Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kontroversi Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar: Pro Deforestasi, Sebut PLTU Bukan Penyebab Polusi

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 16 Agustus 2023 | 09:09 WIB
Kontroversi Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar: Pro Deforestasi, Sebut PLTU Bukan Penyebab Polusi
Menteri KLH, Siti Nurbaya. (Dok: KLHK)

Suara.com - Kualitas udara sangat buruk di kawasan Jabodetabek terus disorot masyarakat dalam satu minggu terakhir. Isu ini juga menjadi topik hangat dalam berbagai diskusi di media sosial, terutama terkait penyebab utama dari penurunan kualitas udara tersebut.

Ucapan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar pada tahun 2021 yang lalu lantas menjadi viral lagi di platform media sosial.

Pasalnya, melalui akun resmi Twitter-nya, politisi dari Partai NasDem ini secara terbuka mendukung tindakan deforestasi untuk mendukung proyek-proyek pembangunan.

"Proyek-proyek besar pada era pemerintahan Presiden Jokowi harus berlanjut tanpa terhambat oleh pertimbangan emisi karbon atau deforestasi," tulis Menteri Siti dalam cuitannya di Twitter pada November 2021.

Ungkapan ini kemudian menuai kecaman dari ribuan warganet, mengingat Siti Nurbaya seharusnya memiliki pandangan pro-lingkungan.

Kondisi mangkraknya lahan singkong di Kalimantan Tengah untuk program lumbung cadangan pangan nasional atau food estate. [Twitter/@gus_raharjo]
Kondisi mangkraknya lahan singkong di Kalimantan Tengah untuk program lumbung cadangan pangan nasional atau food estate. [Twitter/@gus_raharjo]

Media-media internasional juga turut memberitakan tentang cuitan Menteri Siti Nurbaya Bakar. BBC mencatat bahwa pernyataan Siti Nurbaya bertentangan dengan komitmen yang diungkapkan oleh Presiden Jokowi dalam Konferensi Perubahan Iklim ke-26 (COP26).

"Walaupun Presiden Joko Widodo telah menandatangani kesepakatan terkait pelestarian hutan, pernyataan Menteri Siti menggarisbawahi bahwa pembangunan tetap menjadi prioritas utama Indonesia," demikian laporan dari BBC pada Kamis, 5 November 2021.

Media Australia, The Canberra Times, juga mengulas mengenai ketidakjelasan langkah-langkah Indonesia dalam hal deforestasi, mengingat pernyataan Menteri Siti yang datang tak lama setelah Presiden Jokowi berjanji di COP26.

"Menteri Lingkungan Hidup Indonesia menolak rencana global untuk mencapai zero deforestasi pada tahun 2030 sebagai tindakan yang 'tidak sesuai dan tidak adil', hanya beberapa hari setelah negaranya bergabung dengan lebih dari 100 negara dalam komitmen zero deforestasi," begitu laporan dari The Canberra Times.

Setelah mendapatkan kritik yang luas, Menteri Siti Nurbaya lantas mengklarifikasi bahwa Presiden Jokowi mendukung pembangunan dan perlindungan lingkungan harus berjalan sejalan.

"Presiden Jokowi juga menekankan bahwa setiap Kementerian dalam proses pembangunan harus mempertimbangkan dampak lingkungan. Pesan ini sudah diimplementasikan dalam langkah-langkah lapangan yang sedang berlangsung saat ini," tegas Siti Nurbaya Bakar.

Organisasi Greenpeace Indonesia juga pernah mengkritik pernyataan Siti Nurbaya Bakar yang dianggap bertentangan antara kepentingan pembangunan dan perlindungan lingkungan.

Bantah PLTU Penyebab Polusi

Muncul diskusi di media sosial yang menyatakan bahwa penyebab utama polusi udara bukanlah kendaraan bermotor, melainkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Namun, Kementerian LHK membantah hal ini.

Menteri Siti Nurbaya Bakar menyatakan bahwa penyebab utama penurunan kualitas udara adalah kendaraan bermotor, bukan PLTU.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap-siap! DKI Kaji Penerapan Sistem '4 In 1', Begini Penjelasan Gubernur Heru

Siap-siap! DKI Kaji Penerapan Sistem '4 In 1', Begini Penjelasan Gubernur Heru

News | Rabu, 16 Agustus 2023 | 08:25 WIB

Heboh! Jokowi Batuk 4 Minggu Akibat Polusi Udara, Ahli Gizi Saran Konsumsi 4 Makanan Ini

Heboh! Jokowi Batuk 4 Minggu Akibat Polusi Udara, Ahli Gizi Saran Konsumsi 4 Makanan Ini

Lifestyle | Rabu, 16 Agustus 2023 | 08:00 WIB

Kerek Kualitas Udara Jakarta, Pemprov DKI Kaji Efektivitas Sistem 4 in 1

Kerek Kualitas Udara Jakarta, Pemprov DKI Kaji Efektivitas Sistem 4 in 1

Jakarta | Rabu, 16 Agustus 2023 | 06:05 WIB

Jakarta Darurat Polusi Udara, Anies Sebut Penyebabnya PLTU di Sekitar Ibu Kota

Jakarta Darurat Polusi Udara, Anies Sebut Penyebabnya PLTU di Sekitar Ibu Kota

News | Rabu, 16 Agustus 2023 | 04:50 WIB

Heru Budi Sebut Kebijakan WFH Bukan untuk Atasi Polusi Jakarta, Tapi Urai Kemacetan

Heru Budi Sebut Kebijakan WFH Bukan untuk Atasi Polusi Jakarta, Tapi Urai Kemacetan

News | Selasa, 15 Agustus 2023 | 21:29 WIB

Kualitas Udara Berbahaya, Siswa TK-SMP Pontianak Belajar Online Mulai Besok Rabu

Kualitas Udara Berbahaya, Siswa TK-SMP Pontianak Belajar Online Mulai Besok Rabu

Kalbar | Selasa, 15 Agustus 2023 | 21:17 WIB

Terkini

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:37 WIB

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:06 WIB

Respon Maskapai tentang Kebijakan Baru Soal Avtur

Respon Maskapai tentang Kebijakan Baru Soal Avtur

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:55 WIB

OJK Mitigasi Risiko Jelang Keputusan Bobot Indeks MSCI

OJK Mitigasi Risiko Jelang Keputusan Bobot Indeks MSCI

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau Meski Harga Avtur Melambung

Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau Meski Harga Avtur Melambung

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:44 WIB

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:43 WIB

Emiten PPRE Raih Kontrak Proyek Infrastruktur Penunjang Hilirisasi Nikel

Emiten PPRE Raih Kontrak Proyek Infrastruktur Penunjang Hilirisasi Nikel

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:36 WIB

Penerimaan Pajak Naik 20,7 Persen di QI 2026, Purbaya: Ekonomi Alami Perbaikan

Penerimaan Pajak Naik 20,7 Persen di QI 2026, Purbaya: Ekonomi Alami Perbaikan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 19:32 WIB

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 19:03 WIB

Purbaya Ungkap Alasan Defisit APBN Tinggi, Sorot Anggaran Besar BGN

Purbaya Ungkap Alasan Defisit APBN Tinggi, Sorot Anggaran Besar BGN

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 18:55 WIB