Arti 'Bharat', Nama Baru India yang Kontroversial

M Nurhadi

Jum'at, 08 September 2023 | 10:51 WIB
Arti 'Bharat', Nama Baru India yang Kontroversial
Ilustrasi India. [Amol sonar/Unsplash]

Suara.com - India dikabarkan mengganti nama negara menjadi "Bharat", sebagaimana tertuang dalam undangan makan malam KTT G20, yang memunculkan spekulasi tentang kemungkinan perubahan nama resmi negara tersebut.

Mengutip dari Aljazeera, PM Narendra Modi mungkin akan mengajukan resolusi untuk mengubah nama resmi India menjadi Bharat dalam sidang parlemen khusus.

Perubahan ini menjadi perhatian setelah undangan KTT G20 menyebut Presiden Droupadi Murmu sebagai 'Presiden Bharat' bukan 'Presiden India', meskipun dalam bahasa Inggris, undangan tersebut menggunakan 'Presiden Bharat'. Kantor presiden dan PM Narendra Modi enggan memberikan komentar mengenai perubahan ini.

Beberapa kritikus berpendapat bahwa penggunaan bahasa Bharat dalam undangan tersebut menunjukkan upaya pemerintah untuk mengganti nama negara secara resmi, sejalan dengan ideologi nasionalis Hindu yang dianut oleh PM Narendra Modi, serta dorongan untuk meningkatkan penggunaan bahasa Hindi.

Selama beberapa tahun, pemerintahan nasionalis BJP yang dipimpin oleh Modi telah mengubah nama beberapa kota kolonial dengan tujuan mengatasi warisan kolonial. Dalam bahasa Inggris, India juga disebut sebagai Bharat, Bharata, dan Hindustan.

Pembukaan konstitusi dalam bahasa Inggris menggunakan istilah "Kami, rakyat India," tetapi dalam bagian pertama konstitusi tersebut, dinyatakan bahwa "India, yaitu Bharat, akan menjadi Persatuan Negara-Negara." Dalam bahasa Hindi, sebagian besar konstitusi menggunakan istilah Bharat, kecuali dalam definisi nama negara, yang menyatakan, "Bharat, yaitu India, akan menjadi Persatuan Negara-Negara."

Untuk mengubah nama India menjadi Bharat, perlu dilakukan amandemen konstitusi yang memerlukan persetujuan dua pertiga mayoritas di kedua majelis parlemen.

Beberapa orang berpendapat bahwa perubahan ini diajukan pada waktu yang dapat memunculkan spekulasi, terutama setelah pengumuman sidang parlemen selama lima hari tanpa agenda yang jelas.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi tentang rencana perubahan nama, anggota pemerintah dan BJP telah mengusulkan penggunaan nama Bharat lebih disukai daripada India. Rashtriya Swayamsevak Sangh, induk ideologis BJP, selalu mengidentifikasi negara ini sebagai Bharat.

baca juga

Asal Usul Nama Bharat

Nama India dan Bharat telah ada selama lebih dari dua ribu tahun. Beberapa pendukung nama Bharat berpendapat bahwa "India" adalah pemberian kolonial Inggris, sementara sejarawan berpendapat bahwa nama "India" telah digunakan sejak sebelum pemerintahan kolonial.

Asal-usul kata "India" berasal dari nama sungai Indus, yang dalam bahasa Sansekerta disebut Sindhu. Para wisatawan Yunani bahkan mengidentifikasi wilayah tenggara Sungai Indus sebagai "India" sebelum kampanye Alexander Agung di sana pada abad ke-3 SM.

Sementara itu, nama Bharat ditemukan dalam kitab suci kuno India, meskipun beberapa ahli berpendapat bahwa itu lebih mengacu pada identitas sosial dan budaya daripada geografi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Viral 'Polisi Goblok', Kini Gantian Kapolsek Setiabudi Dimaki di Jalur KTT ASEAN

Usai Viral 'Polisi Goblok', Kini Gantian Kapolsek Setiabudi Dimaki di Jalur KTT ASEAN

News | Jum'at, 08 September 2023 | 10:02 WIB

Viral Mobil Polisi Terobos Jalan yang Dilewati Rombongan KTT ASEAN

Viral Mobil Polisi Terobos Jalan yang Dilewati Rombongan KTT ASEAN

Your Say | Jum'at, 08 September 2023 | 07:33 WIB

Aruna Bagikan Cara Terapkan Digital Transformation untuk Nelayan Indonesia di KTT ASEAN 2023

Aruna Bagikan Cara Terapkan Digital Transformation untuk Nelayan Indonesia di KTT ASEAN 2023

Bisnis | Jum'at, 08 September 2023 | 07:22 WIB

KTT ASEAN di Jakarta Selesai, Polisi: Enggak Ada Rekayasa Lalin Lagi

KTT ASEAN di Jakarta Selesai, Polisi: Enggak Ada Rekayasa Lalin Lagi

Jakarta | Jum'at, 08 September 2023 | 06:35 WIB

Megawati Menjamu Ibu Negara 'Cantik' Korsel di Istana Batu Tulis

Megawati Menjamu Ibu Negara 'Cantik' Korsel di Istana Batu Tulis

News | Kamis, 07 September 2023 | 22:30 WIB

Negara ASEAN Belum Manfaatkan RCEP Untuk Tingkatkan Perdagangan

Negara ASEAN Belum Manfaatkan RCEP Untuk Tingkatkan Perdagangan

Bisnis | Kamis, 07 September 2023 | 20:29 WIB

Terkini

Jennie Temukan Kebebasan dan Rumah Tuk Pulang di Lagu Terbaru, Fallen Angel

Jennie Temukan Kebebasan dan Rumah Tuk Pulang di Lagu Terbaru, Fallen Angel

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Kamboja Tutup Markas Penipuan Siber, Tahan Puluhan Ribu Pelaku

Kamboja Tutup Markas Penipuan Siber, Tahan Puluhan Ribu Pelaku

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:05 WIB

APBD Terancam! Warga Sulteng Tuntut Pusat Segera Cairkan Dana Tambang

APBD Terancam! Warga Sulteng Tuntut Pusat Segera Cairkan Dana Tambang

Sulsel | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:01 WIB

BGN Minta Mitra Laporkan Pungli Operasional Dapur Makan Bergizi Gratis

BGN Minta Mitra Laporkan Pungli Operasional Dapur Makan Bergizi Gratis

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:01 WIB

Relung yang Patah: Ketika Melepaskan Menjadi Cara Terakhir untuk Bertahan

Relung yang Patah: Ketika Melepaskan Menjadi Cara Terakhir untuk Bertahan

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Purbaya Bingung Kenapa Masyarakat Masih Demo Meski Pertumbuhan Ekonomi Naik

Purbaya Bingung Kenapa Masyarakat Masih Demo Meski Pertumbuhan Ekonomi Naik

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:59 WIB

261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu

261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:46 WIB

Wacana Percepatan Pemilu Bikin Panas, GCP Bakal Polisikan Budi Arie

Wacana Percepatan Pemilu Bikin Panas, GCP Bakal Polisikan Budi Arie

Jabar | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?

Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?

Sumsel | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Purbaya Klaim Keuntungan Danantara Akan Disetor ke Pemerintah Tahun Ini, Negara Kantongi Rp 120 T

Purbaya Klaim Keuntungan Danantara Akan Disetor ke Pemerintah Tahun Ini, Negara Kantongi Rp 120 T

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:38 WIB

×