Jepang Bukan Lagi Panutan, Ekonominya Jumpalitan

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 23 Februari 2024 | 18:52 WIB
Jepang Bukan Lagi Panutan, Ekonominya Jumpalitan
Ekonomi Jepang kembali mengalami jumpalitan setelah mengalami resesi. Produk Domestik Bruto (PDB) negari Sakura tersebut terkontraksi untuk dua kuartal berturut-turut.

Suara.com - Ekonomi Jepang kembali mengalami jumpalitan setelah mengalami resesi. Produk Domestik Bruto (PDB) negari Sakura tersebut terkontraksi untuk dua kuartal berturut-turut.

Kantor Kabinet Jepang melaporkan produk domestik bruto (PDB) berkontraksi sebesar 0,4% pada kuartal IV/2023, setelah sebelumnya juga mengalami kontraksi 3,3% pada kuartal III/2023.

Kontraksi ini dipicu oleh berbagai faktor yang palin dirasakan karena perang di Ukraina dan inflasi global telah menekan permintaan global, termasuk untuk produk Jepang.

Selain itu kenaikan energi global telah meningkatkan biaya produksi dan menekan daya beli konsumen di Jepang.

Disisi lain Bank Sentral Jepang (BoJ) telah mempertahankan kebijakan moneter longgar untuk waktu yang lama, namun mulai menormalisasikan kebijakannya dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, perekonomian negara maju memang sudah mengalami tekanan berat dari konflik antara Rusia dan Ukraina yang berkepanjangan.

Efek rembetan yang timbul dari konflik tersebut telah membuat perekonomian negara maju.

"Negara maju yang seperti anda sebutkan, yang mengalami resesi, ya memang mereka sudah cukup lemah," kata dia ditemui di St. Regis, Jakarta, Selasa (20/2/2024).

Bendahara negara bilang, perlambatan ekonomi yang dialami oleh Jepang, Inggris, dan negara maju lainnya sudah diprediksi oleh berbagai lembaga keuangan internasional.

baca juga

"Tahun ini kan beberapa lembaga memang menyampaikan, bahwa kinerja dari perekonomian negara-negara maju akan cukup tertekan, karena kenaikan suku bunga di berbagai negara itu cukup tinggi dalam waktu yang sangat singkat," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Inklusif Bersama Pegadaian: Pelatihan Bisnis untuk PMI di Hongkong

Ekonomi Inklusif Bersama Pegadaian: Pelatihan Bisnis untuk PMI di Hongkong

Bisnis | Jum'at, 23 Februari 2024 | 18:16 WIB

Sri Mulyani Tebar Diskon Pajak Beli Rumah Hingga Mobil Listrik di 2024

Sri Mulyani Tebar Diskon Pajak Beli Rumah Hingga Mobil Listrik di 2024

Bisnis | Jum'at, 23 Februari 2024 | 17:20 WIB

Resmi Debut di Tokyo Dome, NCT WISH Banjir Pujian dari Media Lokal Jepang

Resmi Debut di Tokyo Dome, NCT WISH Banjir Pujian dari Media Lokal Jepang

Your Say | Jum'at, 23 Februari 2024 | 17:05 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×