Kuliah Kebinekaan di Pupuk Kaltim, Sukidi Perjuangkan Kesetaraan Dalam Keragaman

Iwan Supriyatna

Selasa, 13 Juni 2023 | 16:07 WIB
Kuliah Kebinekaan di Pupuk Kaltim, Sukidi Perjuangkan Kesetaraan Dalam Keragaman
Kuliah Kebinekaan bertema "Pancasila, Gotong Royong, dan Impian Indonesia Emas 2045".

Suara.com - Di tengah keterkoyakan nilai-nilai moral bangsa ini, kebinekaan harus dirawat, dilestarikan, dan dijunjung tinggi sebagai prinsip moral hidup bersama secara setara dan harmonis.

Hal itu ditegaskan pemikir kebinekaan Sukidi pada Kuliah Kebinekaan bertema "Pancasila, Gotong Royong, dan Impian Indonesia Emas 2045" di hadapan dua ratusan karyawan Pupuk Kaltim, Anak Perusahaan, JVC dan Yayasan yang berlangsung di Kantor Pusat Pupuk Kaltim.

Sukidi mengajak kita untuk menjiwai moto bangsa ini, Bhinneka Tunggal Ika, agar seluruh komponen bangsa mampu membangun mozaik indah kebinekaan Indonesia dengan tali ikatan persatuan dan kesatuan. Indonesia harus selalu berdiri tegak di atas fondasi kemajemukan yang terdiri dari berbagai suku, ras, adat, dan agama.

"Kebinekaan telah menjadi Konsensus bangsa. Jika ada pihak-pihak yang berhasrat untuk merobek-robek konsensus kebinekaan, maka tindakan itu sama saja dengan menghancurkan konsensus kita sebagai bangsa yang berbineka," ujar Sukidi ditulis Selasa (13/6/2023).

Tugas kita, menurut Sukidi, adalah merawat warisan luhur kebinekaan yang telah diletakkan oleh para pendiri bangsa sebagai fondasi nilai untuk memajukan Indonesia yang selalu berdiri tegak dan kokoh di atas kebinekaan.

Untuk itu, Sukidi mengingatkan bahwa kebinekaan hanya dapat berdiri tegak dengan tiga syarat utama: pertama, kebinekaan harus selalu disertai dengan sikap dasar toleransi untuk menumbuhkan tenggang rasa, tepo seliro, dan saling mengharga antar sesama warga, tanpa adanya perbedaan “mayoritas” dan “minoritas” dalam menjaga keutuhan dan keharmonisan bangsa.

“Republik ini didirikan untuk melindungi seluruh warga negara Indonesia,” tegas Sukidi.

Kedua, kebinekaan juga harus disertai dengan etika untuk saling memberikan rasa respek antar sesama warga secara setara (ethic of mutual respect), karena setiap warga selalu memiliki harkat dan martabat kemanusiaan yang wajib dihormati oleh siapa pun.

Terakhir, kebinekaan hanya mungkin tegak jika setiap warga bergotong royong untuk merayakan dan membangun mosaik Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

baca juga

Sebab kebinekaan harus disertai sikap untuk terlibat aktif dalam mewujudkan persatuan dalam keragaman.

“Tiga hal ini harus menjadi pegangan utama dalam merawat dan memajukan kebinekaan Indonesia," papar Sukidi.

Sukidi mengajak keluarga besar Pupuk Kaltim untuk senantiasa membumikan Pancasila, dengan spirit gotong-royong yang menjadi inti Pancasila itu sendiri, untuk menyongsong 100 tahun kemerdekaan Indonesia.

“Falsafah kebinekaan dan Pancasila menjadi bintang penuntun utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Sukidi berpesan agar "Pupuk Kaltim berdiri di garda terdepan untuk menjadi teladan dalam mewujudkan spirit persatuan dalam kebinekaan. Semangat ini hendaknya terus dikedepankan oleh insan perusahaan, guna menjaga keutuhan Indonesia di tengah tantangan bangsa yang kompleks."

Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kaltim Hanggara Patrianta, menyambut positif sekaligus mengapresiasi kuliah kebinekaan oleh Sukidi, guna meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan seluruh insan perusahaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Disampaikan Hanggara, penerapan nilai-nilai Pancasila dan kebinekaan di lingkungan Pupuk Kaltim senantiasa dipegang teguh dalam mendorong peningkatan kinerja perusahaan.

Hal ini ditunjukkan dengan sikap saling dukung dan menghargai keragaman melalui slogan 'Unity in Diversity', yang terus digaungkan dan dijiwai Pupuk Kaltim dalam membangun soliditas dan kolaborasi dengan semangat solidaritas yang tinggi.

