Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.714

Alasan Menko Luhut Selalu Kedepankan Teknologi China

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Rabu, 31 Mei 2023 | 09:55 WIB
Alasan Menko Luhut Selalu Kedepankan Teknologi China
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan ditemui di Jakarta, Selasa (18/10/2022). [Suara.com/Muhammad Fadil Djailani]

Suara.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kerap sekali menyebut teknologi china dalam investasi dan pembangunan di dalam negeri. Namun, ada alasan tersendiri Menko Luhut selalu berpaling ke China.

Menko Luhut pun kagum melihat kemajuan teknologi China. Hal ini dilihatnya sendiri saat melakukan kunjungan kerja ke negeri tirai bambu tersebut.

Menurut Luhut, kemajuan teknologi dan industri China tidak lepas dari riset dan pengembangan. China rela menggunakan 3,5% pemasukan negara untuk pembiayaan riset dan pengembangan teknologi.

Hal itulah, bilang dia, yang membuat industri dan tekonologi China kekinian sangat maju. Bahkan, Luhut memandang, kemajuan industri dan teknologi China sulit dikejar oleh negera lain.

"China demikian cepat maju dan sulit buat negara manapun untuk mengejar teknologi mereka. Dia memberikan 3,5% dari revenue (pemasukan negara) dia untuk urusan research. Semua yang saya lihat ini sudah digitalize. Semua risetnya begitu canggih, sehingga dia mungkin 6-10 tahun ke depan menjadi yang terdepan dalam berbagai bidang teknologi," ujar Luhut di Jakarta yang dikutip Rabu (31/5/2023).

Dalam lawatannya, Luhut pun sempat mengunjungi 19 titik industri di China. Dia melihat sendiri keberhasilan industri China disebabkan adanya hilirisasi.

"Semua karena downstreaming industry, research-nya bagus, kemudian kerjanya terkoordinasi, terpadu dengan baik. Mereka tidak ada waktu untuk bicara sana sini, mereka fokus pada pekerjaannya," imbuhnya.

Mantan Kepala Staf Presiden ini menambahkan, pemerintah Indonesia kekinian juga fokus pada hilirisasi industri dan pengembangan teknologi. Agar berhasil, Luhut pun mengingatkan agar bisa bekerja dengan terintegrasi dan sesuai kemampuan.

"Jadi bapak ibu sekalian, kalau kita ini semua kompak bekerja, tidak tudingan-tudingan, kita fokus pada bidang kita, itu akan bisa membuat kita bisa transform Indonesia to be better country in the future. Target ini bisa tercapai kalau kita semua fokus pada kerjaan kita masing-masing secara terintegrasi," pungkas Luhut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengangguran Bertitel Sarjana di China Membludak

Pengangguran Bertitel Sarjana di China Membludak

Bisnis | Selasa, 30 Mei 2023 | 12:33 WIB

China Makin Maruk, Tempatkan Tiga Penanda di Laut Cina Selatan dengan Klaim Wilayahnya

China Makin Maruk, Tempatkan Tiga Penanda di Laut Cina Selatan dengan Klaim Wilayahnya

Bisnis | Kamis, 25 Mei 2023 | 10:39 WIB

China Akan Gelar Pertemuan dengan Negara Anggota ASEAN, Bahas Investasi Baru?

China Akan Gelar Pertemuan dengan Negara Anggota ASEAN, Bahas Investasi Baru?

Bisnis | Selasa, 23 Mei 2023 | 08:51 WIB

Terkini

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:56 WIB

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:36 WIB

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:17 WIB

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:00 WIB

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:32 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:56 WIB

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:44 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB

Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?

Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:06 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:02 WIB