Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Beruntung! Kapal Tanker Berbendera RI Lolos dari Panasnya Situasi Laut Merah

Achmad Fauzi

Jum'at, 02 Februari 2024 | 15:09 WIB
Beruntung! Kapal Tanker Berbendera RI Lolos dari Panasnya Situasi Laut Merah
Arsip - Sebuah kapal tanker minyak melewati Bosphorus ke Laut Hitam di Istanbul, Turki, 20 Juli 2012. (ANTARA/Reuters/Osman Orsal/as)

Suara.com - Kondisi laut merah semakin hari makin memanas, padahal laut merah merupakan jalur para kapal tanker melayar. Namun, di tengah situasi genting laut merah, ternyata ada dua kapal tanker yang berhasil melewati Laut Merah.

Salah satu kapal tanker yang berhasil lolos itu juga berbendera Indonesia.

Seperti dilansir dari Reuters, dua kapal tersebut sebelumnya menjauh dari Laut Merah, namun berbalik arah melintasi Selat Bab al-Mandab. Berbaliknya dua kapal tanker itu juga diketahui berdasarkan pelacakan yang dilakukan LSEG dan Kpler.

Dua kapal itu melintasi Laut Merah seminggu setelah Amerika Serikat (AS) dan Inggris menyerang Houthi di Yaman.

Tidak diketahui alasan kembalinya kedua kapal tanker tersebut, namun beberapa analis industri mengatakan kapal-kapal yang bersedia terus menggunakan rute Laut Merah mungkin bisa mendapatkan keuntungan dari keraguan di pasar angkutan barang lainnya.

Baca Juga: Nasib Tragis Raksasa Properti China, Aset di Luar Negeri Dijual Demi Bayar Utang

"Bisa jadi beberapa pemilik kapal tanker bersedia melewati Laut Merah jika (biaya) pengangkutannya tepat," kata Alberto Ayuso Martin, kepala penelitian di Medco Shipbrokers yang berbasis di Spanyol, seperti dikutip, Jumat (2/2/2024).

Adaon, dua kapal tanker Aframax yang melewati Bab al-Mandab itu adalah Gamsunoro berbendera Indonesia dan Free Spirit berbendera Kepulauan Marshall.

Menurut data, kedua kapal tanker tersebut membawa bahan bakar berat dan terakhir kali singgah di Fujairah, salah satu pusat bahan bakar minyak terbesar di dunia.

baca juga

Kapal-kapal itu melintas ketika hampir seminggu Amerika Serikat (AS) dan Inggris melancarkan serangan terhadap Houthi di Yaman. Sebanyak dua kapal tanker jenis Aframax yang melewati Bab al-Mandab pada 17 Januari adalah Gamsunoro berbendera Indonesia dan Free Spirit berbendera Kepulauan Marshall.

Kedua kapal tanker tersebut membawa bahan bakar berat dan terakhir kali singgah di Fujairah yang merupakan salah satu pusat bahan bakar minyak terbesar dunia di Uni Emirat Arab (UEA).

Hanya saja sampai saat ini belum ada keterangan lebih lanjut terhadap pemilik dua kapal tanker tersebut.

Reuters telah melacak setidaknya 22 kapal tanker minyak lainnya telah dialihkan atau dihentikan sejak peringatan Jumat lalu dari Pasukan Maritim Gabungan (CMF) pimpinan AS di Bahrain agar kapal menghindari Selat Bab al-Mandab selama beberapa hari.

Sebanyak 15 kapal tanker minyak mengambil rute yang lebih panjang di sekitar Tanjung Harapan dari kedua arah, yang dapat memakan waktu hingga tiga minggu untuk pelayaran antara Asia dan Eropa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amerika dan Inggris Serang Houthi di Yaman, Rusia Ambil Sikap

Amerika dan Inggris Serang Houthi di Yaman, Rusia Ambil Sikap

News | Jum'at, 12 Januari 2024 | 18:09 WIB

Kapal Tanker Jepang Diserang Drone Di Samudra Hindia, Diduga Diluncurkan Dari Iran

Kapal Tanker Jepang Diserang Drone Di Samudra Hindia, Diduga Diluncurkan Dari Iran

News | Senin, 25 Desember 2023 | 04:55 WIB

Israel vs Hamas: Milisi Houthi Ubah Perdagangan Dunia Kembali ke Abad 15, Bisa Picu Krisis Ekonomi Global

Israel vs Hamas: Milisi Houthi Ubah Perdagangan Dunia Kembali ke Abad 15, Bisa Picu Krisis Ekonomi Global

News | Selasa, 19 Desember 2023 | 16:38 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB