BI Diprediksi Naikkan Suku Bunga Hingga 5% Pada Akhir Tahun Hingga 2023

M Nurhadi
BI Diprediksi Naikkan Suku Bunga Hingga 5% Pada Akhir Tahun Hingga 2023
ILUSTRASI-Pedagang cabai di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (4/4).

"Sikap moneter yang hati-hati sebagian besar diharapkan mengingat potensi lingkungan risk-off dari perang Rusia dan Ukraina yang berkepanjangan," tulis Bahana Sekuritas.

Suara.com - Bank Indonesia diprediksi kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (bps) pada triwulan IV 2022 dan triwulan I 2023, dan membuatnya berada di angka lima persen pada 2023, setelah kenaikan 50 bps pada September 2022.

"Untuk tahun ini, sikap moneter yang hati-hati sebagian besar diharapkan mengingat potensi lingkungan risk-off dari perang Rusia dan Ukraina yang berkepanjangan," tulis Bahana Sekuritas dalam hasil kajiannya pada Jumat (23/9/2022).

Dot plot The Fed yang dirilis kemarin menunjukkan sikap yang lebih hawkish daripada yang diantisipasi pasar, yang berarti BI perlu tetap waspada.

Sementara, tiap akhir triwulan, Fed memberikan proyeksi arah kebijakan suku bunganya yang terlihat dari dot plot. Setiap titik dalam dot plot tersebut merupakan pandangan setiap anggota The Fed terhadap suku bunga.

Baca Juga: Alasan Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,25 Persen

Pada dot plot yang dirilis, Otoritas Moneter AS mengisyaratkan kenaikan yang lebih besar dalam proyeksi baru yang menunjukkan suku bunga kebijakannya naik menjadi 4,4 persen di akhir tahun ini sebelum mencapai 4,6 persen pada 2023 atau naik dari proyeksi Juni masing-masing sebesar 3,4 persen dan 3,8 persen.

Per Jumat ini, pasar bereaksi negatif setelah pengumuman kenaikan suku bunga kebijakan BI yang lebih besar dari perkiraan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat dibuka naik 0,43 persen dengan arus masuk bersih asing sebesar Rp835 miliar, namun segera anjlok lebih dari 0,4%.

Sementara itu, rupiah relatif stabil di Rp15.023 per dolar AS di tengah depresiasi tajam dalam mata uang negara emerging market atau pasar berkembang.

Bahana Sekuritas menilai kenaikan suku bunga acuan berada di atas ekspektasi konsensus yang memperkirakan kenaikan 25 bps.

Baca Juga: Gubernur Bank Indonesia Sebut Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Hingga September Ini

Penyesuaian suku bunga kebijakan yang lebih besar dari perkiraan tersebut merupakan bagian dari kebijakan BI yang front-loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menopang ekspektasi inflasi dan menormalkan inflasi inti.