Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Terobosan Erick Thohir soal Ketegasan Sanksi Klub Diapresiasi

Iwan Supriyatna

Kamis, 20 April 2023 | 17:35 WIB
Terobosan Erick Thohir soal Ketegasan Sanksi Klub Diapresiasi
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. [dok. PSSI]

Suara.com - Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali memuji dan mendukung penuh terobosan yang dilakukan oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang akan menindak tegas klub berupa pengurangan poin saat ada kerusuhan suporter. 

Menurut Akmal, PSSI telah merespon dengan baik aspirasi dari masyarakat setelah beberapa pertandingan terakhir Liga 1 musim 2022/2023 dinodai dengan aksi kurang terpuji dari para penggemar klub, mulai dari kerusuhan hingga menyalakan suar di dalam stadion saat pertandingan. 

“Terobosan yang bagus ya, gagasan-gagasan itu pernah kita sampaikan juga kepada pengurus-pengurusnya, tentunya itu tadi di respon,” kata Akmal Marhali kepada wartawan, Kamis (20/4).

Dikatakan Akmal, Erick Thohir telah mengambil ide-ide tersebut untuk kemajuan sepak bola Indonesia, dan gagasan-gagasan tersebut perlu mendapat dukungan penuh dari semua pihak, baik itu suporter maupun klub. 

“Sekarang Pak Erick mengambil ide ini untuk kemudian dijadikan menjadi salah satu legacy yang dia ingin terapkan di sepak bola Indonesia saat menjadi ketua umum PSSI. Saya pikir ini gagasan yang bagus dan perlu didukung,” ujarnya.

Lanjut Akmal, masyarakat pecinta sepak bola tanah air menaruh harapan besar kepada Erick Thohir agar mampu melakukan eksekusi gagasan besarnya tersebut. Sebab, ia mengaku banyak gagasan bagus tapi sulit untuk dieksekusi oleh para pendahulunya. 

“Permasalahannya adalah di Indonesia itu kadang gagasan doang eksekusinya lemah. Nah sekarang yang kita harapkan bahwa gagasan yang dibawa Pak Erick ini kita dukung bersama, tentunya didukung untuk dieksekusi, dilaksanakan,” harapnya.

Oleh sebab itu, gagasan yang sudah disampaikan Erick Thohir soal pengurangan poin, degradasi hingga larangan bertanding selama-lamanya perlu dimasukkan ke dalam regulasi agar bisa dijadikan rujukan saat terjadi pelanggaran-pelanggaran tersebut. 

“Pertama, harus dimasukkan ke dalam regulasi. Kedua, dimasukkan juga ke dalam kode disiplin PSSI, sehingga bisa dijadikan benar-benar rujukan hukum, bukan cuma sekedar retorika begitu kan," ujar Akmal.

baca juga

"Kalau apa yang disampaikan kemarin semua bagus, gagasan-gagasan yang bisa setidaknya untuk membuktikan bahwa akan ada perubahan di sepak bola kita, tinggal bagaimana dieksekusi saja nanti ke depan,” tambahnya.

Lanjut Akmal, agar gagasan-gagasan Erick Thohir ini berjalan baik dan sukses ke depan, perlu ada langkah-langkah konkret lainnya seperti memberikan edukasi intens kepada para suporter sepak bola Indonesia. 

“Karakter suporter kita ini terdiri dari suku-suku dan bangsa-bangsa, bahkan kemudian ada kerajaan-kerajaan misalkan, sehingga karakternya itu karakter yang kedaerahannya. Ini sangat luar biasa, yang paling penting ke depan adalah bagaimana suporter juga di edukasi,” ungkapnya.

Aknal juga mengingatkan tugas besar klub untuk memberikan perhatian dan pembinaan secara penuh kepada suporter dan setiap klub memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi yang baik kepada para suporternya. 

“Seperti halnya yang tertera dalam undang-undang nomor 11 tahun 2022 undang-undang keolahragaan itu kan. Jadi suporter ini harus diedukasi, kemudian harus diberikan ketegasan kepada mereka ini loh ke depan tidak cuman sekedar diberitakan, tetapi kemudian diajak berbicara kalau kemudian ada kerusuhan dan sebagainya potensi-potensi hukuman yang akan diberikan. Terus kita bangun sepak bola kita ke peradaban baru seperti itu,” jelasnya lagi. 

Terkait dengan wasit-wasit nakal yang masih tetap memimpin pertandingan, Akmal meyakini Erick Thohir memamtau pergerakan mereka dan jaringan-jaringan mafia yang selalu melakukan match fixing, hingga sangat gampang untuk memutus rantai mafia bola di Indonesia.

“Pak Erick saya yakin tahu jalur mana yang harus dipotong kalau bisa misalnya direktur wasitnya orang luar negeri saja biar nggak bisa diatur,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erick Thohir Minta LIB Segera Urus Izin Kompetisi Liga Indonesia 2023/2024

Erick Thohir Minta LIB Segera Urus Izin Kompetisi Liga Indonesia 2023/2024

Bola | Kamis, 20 April 2023 | 16:53 WIB

Pede Timnas Indonesia U-22 Gondol Emas SEA Games, Waketum PSSI: Faktor Indra Sjafri

Pede Timnas Indonesia U-22 Gondol Emas SEA Games, Waketum PSSI: Faktor Indra Sjafri

Bola | Kamis, 20 April 2023 | 16:34 WIB

Media Vietnam Sebut Erick Thohir Marah karena Disalahkan Justin Hubner Batal Naturalisasi

Media Vietnam Sebut Erick Thohir Marah karena Disalahkan Justin Hubner Batal Naturalisasi

Bola | Kamis, 20 April 2023 | 16:05 WIB

Terkini

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

×