Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Terobosan Erick Thohir soal Ketegasan Sanksi Klub Diapresiasi

Iwan Supriyatna

Kamis, 20 April 2023 | 17:35 WIB
Terobosan Erick Thohir soal Ketegasan Sanksi Klub Diapresiasi
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. [dok. PSSI]

Suara.com - Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali memuji dan mendukung penuh terobosan yang dilakukan oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang akan menindak tegas klub berupa pengurangan poin saat ada kerusuhan suporter. 

Menurut Akmal, PSSI telah merespon dengan baik aspirasi dari masyarakat setelah beberapa pertandingan terakhir Liga 1 musim 2022/2023 dinodai dengan aksi kurang terpuji dari para penggemar klub, mulai dari kerusuhan hingga menyalakan suar di dalam stadion saat pertandingan. 

“Terobosan yang bagus ya, gagasan-gagasan itu pernah kita sampaikan juga kepada pengurus-pengurusnya, tentunya itu tadi di respon,” kata Akmal Marhali kepada wartawan, Kamis (20/4).

Dikatakan Akmal, Erick Thohir telah mengambil ide-ide tersebut untuk kemajuan sepak bola Indonesia, dan gagasan-gagasan tersebut perlu mendapat dukungan penuh dari semua pihak, baik itu suporter maupun klub. 

“Sekarang Pak Erick mengambil ide ini untuk kemudian dijadikan menjadi salah satu legacy yang dia ingin terapkan di sepak bola Indonesia saat menjadi ketua umum PSSI. Saya pikir ini gagasan yang bagus dan perlu didukung,” ujarnya.

Lanjut Akmal, masyarakat pecinta sepak bola tanah air menaruh harapan besar kepada Erick Thohir agar mampu melakukan eksekusi gagasan besarnya tersebut. Sebab, ia mengaku banyak gagasan bagus tapi sulit untuk dieksekusi oleh para pendahulunya. 

“Permasalahannya adalah di Indonesia itu kadang gagasan doang eksekusinya lemah. Nah sekarang yang kita harapkan bahwa gagasan yang dibawa Pak Erick ini kita dukung bersama, tentunya didukung untuk dieksekusi, dilaksanakan,” harapnya.

Oleh sebab itu, gagasan yang sudah disampaikan Erick Thohir soal pengurangan poin, degradasi hingga larangan bertanding selama-lamanya perlu dimasukkan ke dalam regulasi agar bisa dijadikan rujukan saat terjadi pelanggaran-pelanggaran tersebut. 

“Pertama, harus dimasukkan ke dalam regulasi. Kedua, dimasukkan juga ke dalam kode disiplin PSSI, sehingga bisa dijadikan benar-benar rujukan hukum, bukan cuma sekedar retorika begitu kan," ujar Akmal.

baca juga

"Kalau apa yang disampaikan kemarin semua bagus, gagasan-gagasan yang bisa setidaknya untuk membuktikan bahwa akan ada perubahan di sepak bola kita, tinggal bagaimana dieksekusi saja nanti ke depan,” tambahnya.

Lanjut Akmal, agar gagasan-gagasan Erick Thohir ini berjalan baik dan sukses ke depan, perlu ada langkah-langkah konkret lainnya seperti memberikan edukasi intens kepada para suporter sepak bola Indonesia. 

“Karakter suporter kita ini terdiri dari suku-suku dan bangsa-bangsa, bahkan kemudian ada kerajaan-kerajaan misalkan, sehingga karakternya itu karakter yang kedaerahannya. Ini sangat luar biasa, yang paling penting ke depan adalah bagaimana suporter juga di edukasi,” ungkapnya.

Aknal juga mengingatkan tugas besar klub untuk memberikan perhatian dan pembinaan secara penuh kepada suporter dan setiap klub memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi yang baik kepada para suporternya. 

“Seperti halnya yang tertera dalam undang-undang nomor 11 tahun 2022 undang-undang keolahragaan itu kan. Jadi suporter ini harus diedukasi, kemudian harus diberikan ketegasan kepada mereka ini loh ke depan tidak cuman sekedar diberitakan, tetapi kemudian diajak berbicara kalau kemudian ada kerusuhan dan sebagainya potensi-potensi hukuman yang akan diberikan. Terus kita bangun sepak bola kita ke peradaban baru seperti itu,” jelasnya lagi. 

Terkait dengan wasit-wasit nakal yang masih tetap memimpin pertandingan, Akmal meyakini Erick Thohir memamtau pergerakan mereka dan jaringan-jaringan mafia yang selalu melakukan match fixing, hingga sangat gampang untuk memutus rantai mafia bola di Indonesia.

“Pak Erick saya yakin tahu jalur mana yang harus dipotong kalau bisa misalnya direktur wasitnya orang luar negeri saja biar nggak bisa diatur,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erick Thohir Minta LIB Segera Urus Izin Kompetisi Liga Indonesia 2023/2024

Erick Thohir Minta LIB Segera Urus Izin Kompetisi Liga Indonesia 2023/2024

Bola | Kamis, 20 April 2023 | 16:53 WIB

Pede Timnas Indonesia U-22 Gondol Emas SEA Games, Waketum PSSI: Faktor Indra Sjafri

Pede Timnas Indonesia U-22 Gondol Emas SEA Games, Waketum PSSI: Faktor Indra Sjafri

Bola | Kamis, 20 April 2023 | 16:34 WIB

Media Vietnam Sebut Erick Thohir Marah karena Disalahkan Justin Hubner Batal Naturalisasi

Media Vietnam Sebut Erick Thohir Marah karena Disalahkan Justin Hubner Batal Naturalisasi

Bola | Kamis, 20 April 2023 | 16:05 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

×