"Sebab kekompakan seluruh insan perusahaan menjadi modal utama Pupuk Kaltim menghadapi tantangan, sekaligus menangkap setiap peluang yang ada. Semangat solidaritas, toleransi dan saling menghargai menjadi landasan Pupuk Kaltim agar semakin besar dan kuat yang tertanam melalui jiwa korsa," ungkap Hanggara.

Melalui kegiatan ini Hanggara pun berharap seluruh insan Pupuk Kaltim dapat terus memperkuat kesadaran kebinekaan sebagai bangsa Indonesia, yang senantiasa menjunjung nilai Pancasila serta semangat juang untuk menjadi lebih baik. Hal ini pun menjadi bagian dari komitmen Pupuk Kaltim bagi kemajuan bangsa, dengan memupuk rasa cinta tanah air dan saling menghargai antar sesama khususnya di lingkup perusahaan.

"Pupuk Kaltim telah merepresentasikan spirit kemajemukan, karena seluruh karyawan berasal dari suku, agama dan latar belakang berbeda. Hal ini tidak menjadi penghalang, tetapi justru semakin memperkuat rasa kebersamaan sebagai kesatuan utuh dalam mendukung kemajuan perusahaan, demi menopang ketahanan pangan dan perekonomian nasional," pungkas Hanggara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pupuk Kaltim Komitmen Jaga Lingkungan Kerja Tetap Aman

Pupuk Kaltim Komitmen Jaga Lingkungan Kerja Tetap Aman

Bisnis | Selasa, 13 Juni 2023 | 06:17 WIB

PKT Ikut Dukung Kejurnas Angkat Besi Youth dan Junior Pupuk Indonesia 2023

PKT Ikut Dukung Kejurnas Angkat Besi Youth dan Junior Pupuk Indonesia 2023

Bisnis | Sabtu, 10 Juni 2023 | 07:07 WIB

Pupuk Kaltim Dinilai Jalankan Program TJSL Sesuai ISO 26000

Pupuk Kaltim Dinilai Jalankan Program TJSL Sesuai ISO 26000

Bisnis | Sabtu, 10 Juni 2023 | 07:02 WIB

Terkini

PSSI Naikkan Harga Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026, Paling Murah Rp250 Ribu

PSSI Naikkan Harga Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026, Paling Murah Rp250 Ribu

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Tak Lagi ke Menko Airlangga, Menperin Sarmuji Bakal Lapor Soal Industri ke Bahlil

Tak Lagi ke Menko Airlangga, Menperin Sarmuji Bakal Lapor Soal Industri ke Bahlil

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Over-Explaining di Chat: Takut Salah Paham atau Beban Mental Digital?

Over-Explaining di Chat: Takut Salah Paham atau Beban Mental Digital?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Intoleransi Laktosa? Coba 5 Alternatif Susu Nabati Ini, Lebih Aman di Perut

Intoleransi Laktosa? Coba 5 Alternatif Susu Nabati Ini, Lebih Aman di Perut

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Kemenko PM Ingatkan Santri Jangan Terjebak Pinjol dan Judol: Harta Bukan Tujuan Hidup

Kemenko PM Ingatkan Santri Jangan Terjebak Pinjol dan Judol: Harta Bukan Tujuan Hidup

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Beras Fortifikasi Palsu Beredar, Apa Dampaknya bagi Tubuh dan Seberapa Bahaya?

Beras Fortifikasi Palsu Beredar, Apa Dampaknya bagi Tubuh dan Seberapa Bahaya?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:28 WIB

Kursi DPRD Jakarta Berpeluang Nambah, Baleg DPR Beri Lampu Hijau Revisi UU DKJ

Kursi DPRD Jakarta Berpeluang Nambah, Baleg DPR Beri Lampu Hijau Revisi UU DKJ

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:21 WIB

Masa Depan CR7 Dipertanyakan usai Ngambek Tinggalkan Kamp Latihan, Sinyal Segera Pensiun?

Masa Depan CR7 Dipertanyakan usai Ngambek Tinggalkan Kamp Latihan, Sinyal Segera Pensiun?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Cara Mengetahui Elemen Shio dari Tahun Lahir, Cek Angka Terakhirnya

Cara Mengetahui Elemen Shio dari Tahun Lahir, Cek Angka Terakhirnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Pagar Pamedan Pura Mangkunegaran Ambruk hingga Harus Disangga Bambu, Gegara Ditabrak Mobil

Pagar Pamedan Pura Mangkunegaran Ambruk hingga Harus Disangga Bambu, Gegara Ditabrak Mobil

Surakarta | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:18 WIB

×