Kamboja Tutup Markas Penipuan Siber, Tahan Puluhan Ribu Pelaku

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:05 WIB
Kamboja Tutup Markas Penipuan Siber, Tahan Puluhan Ribu Pelaku
Pemerintah Kamboja menutup 700 markas penipuan siber dan menahan puluhan ribu pelaku kejahatan. (CNA)
baca 10 detik
  • Kamboja menutup lebih dari 700 markas penipuan siber dan mendeportasi 58.266 warga asing.
  • Hampir 30.000 tersangka ditangkap, termasuk 15 pejabat tinggi serta aparat penegak hukum Kamboja.
  • Sindikat penipuan kini mengubah taktik menjadi jaringan kecil yang bersembunyi di pemukiman umum.

Suara.com - Pemerintah Kamboja berhasil meratakan lebih dari 700 kompleks penipuan siber dan mendeportasi 58.266 warga negara asing sepanjang tahun lalu. Langkah drastis ini menandai pergeseran besar strategi keamanan Kamboja dalam membersihkan citra negara dari pusat kejahatan digital global.

Pemberantasan masif ini menjaring hampir 30.000 tersangka, termasuk 15 pejabat tinggi pemerintah serta aparat penegak hukum setempat. Pengkambinghitaman sistemik yang melibatkan orang dalam birokrasi mulai terbongkar secara terbuka ke publik.

Sebanyak 3.400 tersangka dari 29 kewarganegaraan—termasuk warga negara Tiongkok, Vietnam, Australia, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Singapura, hingga Thailand—saat ini mendekam di tahanan untuk menunggu proses peradilan. Operasi ini membuktikan skema penipuan siber Kamboja telah menjerat korban dan pelaku dari berbagai belahan dunia.

Dokumentasi: Personel militer China dan Kamboja dalam latihan militer Naga Emas di desa Svay Chok, provinsi Kampong Chhnang, utara Phnom Penh Kamboja, Kamis, 30 Mei 2024 [Suara.com/VOA]
Dokumentasi: Personel militer China dan Kamboja dalam latihan militer Naga Emas di desa Svay Chok, provinsi Kampong Chhnang, utara Phnom Penh Kamboja, Kamis, 30 Mei 2024 [Suara.com/VOA]

Jaringan kejahatan transnasional menjadikan negara di Asia Tenggara ini sebagai sarang utama pengoperasian manipulasi asmara palsu dan investasi kripto bodong. Para pelaku lapangan di dalamnya terdiri dari kombinasi antara individu yang bekerja secara sukarela hingga korban tindak pidana perdagangan orang.

Tekanan politik yang kian memuncak dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok memaksa aparat Kamboja mengambil tindakan represif. Penutupan ratusan tempat operasi penipuan ini menjadi respons nyata atas desakan internasional tersebut.

Bagaimana Pola Kejahatan Siber Kamboja Berubah Sekarang?

Pembersihan besar-besaran di lokasi utama nyatanya tidak mendistorsi niat para pelaku kejahatan untuk terus beroperasi. Kelompok kriminal kini mengubah strategi secara cerdik agar tetap terlepas dari pantauan aparat penegak hukum.

"Meskipun lokasi berskala besar telah dibersihkan sepenuhnya, kelompok kriminal telah mengubah taktik mereka menjadi kegiatan berskala kecil yang terdesentralisasi, bersembunyi di wisma, kondominium, rumah sewa, kendaraan, dan kedai kopi," kata pemerintah Kamboja, dikutip dari CNA, Minggu (30/8/2026).

Perubahan pola operasi dari kompleks terisolasi menjadi sel-sel kecil di tengah pemukiman warga menyulitkan pelacakan berkala. Aparat kini harus menyisir kawasan komersial hingga tempat tinggal sipil untuk mengendus sisa-sisa sindikat.

baca juga

Sebagai bentuk komitmen global, Kamboja telah mengestradisi tokoh kunci kejahatan siber bernama Chen Zhi ke Tiongkok pada Januari lalu. Pria kelahiran Tiongkok yang memimpin konglomerat Prince Holding Group ini sebelumnya telah dijatuhi sanksi resmi oleh pemerintah Amerika Serikat dan Inggris.

Pemerintah Kamboja melanjutkan tindakan tegasnya pada April dengan menyerahkan Li Xiong, mantan pimpinan Huione Group, kepada otoritas Beijing. Li Xiong dituduh oleh Tiongkok memegang peranan vital dalam jaringan perjudian serta penipuan lintas negara berskala raksasa.

Pertumbuhan pesat kompleks penipuan siber di Kamboja berakar dari menjamurnya kawasan kasino dan pembangunan properti tak terawasi selama beberapa tahun terakhir. Celah hukum serta lemahnya pengawasan dimanfaatkan oleh kelompok kriminal internasional untuk mendirikan markas peretasan dan penipuan berbasis komputer.

Perkembangan jaringan kejahatan ini kian memprihatinkan karena memicu maraknya praktik perdagangan manusia dari berbagai negara untuk dipekerjakan secara paksa. Penindakan tegas yang beruntun dalam setahun terakhir menjadi momentum penting bagi Kamboja untuk memulihkan kedaulatan hukum dan citra wilayahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Sidang Banding Kasus Air Keras Andrie Yunus Disorot: Khawatir Pemecatan Batal Bak Tim Mawar

Sidang Banding Kasus Air Keras Andrie Yunus Disorot: Khawatir Pemecatan Batal Bak Tim Mawar

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer

Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:07 WIB

Terkini

Tanggalkan Teriakan Cadas, Matheo in Rio Sambut Fajar Lewat Single Anyar 'Arunika'

Tanggalkan Teriakan Cadas, Matheo in Rio Sambut Fajar Lewat Single Anyar 'Arunika'

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Perjalanan Futsal dan Konser Musik di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Perjalanan Futsal dan Konser Musik di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Viva Sunscreen Foundation vs Viva Special Day Cream

Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Viva Sunscreen Foundation vs Viva Special Day Cream

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Sujud Mahasiswa Trisakti di Patung Kuda: Mengetuk Pintu Langit Kala Suara Rakyat Tak Didengar

Sujud Mahasiswa Trisakti di Patung Kuda: Mengetuk Pintu Langit Kala Suara Rakyat Tak Didengar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Arti Ayam Berkokok Tengah Malam Jam 11 sampai 2 Malam Menurut Primbon Jawa

Arti Ayam Berkokok Tengah Malam Jam 11 sampai 2 Malam Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Dari Perawatan Kulit hingga Wellness, Korea Selatan Perkenalkan Wisata Kesehatan di Jakarta

Dari Perawatan Kulit hingga Wellness, Korea Selatan Perkenalkan Wisata Kesehatan di Jakarta

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:14 WIB

PLN Siapkan Pasokan Listrik Andal untuk Dukung Infrastruktur Digital Telkom Group

PLN Siapkan Pasokan Listrik Andal untuk Dukung Infrastruktur Digital Telkom Group

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:06 WIB

Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman

Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:50 WIB

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:46 WIB

×