Film Dokumenter CISDI di Balik Satu Batang: Menangkal Narasi Cukai Merugikan Petani dan Buruh Tembakau

Iwan Supriyatna

Jum'at, 25 November 2022 | 07:38 WIB
Film Dokumenter CISDI di Balik Satu Batang: Menangkal Narasi Cukai Merugikan Petani dan Buruh Tembakau
Center for Indonesia Strategic Development Initiative (CISDI) meluncurkan Film Dokumenter “Di Balik Satu Batang” di XXI Metropole, Cikini, Jakarta Pusat.

Suara.com - Center for Indonesia Strategic Development Initiative (CISDI) meluncurkan Film Dokumenter “Di Balik Satu Batang” di XXI Metropole, Cikini, Jakarta Pusat. Melalui film ini, CISDI menampilkan potret realita buruh dan petani tembakau dalam ekosistem bisnis rokok.

Project Lead Tobacco Control CISDI sekaligus sutradara dokumenter, Iman Zein mengungkap kerap muncul narasi petani dan buruh tembakau akan terdampak buruk kenaikan cukai tembakau. Tapi ini berbanding terbalik dengan temuan lapangan.

“Di lapangan, para petani mengeluhkan tentang tata niaga yang belum baik. Mereka tidak memiliki kemerdekaan menentukan harga. Belum lagi faktor cuaca yang kadang membuat petani gagal panen. Jadi, kerugian mereka tidak ada hubungannya dengan cukai. Malah jika dialokasikan dengan tepat, Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) justru berdampak baik untuk petani,” ungkap Iman.

Hal ini dikonfirmasi Sukiman dan Istanto yang dulunya bekerja sebagai petani tembakau. Kini keduanya memilih menanam secara multikultur.

“Harga rokok naik terus, tapi harga daun tembakaunya segitu saja. Ini membingungkan para petani. Kami juga ingin sejahtera. Tapi realitanya, kesejahteraan petani dan industri terasa sekali kesenjangannya,” tutur Sukiman.

Pada kesempatan yang sama, Istanto juga menerangkan tentang kesejahteraan petani yang meningkat setelah melakukan diversifikasi pertanian.

“Dulu sempat ada kemarau panjang. Banyak petani tembakau merugi karena alami gagal panen, bahkan sampai ada yang menjual tanah pertaniannya. Keresahan ini berakhir ketika kami sudah beralih tanam. Di luar dugaan, tanaman seperti buncis, cabe yang ditanam penduduk lokal sudah bisa ekspor. Proses alih tanam ini dibantu dari DBHCHT setelah kita bersurat ke Presiden,” jelas Istanto.

Pro-kontra kenaikan cukai selalu terjadi setiap tahun. Kesejahteraan petani dan pekerja industri tembakau selalu dibenturkan dalam perdebatan cukai rokok. Yurdhina Meilissa, Chief Strategist CISDI, juga turut mempertanyakan kebenaran narasi tersebut. Menurutnya hampir setiap tahun Kementerian Keuangan konsisten menaikan cukai tembakau namun produksi rokok tidak mengalami penurunan, malah cenderung meningkat.

“Tahun lalu, produksi rokok di Indonesia meningkat sampai 7,27%. Tahun 2020, Indonesia memproduksi 298,4 miliar batang, namun tahun 2021 produksi rokok naik hingga 320,1 miliar batang. Padahal, di tahun itu cukai rokok naik rata-rata 12,5%. Jadi mana buktinya industri akan merugi jika cukai rokok dinaikan?” tutur Yurdhina.

baca juga

Senada dengan Yurdhina, Founder & CEO CISDI, Diah Satyani Saminarsih, yang juga merupakan Eksekutif Produser film Di Balik Satu Batang, juga berharap agar narasi terkait buruh dan petani tembakau tidak hanya jadi slogan untuk membendung kenaikan cukai tembakau.

“Berdasarkan hasil kajian CISDI tahun 2021, kenaikan cukai rokok hingga 45%, tetap dapat berdampak nett positif pada kondisi perekenomian Indonesia. Baik itu meningkatnya pendapatan negara maupun bertambahnya lapangan pekerjaan. Tujuan melandaikan prevalensi perokok juga akan tercapai. Jadi, seharusnya tidak perlu ada keraguan lagi dalam menaikan cukai tembakau,” tutur Diah.

