Mengenal Dedolarisasi, Upaya Berbagai Negara Lepas dari Pengaruh Dolar AS

M Nurhadi

Selasa, 29 Agustus 2023 | 08:00 WIB
Mengenal Dedolarisasi, Upaya Berbagai Negara Lepas dari Pengaruh Dolar AS
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Fenomena dedolarisasi kini mulai menjangkit negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Wacana dedolarisasi ini pun mulai disikapi dengan serius oleh Indonesia. Dijelaskan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo beberapa waktu lalu, pengertian dedolarisasi adalah tidak lagi menggantungkan perdagangan internasional bagi tiap-tiap negara dengan mata uang dolar. 

Indonesia sudah memulai langkah dedolarisasi dengan menggenjot mata uang lokal atau local currency transaction (LCT) dalam perdagangan dengan negara mitra.

“Kata dasarnya dedolarisasi, artinya menggunakan mata uang selain dolar," ujarnya dalam konferensi pers April 2023 lalu. Hal yang sama juga banyak dilakukan oleh mitra dagang Indonesia. Hal ini juga bertujuan untuk mengurangi hubungan terhadap mata uang tunggal yakni dolar Amerika Serikat. 

Sementara itu, melansir Kemenkeu Learning Center disebutkan diskursus mengenai dedolarisasi, yaitu upaya menghilangkan/mengurangi penggunaan dolar Amerika Serikat oleh ekonomi suatu negara, dimulai sejak pertengahan tahun 2022 lalu.

Strategi dollar weaponisation yang dilakukan Amerika Serikat dengan membekukan lebih dari USD 300 miliar cadangan devisa Rusia dan mengeluarkan negara tersebut dari jaringan perbankan global (SWIFT) tidak berhasil menghentikan invasi Rusia ke Ukraina.

Sebaliknya, strategi tersebut direspon Rusia dengan menghentikan penggunaan mata uang USD untuk transaksi bilateral dengan negaranegara pendukungnya, termasuk Tiongkok, Brazil, dan India.

Tren dedolarisasi juga menjalar ke negara-negara lain, termasuk Indonesia. Tingginya tingkat inflasi dan tumbangnya beberapa bank memicu kekhawatiran akan stabilitas pasar keuangan Amerika Serikat. Dedolarisasi kemudian dianggap sebagai langkah yang perlu untuk meminimalisir efek rambatan ketidakpastian pasar keuangan global.

Di Indonesia, Bank Indonesia dalam beberapa waktu terakhir terlihat cukup gencar mengakselerasi penggunaan Local Currency Settlement (LCS) untuk mengurangi ketergantungan terhadap USD.

Namun demikian, tren dedolarisasi sepertinya belum mampu mengguncang supremasi USD sebagai mata uang global. Data IMF menunjukkan bahwa porsi cadangan devisa dalam mata uang USD hanya sedikit mengalami penurunan, dari 58.80% pada akhir kuartal IV 2021 menjadi 58.36% pada kuartal IV 2022.

baca juga

Menariknya, penurunan ini tidak diimbangi penguatan porsi mata uang utama lainnya. Porsi cadangan devisa dalam mata uang Euro (mata uang terkuat kedua setelah USD) justru mengalami penurunan sebesar 0.12% dalam periode yang sama.

Demikian halnya dengan porsi mata uang Renminbi yang turun sebesar 0.11% dan Yen yang turun 0.01%. Kenaikan terbesar dialami mata uang lainnya, yakni naik sebesar 0.34%. Data ini menunjukkan bahwa dominasi USD masih belum tergoyahkan.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dolar AS Ditinggalkan di Kawasan ASEAN, Langkah Menuju Kemandirian Ekonomi?

Dolar AS Ditinggalkan di Kawasan ASEAN, Langkah Menuju Kemandirian Ekonomi?

