Gerak Cepat Upayakan Indonesia Masuk OECD, Menko Airlangga: Keanggotaan Indonesia Bermanfaat bagi Dua Belah Pihak

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 25 Agustus 2023 | 09:47 WIB
Gerak Cepat Upayakan Indonesia Masuk OECD, Menko Airlangga: Keanggotaan Indonesia Bermanfaat bagi Dua Belah Pihak
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Dok: Golkar)

Suara.com - Di depan 28 perwakilan negara anggota OECD di Indonesia, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia memiliki modal yang kuat untuk menjadi anggota OECD. Keanggotaan Indonesia dalam OECD akan memberikan banyak manfaat.

Hal ini dikemukakannya dalam jamuan makan malam bagi negara-negara anggota OECD di Indonesia tersebut, Jakarta, Kamis (24/8/2023).

Pertemuan ini merupakan gerak cepat Menko Airlangga, yang bertujuan untuk mendiseminasikan perkembangan terkini perekonomian Indonesia dan menjaring dukungan bagi proses aksesi Indonesia pada OECD.

"Seluruh duta besar yang hadir, satu-persatu menyatakan dukungan kepada Indonesia. Tentunya Indonesia berbesar hati karena dukungan dari para duta besar ini penting. Pada September ada Pertemuan Tingkat Kepala Perwakilan OECD, yang akan memutuskan apakah usulan Indonesia untuk masuk menjadi anggota OECD diterima oleh seluruh negara. Jumlah negara yang di OECD ada 38,” tutur Menko Airlangga.

Ia menyebut, performa perekonomian Indonesia terjaga solid. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,17% di Kuartal II-2023 atau 5,11% di sepanjang Semester I-2023. Neraca perdagangan melanjutkan tren positif selama 38 bulan berturut-turut, surplus 7,82 miliar Dolar AS, pada Triwulan II 2023.

Menko Airlangga menekankan, perlu kerja sama dan aksi bersama untuk menghadapi tantangan global yang berkembang signifikan. Dinamika geopolitik yang terjadi menciptakan pola kerja sama internasional yang terfragmentasi serta menghambat aliran perdagangan, investasi dunia, dan melemahkan perekonomian dunia.

Dampak pandemi Covid-19 dan krisis finansial global masih dirasakan mayoritas masyarakat global.

Menko Airlangga menambahkan, keanggotaan Indonesia pada OECD akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Bagi Indonesia diperlukan untuk meningkatkan kecepatan dan skala transformasi ekonomi,  untuk mencapai tujuan strategis nasional. Indonesia memerlukan sarana dan pendekatan baru untuk memandu para pembuat kebijakan untuk bergerak maju, terutama dengan menyelaraskan diri dengan tolok ukur internasional.

“Institusi dan pembuat kebijakan di Indonesia akan mendapatkan manfaat dari proses keanggotaan OECD, dalam hal memperkuat penyusunan kebijakan berbasis bukti dan analisis, khususnya pada reformasi lingkungan, sosial dan tata kelola. Selain itu, kebijakan nasional Indonesia akan mampu beradaptasi dengan perubahan struktural yang ada, seperti dekarbonisasi, digitalisasi, teknologi, dan masalah demografi,” ujarnya.

baca juga

Bagi OECD, bergabungnya Indonesia akan memberikan jangkauan global yang lebih luas, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Dengan proyeksi sebagai lima besar perekonomian dunia pada 2045, Indonesia merupakan mitra strategis dalam memperkuat standar dan praktik terbaik OECD.

Kemitraan dengan Indonesia juga untuk memastikan bahwa no one should be left behind, yang mana sejalan dengan misi kunjungan Presiden Joko Widodo ke Afrika minggu ini bertujuan untuk menjalin kemitraan dan peluang kerja sama.

Lebih lanjut Menko Airlangga juga menjelaskan, dengan Indonesia dengan menjadi negara OECD, maka Indonesia dapat lolos dari middle income trap, seperti yang dilakukan Korea Selatan.

“Pertama, Indonesia masuk dalam critical part, periode krisis masuk dalam negara dari 5.000 Dolar AS di akhir tahun depan, untuk mencapai negara pendapatan di atas 10.000 Dolar AS. Waktu kita tidak banyak. Diperkirakan 10 tahun, dan untuk 10 tahun itu, bersamaan dengan adanya bonus demografi. Bersamaan dengan itu, fungsi dari pada investasi dan multilateral trade menjadi penting. Artinya, kita membuka akses terhadap pasar di 38 negara OECD dan juga kita menggunakan best practice standar yang sama,” ungkap Menko Airlangga.

Kegiatan jamuan makan malam tersebut berlangsung hangat, dimana perwakilan negara anggota OECD menyampaikan dukungan terhadap intensi keanggotaan OECD Indonesia. Beberapa negara berkomitmen untuk menyediakan dukungan yang diperlukan bagi Indonesia serta kesediaan berbagi pengalaman dari proses aksesi yang sebelumnya dijalankan.

Dengan kemitraan yang tengah terjalin sebagai key partner OECD sejak 2007, diyakini proses keanggotaan Indonesia akan berjalan lancar.

Hadir dalam pertemuan ini Duta Besar Australia, Duta Besar Belanda, Duta Besar Belgia, Duta Besar Irlandia, Duta Besar Jepang, Duta Besar Kosta Rika, Duta Besar Polandia, Duta Besar Turki, dan Duta Besar Yunani.

Turut hadir perwakilan dari kedutaan besar Amerika Serikat, Austria, Chile, Denmark, Finlandia, Hungaria, Inggris, Italia, Jerman, Kanada, Kolombia, Meksiko, Norwegia, Polandia, Portugal, Prancis, Selandia Baru, Spanyol, Swedia, dan Swiss. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menko Airlangga: Potensi Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Meningkat pada 2023

Menko Airlangga: Potensi Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Meningkat pada 2023

Bisnis | Kamis, 24 Agustus 2023 | 16:34 WIB

Burung dan Bunga, Gimik Politisi Buat Gaet Dukungan di Pilpres 2024?

Burung dan Bunga, Gimik Politisi Buat Gaet Dukungan di Pilpres 2024?

News | Minggu, 20 Agustus 2023 | 20:02 WIB

Bertemu dengan Mendag Kanada, Airlangga Bahas Peningkatkan Kerja Sama Ekonomi

Bertemu dengan Mendag Kanada, Airlangga Bahas Peningkatkan Kerja Sama Ekonomi

Bisnis | Minggu, 20 Agustus 2023 | 11:10 WIB

Perkuat Kerja Sama Indonesia-Singapura, Menko Airlangga Tekankan Pentingnya Inovasi dan Terobosan

Perkuat Kerja Sama Indonesia-Singapura, Menko Airlangga Tekankan Pentingnya Inovasi dan Terobosan

Bisnis | Jum'at, 18 Agustus 2023 | 17:59 WIB

Punya Prestasi Saat Jadi Menteri, Airlangga Hartarto Dinilai Layak Jadi Cawapres Prabowo

Punya Prestasi Saat Jadi Menteri, Airlangga Hartarto Dinilai Layak Jadi Cawapres Prabowo

Bisnis | Kamis, 17 Agustus 2023 | 18:44 WIB

RAPBN Tahun 2024 Diharapkan Akan Mendorong Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

RAPBN Tahun 2024 Diharapkan Akan Mendorong Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Kamis, 17 Agustus 2023 | 13:45 WIB

Terkini

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

×