Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Manajemen Monyet Jadi Topik Campaign HashMicro, Apa Artinya?

Iwan Supriyatna

Kamis, 08 Juni 2023 | 07:17 WIB
Manajemen Monyet Jadi Topik Campaign HashMicro, Apa Artinya?
Dok Foto: Lusiana Lu, Business Development Director HashMicro.

Suara.com - Baru-baru ini ada pemandangan berbeda ketika Anda menginjakkan kaki di Jakarta lewat Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Tidak jauh dari Pintu Tol Sedyatmo, Anda akan disambut dengan sebuah billboard berukuran besar, menampilkan empat ekor monyet yang berpakaian layaknya karyawan, lengkap dengan plat divisi mereka.

Jika Anda seorang leader di sebuah organisasi, Anda tentu paham rasa frustasi yang dialami pria yang ada di billboard tersebut.

Anda harus bertanggung jawab atas bawahan Anda, memastikan pekerjaan mereka selesai, dan bahkan menyelesaikan pekerjaan tersebut karena mereka tidak mampu melakukannya.

Situasi ini mungkin terjadi setiap hari hingga pekerjaan Anda sendiri terbengkalai. Sementara Anda kehabisan waktu, tim Anda justru kehabisan pekerjaan.

Rupanya, billboard ini merupakan bagian dari campaign yang tengah dijalankan oleh sebuah perusahaan software bisnis bernama HashMicro. Nampaknya, perusahaan yang semula berdiri di Singapura ini makin menunjukkan eksistensinya di Indonesia.

Business Development Director HashMicro, Lusiana Lu, angkat bicara soal campaign ini. Menurut keterangannya, bukan tanpa alasan HashMicro menggunakan visual yang unik ini.

“Kami mengangkat konsep manajemen klasik, monkey management, oleh William Ocken Jr. Tujuannya adalah untuk menunjukkan salah satu masalah produktivitas terbesar di perkantoran,” ungkapnya ditulis Kamis (8/6/2023).

Lusiana melanjutkan, konsep monkey management ini merupakan istilah yang kerap digunakan untuk mendeskripsikan loncatnya tanggung jawab dari bawahan ke atasan akibat individu yang tidak cukup cekatan dalam menyelesaikan masalah.

baca juga

Biasanya hal ini disebabkan oleh terbatasnya sumber daya yang bisa dijadikan acuan untuk mengambil keputusan.

Di perusahaan yang masih bekerja secara tradisional dan manual, “monyet-monyet” di tempat kerja adalah “penyakit” yang bisa berakibat fatal bagi perusahaan.

Karyawan terjebak dalam rutinitas administratif yang berlebihan dan menghambat kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan strategis.

Permasalahan ini seharusnya bisa diselesaikan dengan teknologi. Tetapi, tidak sedikit perusahaan yang mau melakukan perubahan. Karyawan seperti dipaksa menggunakan peta di saat teknologi GPS tersedia.

Monkey management hanyalah bagian kecil dari dampak pekerjaan manual. Ketika perusahaan bergantung pada metode kerja ini, team leader akan kesulitan untuk mendelegasikan pekerjaan dan tanggung jawab dengan baik.

“Tanpa adanya satu sistem yang menjadi single source of truth, tidak akan ada otonomi karyawan. Mereka tidak bisa mengakses data yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat. Keterbatasan akses informasi inilah yang kemudian akan membebani para eksekutif,” ujar Lusiana.

Dengan pola kerja demikian, perusahaan akan dibebani dengan kualitas hasil kerja, akuntabilitas, serta manajemen proyek yang buruk.

Team leader yang seharusnya bisa fokus mengembangkan perusahaan akhirnya menghabiskan waktu dan energi untuk memastikan pekerjaan tim selesai dengan baik.

Dalam skala besar, proses manual dan “monyet” di tempat kerja memiliki dampak yang sangat buruk dan merugikan. Proses manual cenderung dapat mengakibatkan turunnya pendapatan perusahaan akibat manajemen SDM yang buruk, keterlambatan dalam pengambilan keputusan, pengerjaan tugas yang tidak terkoordinasi.

Tidak jarang kesalahan semacam ini juga mengakibatkan hilangnya data penting, pelanggan yang tidak puas, dan bahkan tuntutan hukum.

Selain itu, pertumbuhan perusahaan juga tersendat. Ketergantungan pada proses manual dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk mengefisiensikan operasional atau meningkatkan skala bisnis, karena proses manual seringkali tidak dapat diotomatisasi dan memerlukan sumber daya manusia yang lebih banyak.

Meskipun sudah mengetahui konsekuensi proses manual, perusahaan seringkali menghadapi dilema dalam mengubah sistem kerja menjadi lebih terotomatisasi. Hal ini biasanya terjadi karena perusahaan enggan menghadapi suatu perubahan yang besar atau masih mengandalkan sistem perusahaan yang outdated.

“Menerapkan sistem kerja baru memang tidak selalu mudah. Perusahaan yang selalu bekerja di comfort zone-nya cenderung menolak perubahan sistem karena berpikir akan mengancam kinerja mereka. Tanpa mereka sadari, upaya pengoptimalan pertumbuhan perusahaan justru terhambat karena proses manual yang outdated,” jelas Lusiana.

Melihat potensi kerugian yang disebabkan proses manual, perusahaan perlu menyadari pentingnya mengubah sistem kerja secara keseluruhan. Perusahaan dalam hal ini perlu membantu memaksimalkan potensi karyawan mereka dengan tools yang tepat. Hal ini akan meminimalisir adanya ‘monyet’ di tempat kerja agar produktivitas dan profitabilitas meningkat.

HashMicro hadir sebagai sebuah solusi untuk mengintegrasikan seluruh proses bisnis secara end-to-end. Dengan cara kerja yang otomatis dan sistematis, karyawan terhindar dari pekerjaan administratif yang berlebihan, sehingga bisa fokus pada pekerjaan yang mengasah kemampuan mereka, bereksperimen, sehingga mendukung adanya pembelajaran yang berkelanjutan.

“Singkatnya, HashMicro membantu seluruh stakeholder di perusahaan untuk fokus mengurangi pengeluaran, meningkatkan akurasi bisnis, dan membuka jalan untuk skalabilitas melalui efisiensi operasional,” tutup Lusiana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga lapar, Ratusan Monyet Liar Turun ke Perkampungan di Ngebel, Ponorogo, Jawa Timur

Diduga lapar, Ratusan Monyet Liar Turun ke Perkampungan di Ngebel, Ponorogo, Jawa Timur

Ponorogo | Selasa, 06 Juni 2023 | 17:35 WIB

Bukan Cuma COVID-19, WHO Minta Dunia Harus Siap Hadapi Ancaman Kesehatan Yang Lebih Mematikan

Bukan Cuma COVID-19, WHO Minta Dunia Harus Siap Hadapi Ancaman Kesehatan Yang Lebih Mematikan

Denpasar | Rabu, 24 Mei 2023 | 05:13 WIB

CEK FAKTA: Resmi! Manajemen Arema Umumkan Ciro Alves Sebagai Rekrutan Baru

CEK FAKTA: Resmi! Manajemen Arema Umumkan Ciro Alves Sebagai Rekrutan Baru

Metro | Selasa, 23 Mei 2023 | 12:26 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×