Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.830

Deretan Batik Termahal di Indonesia

Achmad Fauzi

Senin, 02 Oktober 2023 | 12:11 WIB
Deretan Batik Termahal di Indonesia
Para pelaku UMKM batik yang ada di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) menerima bantuan.

Suara.com - Hari ini Senin 2 Oktober 2023 Dinobatkan sebagai Hari Batik Nasional. Terlebih Batik sebagai kain tradisional dan warisan yang telah dipakai sejak masa kerajaan lampau.

Batik ini tidak hanya dikenakan untuk acara formal saja, tetapi kekinian batik sering digunakan sebagai asesoris dalam sebuah gelaran fesyen show.

Karena proses pembuatan yang panjang dan penuh ketelitian membuat batik tidak menjadi barang murah. Ada kain batik yang bernilai puluhan hingga ratusan juta, sebab dibuat dengan kerumitan proses, metode, kelangkaan bahan, dan kesetangkupan estetikanya yang tinggi.

Dihimpung dari sumber resmi, berikut beberapa motif batik yang termahal:

Batik Corak Belanda

Batik ini juga lebih dikenal dengan nama, Batik Indo Eropa yang memiliki motif unik diantara motif batik lainnya. Corak batik ini didsarakan pada kultur di Eropa mulai dari motif bunga tulip hingga dongeng.

Batik ini juga dikenalkan oleh perempuan asal Belanda yang membuat motif sendiri, sebab tertarik dengan kain batik. Perempuan asal Belanda itu yaitu, Josephina Von Franquemont yang mulai usaha batik di lereng Gunung Ungaran sekitar tahun 1840-1940. Kain batik ini ditaksir senilai ratusan juta rupiah.

Batik Hokokai

Batik ini memiliki corak bunga seperti bunga sakura dan serunai. Motif batik ini ditemukan dan dibuat ketika masa penjajahan Jepang. Nama Hokokai sendiri itu sebagai empat penghimpunan tenaga rakyat, baik secara lahir maupun batin

baca juga

Pada zaman dahulu, batik ini hanya digunakan oleh masyarakat kurang mampu, tetapi kekinian batik ini bisa ditaksir seharga puluhan juta.

Batik Halus Cirebon

Batik ini berasal dari namanya, sesuai dari namanya. Batik ini memiliki corak motif batik mega mendung-nya yang prosesnya pembuatannya yang rumit dan butuh kesabaran tingkat tinggi. Harga batik Halus Cirebon ditaksi sekitar Rp 30 jutaan.

Batik Tiga Negeri

Seperti dilansir dari situs Kemenparekrah, Batik Tiga Negeri dibuat dari hasil penggabungan atau akulturasi tiga budaya, yaitu Tionghoa, Jawa, dan Belanda. Adapun, motif ini didominasi palet merah (Tionghoa), biru indigo (Belanda), dan warna coklat Soga.

Daerah penghasil Batik Tiga Negeri berada di Lasem, Rembang, Jawa Tengah, di mana harganya dibanderol sekitar jutaan rupiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelatihan Membatik Ecoprint dengan Teknik Pounding Dapat Antusiasme Tinggi dari Warga di Desa Ketawang Laok

Pelatihan Membatik Ecoprint dengan Teknik Pounding Dapat Antusiasme Tinggi dari Warga di Desa Ketawang Laok

Bisnis | Sabtu, 30 September 2023 | 14:22 WIB

Jasa Tata Rias MUA Perlu Ditopang Strategi Bisnis yang Mumpuni

Jasa Tata Rias MUA Perlu Ditopang Strategi Bisnis yang Mumpuni

Bisnis | Sabtu, 30 September 2023 | 14:14 WIB

Profil Sony Tulung, Eks Presenter Family 100 yang Hampir Terjerat Bisnis Film Porno

Profil Sony Tulung, Eks Presenter Family 100 yang Hampir Terjerat Bisnis Film Porno

Bisnis | Rabu, 27 September 2023 | 15:34 WIB

Terkini

HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang

HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×