Your Say | Sabtu, 26 Agustus 2023 | 11:29 WIB

Berlaku November, Eksportir Tak Simpan Dolar di RI Bakal Kena Sanksi

Berlaku November, Eksportir Tak Simpan Dolar di RI Bakal Kena Sanksi

Bisnis | Jum'at, 25 Agustus 2023 | 15:29 WIB

Selamat Tinggal Dolar! RI, Malaysia dan Thailand Sepakat Pakai Uang Lokal

Selamat Tinggal Dolar! RI, Malaysia dan Thailand Sepakat Pakai Uang Lokal

Bisnis | Jum'at, 25 Agustus 2023 | 14:06 WIB

Penggunaan Dolar AS Antar Negara BRICS Turun Drastis, Keuntungan Naik Enam Kali Lipat

Penggunaan Dolar AS Antar Negara BRICS Turun Drastis, Keuntungan Naik Enam Kali Lipat

Bisnis | Rabu, 23 Agustus 2023 | 11:47 WIB

Nilai Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS, Risiko Masih Mengintai

Nilai Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS, Risiko Masih Mengintai

Bisnis | Rabu, 16 Agustus 2023 | 10:14 WIB

Sentimen Internal Positif, Kurs Rupiah Tertekan Karena Data Inflasi AS

Sentimen Internal Positif, Kurs Rupiah Tertekan Karena Data Inflasi AS

Bisnis | Jum'at, 11 Agustus 2023 | 09:57 WIB

Terkini

Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka

Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka

Sumbar | Senin, 28 September 2026 | 12:48 WIB

Temuan Kamar Mewah Ala Apartemen di Lapas Cibinong, Ombudsman Beberkan Misteri Sosok Penghuninya

Temuan Kamar Mewah Ala Apartemen di Lapas Cibinong, Ombudsman Beberkan Misteri Sosok Penghuninya

Video | Senin, 28 September 2026 | 12:47 WIB

Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, KPK Siap Terlibat jika Ada Indikasi Tipikor

Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, KPK Siap Terlibat jika Ada Indikasi Tipikor

News | Senin, 28 September 2026 | 12:46 WIB

Pergoki Pencuri Masuk Rumah, Telinga Nenek Maryati di Jaktim Robek Digigit Pelaku

Pergoki Pencuri Masuk Rumah, Telinga Nenek Maryati di Jaktim Robek Digigit Pelaku

News | Senin, 28 September 2026 | 12:44 WIB

Bahaya Terselubung Investasi Rp30,4 Triliun Microsoft: Jangan Sampai Bumi Kita yang Haus!

Bahaya Terselubung Investasi Rp30,4 Triliun Microsoft: Jangan Sampai Bumi Kita yang Haus!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:43 WIB

Bongkar Dugaan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Ditjen Pas Periksa Ferdy Sambo

Bongkar Dugaan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Ditjen Pas Periksa Ferdy Sambo

News | Senin, 28 September 2026 | 12:39 WIB

Dituding Nikmati Lapas Mewah, Ini Alasan Kemenimipas Soal Bingkai Foto Koruptor Jimmy Masrin

Dituding Nikmati Lapas Mewah, Ini Alasan Kemenimipas Soal Bingkai Foto Koruptor Jimmy Masrin

News | Senin, 28 September 2026 | 12:39 WIB

Mau Bagaimanapun, Mindfulness Tidak Bisa Memperbaiki Dunia yang Membuat Kita Cemas

Mau Bagaimanapun, Mindfulness Tidak Bisa Memperbaiki Dunia yang Membuat Kita Cemas

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:30 WIB

Bagaimana Cara Memilih Sampo Khusus Uban yang Cocok untuk Kulit Kepala Sensitif?

Bagaimana Cara Memilih Sampo Khusus Uban yang Cocok untuk Kulit Kepala Sensitif?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 12:30 WIB

Joey Pelupessy Tak Sabar Tumpas Timnas Malaysia Malam Ini

Joey Pelupessy Tak Sabar Tumpas Timnas Malaysia Malam Ini

Bola | Senin, 28 September 2026 | 12:29 WIB

×