5 Saham Ini Diklaim Bisa Jadi Pelita di Tengah Ekonomi Gelap Gulita

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 11 Januari 2023 | 11:31 WIB
5 Saham Ini Diklaim Bisa Jadi Pelita di Tengah Ekonomi Gelap Gulita
Ilustrasi Trading Saham.

Suara.com - Kondisi ekonomi pada tahun 2023 diprediksi banyak orang bakal gelap gulita, kondisi ini pun membuat semua pihak sangat khawatir, begitu juga dengan para investor saham di pasar modal.

Lantas adakah saham yang bisa menjadi andalan para investor ditengah ancaman resesi ekonomi pada tahun ini?

Analis fundamental Kanaka Hita Solvera Raditya Pradana mengatakan ada sejumlah saham yang memang bisa menjadi pelita keuntungan ditengah ancaman ekonomi yang berpotensi gelap gulita, diantaranya;

1. PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS).

Menurut Raditya produsen makanan ringan ini merupakan salah satu emiten dalam sektor yang paling aman dari dampak resesi, karena perseroan sepanjang tahun lalu telah melakukan penambahan chanel distribusi ke Amerika untuk produk biskuik dan Saudi yang merupakan pasar baru untuk produk Tricks.

Sebelumnya, chanel distribusi TAYS sudah meliputi Southeasy Asia, China, Taiwan, Korea, Australia, Middle East. Selain itu, di tahun 2022 TAYS berhasil masuk 800 outlet Burlington USA.

"Kami proyeksikan kondisi fundamental dari TAYS akan meningkat karena didorong oleh peningkatan ekspor dan inovasi-inovasi yang dilakukan," ungkap Raditya dikutip dari analisanya, Rabu (11/1/2023).


2. PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA)

Menurut Raditya KRYA menjadi salah satu emiten IPO 2022 tersukses karena berhasil mencetak return sebesar 340% (per closing 2/1/2023) pasca IPO. Selain itu memiliki fundamental yang ssolid.

baca juga

"Rasio utangnya lebih rendah jika dibandingkan dengan emiten BUMN Karya, sedangkan rasio profitabilitasnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan emiten BUMN Karya. Selain itu KRYA juga mengambil bagian dalam proyek IKN," paparnya.

3. PT Bank Jago Tbk (ARTO)
4. PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB)

Menurut dia katalis kenaikan suku bunga masih berlangsung hingga saat ini dan akan masih terus berlangsung ketika suku bunga acuan tinggi sehingga menjadi katalis positif emiten perbankan, tak terkecuali bank digital.

"Big banks sudah mengalami peningkatan signifikan terkait katalis ini. Bank digital menurut kami “lagging” dalam pergerakannya, namun tidak dengan prospeknya," ungkapnya.

5. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP)

Menurut Raditya ketika suku bunga dan inflasi berhasil dikembalikan ke kondisi semula sebelum krisis, maka emiten konstruksi akan diuntungkan.

"Hal ini dikarenakan emiten konstruksi biasanya memiliki beban bunga tinggi, ketika suku bunga meningkat, maka beban bunga meningkat dan membebani laba bersih yang dihasilka," katanya.

Selain itu PTPP juga memiliki rasio utang terendah jika dibandingkan dengan emiten BUMN Karya lainnya sebesar 199% sedangkan DER BUMN Karya lainnya berkisar di atas 200% sehingga menurutnya risiko bisnisnya paling minimum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelap, Ekonomi Global Pada Tahun Ini Hanya Tumbuh 1,7 Persen Terendah Sejak 32 Tahun

Gelap, Ekonomi Global Pada Tahun Ini Hanya Tumbuh 1,7 Persen Terendah Sejak 32 Tahun

Bisnis | Rabu, 11 Januari 2023 | 10:50 WIB

Koreksi IHSG Makin Parah, Kini Anjlok ke Level 6.595

Koreksi IHSG Makin Parah, Kini Anjlok ke Level 6.595

Bisnis | Rabu, 11 Januari 2023 | 09:19 WIB

Kabar Buruk dari Bank Dunia soal Resesi: Belum Pernah Terjadi Selama Lebih dari 80 Tahun

Kabar Buruk dari Bank Dunia soal Resesi: Belum Pernah Terjadi Selama Lebih dari 80 Tahun

Bisnis | Rabu, 11 Januari 2023 | 06:32 WIB

Terkini

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

×