Peluncuran premiere film dokumenter “Di Balik Satu batang” turut dihadiri Febrio Nathan Kacaribu sebagai representasi Kementerian Keuangan yang baru-baru ini mengumumkan kenaikan cukai tembakau rata-rata 10% untuk 2023 dan 2024.

Di akhir sesi diskusi film, Diah Saminarsih menyatakan bahwa film dokumenter ini membuka mata kita untuk melihat sisi lain dari para pekerja di sektor pertembakauan.

“Ternyata di balik satu batang rokok terdapat realita kehidupan petani tembakau yang sesungguhnya. Masih banyak PR, terutama dalam kebijakan pengendalian tembakau, yang harus diselesaikan. Keterlibatan multisektor sangat diharapkan agar tidak ada lagi kesalahan dalam pengambilan kebijakan,” tutup Diah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apkasindo Khawatir Kampanye Negatif-Intervensi Lembaga Asing Ganggu Industri Sawit dan Tembakau

Apkasindo Khawatir Kampanye Negatif-Intervensi Lembaga Asing Ganggu Industri Sawit dan Tembakau

Bisnis | Rabu, 23 November 2022 | 22:47 WIB

Indonesia Butuh Terobosan Bikin Regulasi yang Berbeda soal Rokok Elektrik

Indonesia Butuh Terobosan Bikin Regulasi yang Berbeda soal Rokok Elektrik

Bisnis | Rabu, 16 November 2022 | 20:33 WIB

Pekerja Industri Hasil Tembakau Protes Kenaikan Cukai Rokok

Pekerja Industri Hasil Tembakau Protes Kenaikan Cukai Rokok

Bisnis | Minggu, 13 November 2022 | 20:03 WIB

Terkini

Terios Edisi Spesial Jadi Taktik Daihatsu Kerek Penjualan di GIIAS Semarang 2026

Terios Edisi Spesial Jadi Taktik Daihatsu Kerek Penjualan di GIIAS Semarang 2026

Otomotif | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:45 WIB

IHSG Ditutup Anjlok Setelah Reshuflle Kabinet, Nyaris ke Level 5.900

IHSG Ditutup Anjlok Setelah Reshuflle Kabinet, Nyaris ke Level 5.900

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:44 WIB

Cara Klaim Presale Guardian Run 2026 Lewat BRImo

Cara Klaim Presale Guardian Run 2026 Lewat BRImo

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:44 WIB

Lelah Jadi Konselor Gratisan Pasangan? Waspada Taktik Weaponized Incompetence!

Lelah Jadi Konselor Gratisan Pasangan? Waspada Taktik Weaponized Incompetence!

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:41 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal dengan Sol Melengkung, Bikin Langkah Kaki Lebih Enteng

3 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal dengan Sol Melengkung, Bikin Langkah Kaki Lebih Enteng

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Sinopsis The Silent Storm, Dracin Kriminal Thriller Dibintangi Jing Bo Ran

Sinopsis The Silent Storm, Dracin Kriminal Thriller Dibintangi Jing Bo Ran

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Apakah Kulkas Baru Tidak Boleh Langsung Dinyalakan? Ini Bahaya dan Cara Mencegahnya

Apakah Kulkas Baru Tidak Boleh Langsung Dinyalakan? Ini Bahaya dan Cara Mencegahnya

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Usai Tabrakan KA, KAI Rombak Total Sistem Keselamatan Stasiun Bekasi Timur

Usai Tabrakan KA, KAI Rombak Total Sistem Keselamatan Stasiun Bekasi Timur

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Sinopsis Merry Berry Love: Kisah Cinta di Kebun Stroberi, Tayang 7 Oktober

Sinopsis Merry Berry Love: Kisah Cinta di Kebun Stroberi, Tayang 7 Oktober

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Dorong Keterampilan Digital Pengusaha Perempuan, Platform Ini Hadirkan Pelatihan Gratis

Dorong Keterampilan Digital Pengusaha Perempuan, Platform Ini Hadirkan Pelatihan Gratis

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:29 WIB

×