53 Ribu Desa dan Kelurahan Berada di Daerah Ancaman Bencana

Iwan Supriyatna

Senin, 28 Agustus 2023 | 11:04 WIB
53 Ribu Desa dan Kelurahan Berada di Daerah Ancaman Bencana
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Training of Trainer (ToT) bagi fasilitator tingkat kabupaten wilayah I.

Suara.com - Guna peningkatan kapasitas masyarakat terkait bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Training of Trainer (ToT) bagi fasilitator tingkat kabupaten wilayah I.

Kegiatan fasilitasi untuk membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana tersebut, dibuka langsung oleh Prasinta Dewi, Deputi Bidang Pencegahan BNPB.

Dalam sambutannya, Prasinta Dewi mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan fasilitator tingkat kabupaten/kota dalam melakukan pendampingan masyarakat menghadapi bencana sampai tingkat desa/kelurahan.

“Ada sebanyak 53 ribu desa dan kelurahan yang berada di daerah ancaman bencana dengan 51 juta masyarakat. Karena itu masyarakat di desa atau kelurahan adalah pelaku utama upaya penanggulangan bencana. Sekaligus menjadi kelompok pertama yang menerima dampak bencana. Serta kelompok yang merespon pertama kali jika terjadi bencana. Karena itu perlu difasilitasi guna membangun ketangguhan masyarakat desa dalam menghadapi risiko bencana,” ungkapnya ditulis Senin (28/8/2023).

Kegiatan ini lanjut Prasinta merupakan kegiatan lanjutan, setelah proses rekrutmen fasilitator. Para fasilitator merupakan warga atau masyarakat yang bertempat tinggal di kabupaten/kota yang menjadi lokasi kegiatan.

Para fasilitator akan menjadi aset yang bernilai bagi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk bekerja bersama memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana sampai ke tingkat desa/kelurahan.

Saat ini Pemerintah Indonesia lewat program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP), melaksanakan kerja sama dengan Bank Dunia.

Tujuannya mendukung pembiayaan dan bantuan teknis dalam pelaksanaan proyek investasi strategis peningkatan tata kelola risiko bencana di Indonesia.

Serta mendukung kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami.

baca juga

“Harus dipahami bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana ini, tidak hanya diperkuat di tingkat pusat tetapi juga pemerintah daerah. Proyek IDRIP ini ada di 17 provinsi, 30 kabupaten maupun kota dan 180 desa atau kelurahan. Proyek ini akan memperkuat kapasitas sehingga resiliensi berkelanjutan di tengah masyarakat dapat terwujud,” kata Prasinta.

Pada kesempatan yang sama, Pangarso Suryotomo, Direktur Kesiapsiagaan BNPB mengatakan untuk membangun kesiapsiagaan harus dimulai dari peningkatan kapasitas masyarakat.

BNPB berharap setelah dilakukan berbagai pelatihan, para fasilitator daerah dapat mengimplementasikan materi yang dipelajari selama ToT di wilayah masing-masing.

“Masyarakat adalah garda terdepan dalam penanggulangan bencana. Kegiatan selama 7 hari ke depan bagi para fasilitator kabupaten ini adalah bagian dari upaya BNPB membangun kesiapsiagaan masyarakat. Setelah kegiatan ini, nantinya ada pelatihan untuk masyarakat sebagai fasilitator di 180 desa atau kelurahan terpilih. Kita berharap masyarakat akan semakin tangguh dalam menghadapi bencana,” terangnya.

BNPB menetapkan konsep Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk menunjukkan bahwa masyarakat turut berperan aktif dalam proses pengurangan risiko bencana. Masyarakat tidak hanya sebagai objek melainkan subjek dalam penanggulangan bencana.

Menurut Pangarso, peran masyarakat yang dibentuk melalui Destana sangat penting dan strategis, khususnya dalam menyebarkan informasi maupun edukasi bencana sehingga dapat memperkuat kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.

Sebagai informasi kegiatan ToT Fasilitator Kabupaten wilayah I akan berlangsung selama 7 hari ke depan.

Mulai 22-28 Agustus 2023. Diikuti oleh 60 orang fasilitator tingkat Kabupaten/kota dari dari Banten, Lampung, Bengkulu, dan Sumatera Barat.

Sebelumnya kegiatan ToT untuk wilayah II dan III sudah selesai dilaksanakan pada 7-14 Agustus 2023 di Bali dan Manado.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Terbakar, Upaya Pemadaman TPA Sarimukti Masuki Hari ke-8

Masih Terbakar, Upaya Pemadaman TPA Sarimukti Masuki Hari ke-8

Foto | Minggu, 27 Agustus 2023 | 00:33 WIB

Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Banten

Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Banten

Foto | Sabtu, 26 Agustus 2023 | 18:57 WIB

Nasi Goreng Titik Kumpul Ala BPBD Kota Mataram, Ini Artinya Saat Bencana

Nasi Goreng Titik Kumpul Ala BPBD Kota Mataram, Ini Artinya Saat Bencana

Bali | Rabu, 23 Agustus 2023 | 18:21 WIB

Terkini

Demokrat Soroti Kasus Penyadapan yang Seret Eks Kapolri: Siapa Dalangnya dan Apa Motifnya?

Demokrat Soroti Kasus Penyadapan yang Seret Eks Kapolri: Siapa Dalangnya dan Apa Motifnya?

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:49 WIB

Amanda Manopo Kembali Lewat Series Pay Later 2, Hadirkan Isu Judol hingga Romansa Manis

Amanda Manopo Kembali Lewat Series Pay Later 2, Hadirkan Isu Judol hingga Romansa Manis

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 14:49 WIB

Gerindra Sebut Penyadapan Terhadap Presiden Adalah Insubordinasi, Perlu Didalami Upaya Makar

Gerindra Sebut Penyadapan Terhadap Presiden Adalah Insubordinasi, Perlu Didalami Upaya Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:48 WIB

Polisi Ungkap Hasil Tes DNA 15 Fragmen Tulang Pembunuhan Ibu dan Anak Madiun

Polisi Ungkap Hasil Tes DNA 15 Fragmen Tulang Pembunuhan Ibu dan Anak Madiun

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 14:48 WIB

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Apresiasi Peraih Perak Youth Olympic Games 2026

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Apresiasi Peraih Perak Youth Olympic Games 2026

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 14:46 WIB

SEG Restorasi 325 Hektare Hutan Halimun Salak, 120 Ribu Pohon Bakal Ditanam

SEG Restorasi 325 Hektare Hutan Halimun Salak, 120 Ribu Pohon Bakal Ditanam

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 14:45 WIB

Berijazah tapi Mati Rasa: Saat Kuliah Cuma Jadi Syarat Cari Kerja

Berijazah tapi Mati Rasa: Saat Kuliah Cuma Jadi Syarat Cari Kerja

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 14:45 WIB

Mengapa Kerusakan Hutan Ancam Keberlangsungan Ritual Adat Masyarakat Sihaporas?

Mengapa Kerusakan Hutan Ancam Keberlangsungan Ritual Adat Masyarakat Sihaporas?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 14:44 WIB

Keberadaan Teddy Indra Wijaya Dicari-cari Publik Usai Skandal Penyadapan Prabowo

Keberadaan Teddy Indra Wijaya Dicari-cari Publik Usai Skandal Penyadapan Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:44 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Dihujat? Ini Kronologi Kontroversi hingga Boikot Berbagai Acara

Kenapa Raffi Ahmad Dihujat? Ini Kronologi Kontroversi hingga Boikot Berbagai Acara

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 14:40 WIB

×