIB

Wajib Tahu, Ini 3 Cara Efektif Kelola Talenta Gen Z di Dunia Kerja

Wajib Tahu, Ini 3 Cara Efektif Kelola Talenta Gen Z di Dunia Kerja

Lifestyle | Rabu, 14 September 2022 | 10:15 WIB

Apa Itu Quiet Quitting? Jangan Kaget jika Karyawan Mendadak Resign

Apa Itu Quiet Quitting? Jangan Kaget jika Karyawan Mendadak Resign

Lifestyle | Rabu, 14 September 2022 | 07:00 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×