Pemanfaatan Data Geospasial Kini Penting untuk Menuju Indonesia Emas 2045

Achmad Fauzi | Suara.com

Minggu, 24 September 2023 | 10:54 WIB
Pemanfaatan Data Geospasial Kini Penting untuk Menuju Indonesia Emas 2045
Ilustrasi Data (Pexels/Markus Spiske)

Suara.com - Data kini menjadi barang berharga di dunia. Lewat data suatu negara bisa mengambil kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan warga negara itu sendiri, sehingga bisa terukur.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Agung Indrajit mengatakan, untuk menuju Indonesia Emas 2045, data tak bisa diremehkan.

Di acara GeoInnovation Award 2023, di Jakarta, Rabu (20/9/2023), Agung Indrajit menerangkan bahwa perusahaan maupun lembaga ataupun kementerian yang memenangkan penghargaan, telah membuktikan bahwa mereka bisa memanfaatkan data untuk memecahkan permasalahan yang ada.

"Para pionir digital yang hari ini menerima penghargaan atas solusi mutakhir telah menunjukkan potensi analisis lokasi untuk menemukan jawaban atas tantangan-tantangan yang ada, yang mungkin sulit diselesaikan dengan cara tradisional. Para inovator ini terus memfasilitasi transformasi bangsa dan perekonomian kita sebagai persiapan untuk masa depan," ujarnya yang dikutip Minggu (24/9/2023).

Salah satu pemenang penghargaan adalah PT Kideco Jaya Agung (Kideco), anak perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk. Penghargaan diberikan oleh Esri Indonesia sebagai penyelenggara acara, atas capaian penerapan teknologi geospasial untuk meningkatkan dan mengatasi tantangan sosial, ekonomi, sumber daya alam dan lingkungan, serta menjamin keberlanjutan operasional perusahaan.

Direktur Legal and Corporate Affairs PT Kideco Jaya Agung, Arif Kayanto, di acara tersebut menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan inovasi dalam pemanfaatan data geospasial.

Hasilnya, adalah pihaknya bisa dengan cepat menentukan status dan kondisi suatu lahan dari satu titik koordinat.

"Sistem yang kami bangun ini bagian dari semangat kami untuk terus berinovasi. Kami bisa memperoleh informasi secara komprehensif dengan cepat dari status dan kondisi suatu lahan di satu titik koordinat yang kita tentukan. Hal itu mempercepat proses kerja dan pengambilan keputusan, sehingga memastikan kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dengan baik," jelas Arif.

Data geospasial atau ruang kebumian itu sendiri adalah data yang memuat informasi yang berkaitan dengan suatu lokasi di permukaan bumi di titik koordinat tertentu. Dengan data tersebut dapat dilakukan pemetaan dan analisa terkait dengan karakteristik lokasi, demografi, peristiwa di wilayah tertentu, dan lain sebagainya.

Arif menerangkan, Kideco membangun sebuah sistem pemantauan lahan berbasis data geospasial yang mampu memberikan informasi secara real time terkait dengan: pengolahan data survey lahan, kegiatan pembebasan lahan, media komunikasi antar unit kerja, terkait dengan rencana dan aktualisasi kegiatan, pembaruan informasi perizinan lahan serta informasi patroli pengamanan

"Melalui sistem ini akan tercapai keseragaman sumber data, sinkronisasi tujuan antar unit kerja, efektifitas penyampaian informasi, dan kecepatan pengambilan keputusan," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Ditutup Menguat, Tembus Level 7.011

IHSG Ditutup Menguat, Tembus Level 7.011

Bisnis | Rabu, 20 September 2023 | 16:42 WIB

Kurang Gairah di Akhir Pekan, IHSG Ditutup Melemah ke 6.895

Kurang Gairah di Akhir Pekan, IHSG Ditutup Melemah ke 6.895

Bisnis | Jum'at, 25 Agustus 2023 | 16:45 WIB

Ganjar Bicara Gagasan Kemakmuran hingga Kesehatan untuk Berlari Menuju Indonesia Emas 2045

Ganjar Bicara Gagasan Kemakmuran hingga Kesehatan untuk Berlari Menuju Indonesia Emas 2045

Bisnis | Rabu, 23 Agustus 2023 | 12:41 WIB

Terkini

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:50 WIB

Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham

Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:39 WIB

Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global

Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:14 WIB

Pengamat: Penjatahan BBM Subsidi Masih Wajar dan Efektif Tekan Konsumsi Energi

Pengamat: Penjatahan BBM Subsidi Masih Wajar dan Efektif Tekan Konsumsi Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:01 WIB

Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan

Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:56 WIB

125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!

125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:34 WIB

Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS

Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:32 WIB

Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti

Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:27 WIB

Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya

Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:18 WIB

Isu Harga BBM Melejit, Warga Jakarta 'Panic Buying' Pertamax Hingga Ludes!

Isu Harga BBM Melejit, Warga Jakarta 'Panic Buying' Pertamax Hingga Ludes!

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:12 WIB