Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global

Liberty Jemadu

Rabu, 01 April 2026 | 16:14 WIB
Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global
Kebijakan WFH dan efisiensi energi merupakan keniscayaan yang harus diambil pemerintah dalam situasi global saat ini demi menjaga kepentingan nasional. (Freepik)
baca 10 detik
  • Pemerintah mengumumkan delapan transformasi budaya kerja dan hemat energi pada 1 April 2026 guna menjaga kepentingan nasional.
  • Kebijakan mencakup sistem kerja WFH bagi ASN serta pembatasan BBM harian untuk menghemat energi sebesar 20 persen.
  • Pemerintah menjaga stabilitas harga BBM demi melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global saat ini.

Suara.com - Kebijakan 8 Transformasi Budaya Kerja dan Hemat Energi yang baru saja diumumkan pemerintah tak cuma upaya teknis efisiensi energi, tapi jadi reposisi mendasar agar masyarakat terdorong menjalani gaya hidup lebih sehat dan bijaksana.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan mengatakan kebijakan tersebut merupakan keniscayaan yang harus diambil pemerintah dalam situasi global saat ini demi menjaga kepentingan nasional.

“Kebijakan transformasi budaya kerja dan hemat energi adalah suatu keniscayaan yang harus diambil pemerintah. Dan ini adalah langkah yang positif karena bisa menghemat 20 persen penggunaan energi di dalam negeri serta mendorong masyarakat untuk hidup lebih sehat dan bijaksana,” ujar Iwan Setiawan, Rabu (1/4/2026).

Salah satu poin kebijakan ini yaitu penerapan aturan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), yang juga diimbau untuk diikuti oleh sektor swasta. Iwan berpendapat langkah ini adalah jawaban atas tuntutan zaman.

Selain menghemat energi, satu hari tanpa komuter memberikan ruang bagi masyarakat untuk memiliki kualitas waktu yang lebih baik, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas saat mereka kembali bekerja di kantor.

“Fleksibilitas kerja terbukti mampu menurunkan tingkat stres akibat kemacetan, meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance), dan secara mekanis mengurangi beban emisi kendaraan di jam puncak,” katanya.

Poin krusial lain yaitu kebijakan B50 yang mengatur pengisian BBM wajar bagi mobil pribadi sebanyak 50 liter per hari. Aturan ini menjadi kendali agar konsumsi energi berjalan adil dan tepat sasaran.

Bertalian dengan itu, di tengah dinamika global yang menyebabkan fluktuasi harga energi dunia, pemerintah menunjukkan political will yang kuat dengan mengambil keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM baik subsidi maupun nonsubsidi. Iwan berpendapat ini adalah wujud nyata kepedulian negara dalam melindungi daya beli masyarakat.

“Sejauh ini Indonesia adalah negara yang masih stabil dari segi kecukupan dan harga energi dibandingkan negara-negara lain. Ini merupakan bentuk keberpihakan Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran pemerintahan,” ucap Iwan.

baca juga

Iwan mengatakan pemerintah menyadari bahwa energi adalah urat nadi ekonomi. Dengan menjaga stabilitas harga di hulu, pemerintah sedang memasang bantalan ekonomi agar inflasi tetap terkendali dan beban hidup rumah tangga tidak semakin berat.

“Ini adalah komitmen untuk memastikan bahwa transisi energi tidak dilakukan dengan cara yang membebani rakyat, melainkan dengan cara yang melindungi dan menopang kesejahteraan nasional,” tuturnya.

Iwan pun menegaskan kebijakan transformasi budaya kerja dan hemat energi adalah investasi jangka panjang untuk Indonesia. Kendati begitu, ia mengatakan kebijakan ini harus dibarengi dengan penguatan jaring pengaman sosial.

“Bagi masyarakat yang infrastruktur transportasi publiknya belum mapan, pemerintah menyiapkan skema transisi yang adil. Pengawasan ketat di lapangan juga diperlukan agar kebijakan pembatasan BBM dan pengaturan kerja ini tetap menjaga produktivitas rakyat di level yang optimal,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti

Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:27 WIB

Soal WFH ASN Jumat, Legislator PDIP Beri Sindiran: Saya Bingung, Apa Dasarnya Memilih Long Weekend?

Soal WFH ASN Jumat, Legislator PDIP Beri Sindiran: Saya Bingung, Apa Dasarnya Memilih Long Weekend?

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:21 WIB

Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah

Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 13:22 WIB

Sah! Ini SE Aturan Swasta Terapkan WFH Bagi Karyawannya

Sah! Ini SE Aturan Swasta Terapkan WFH Bagi Karyawannya

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 13:14 WIB

Work From Home, Krisis Energi, dan Mimpi Besar Swasembada yang Belum Tuntas

Work From Home, Krisis Energi, dan Mimpi Besar Swasembada yang Belum Tuntas

Your Say | Rabu, 01 April 2026 | 15:00 WIB

Terkini

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

×