Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.831

6 Alasan Mengapa Solana Menjadi Aset Kripto Pilihan Banyak Investor

Fabiola Febrinastri

Kamis, 28 Maret 2024 | 11:00 WIB
6 Alasan Mengapa Solana Menjadi Aset Kripto Pilihan Banyak Investor
Ilustrasi kripto. (Dok: Solana)

Suara.com - Harga berbagai mata uang kripto di awal tahun 2024 ini memang sedang melejit, termasuk harga Solana. Mata uang kripto satu ini memang menjadi primadona di tahun 2023, dimana harganya sempat naik di akhir tahun dari 23,88 Dolar AS pada 1 Oktober ke 101,33 Dolar AS pada 31 Desember. Namun, pertanyaannya, apakah di tahun 2024 ini Solana masih memiliki potensi pertumbuhan yang sama dengan tahun lalu?

Artikel ini akan mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut. Ada beberapa alasan mengapa Solana masih menjadi aset yang layak untuk tetap dipegang investor, yakni:

Banyak Penggunaan Praktisnya
Solana memang lebih mirip dengan Ethereum dibandingkan dengan Bitcoin. Serupa dengan Ethereum, Solana dapat difungsikan sebagai platform blockchain smart contract yang bisa digunakan untuk proyek-proyek terdesentralisasi seperti decentralized application (DApps) dan decentralized finance (DeFi). Selain itu, Solana juga sering menjadi platform alternatif untuk membuat NFT sebagaimana Ethereum.

Meskipun begitu, ada beberapa proyek-proyek Solana yang unik dan tidak dimiliki oleh Ethereum, seperti salah satunya Solana Mobile. Smartphone satu ini menggunakan sistem operasi berbasis Android yang dirancang khusus untuk mendukung aplikasi Web3, termasuk DApps yang menggunakan Solana sebagai platform blockchain utamanya. 

Biaya Transaksi yang Kompetitif
Solana banyak menjadi pilihan banyak pengembang aplikasi kripto karena dikenal dengan biaya transaksinya yang jauh lebih rendah dibandingkan kompetitornya; apalagi jika disandingkan dengan fitur yang ditawarkan. Di tahun 2023, biaya dan volume transaksi Solana bahkan berbanding terbalik dengan Ethereum; volume transaksi Solana bisa puluhan kali lebih banyak dibandingkan Ethereum dengan biaya transaksi yang puluhan kali lipat lebih rendah.

Mengingat adanya kebutuhan biaya transaksi (yang biasa disebut dengan gas fees di Ethereum) untuk dapat menjalankan aplikasi terdesentralisasi, dan frekuensinya pun tidak sedikit, tak aneh jika perkembangan ekosistem Solana terus pesat dengan penawaran biaya transaksi yang murah. Hal ini pulalah yang membuat Solana unggul dalam scalability dibandingkan banyak mata uang kripto berbasis smart contract lainnya.

Jumlah Pengguna yang Banyak
Keunggulan-keunggulan yang ditawarkan Solana tentunya banyak menarik perhatian para pemegang aset kripto yang juga banyak menggunakan Solana sebagai alat transaksi. Rendahnya biaya transaksi tidak hanya membuat Solana menarik untuk para pengembang, tetapi juga para pengguna yang mengonsumsi jasa atau produk yang dikembangkan dari platform Solana; mulai dari item game berbasis NFT hingga jasa pinjaman P2P DeFi.

Jumlah pengguna aktif Solana, yang dihitung berdasarkan nomor alamat aktif harian (daily active address), memang meningkat pesat di akhir tahun 2023 dan berhasil melampaui Ethereum. 

Memiliki Teknologi yang Inovatif
Mengingat umur Solana yang terhitung masih muda dibandingkan kompetitornya, perkembangan teknologinya cenderung pesat, salah satunya berkat bantuan ekosistemnya yang memang lebih luas dan juga bervariasi dibandingkan kompetitornya. Salah satu alasan scalability Solana lebih baik daripada kompetitornya terletak pada inovasi utama Solana yakni mekanisme konsensusnya yang dikenal dengan Proof of History (PoH).

baca juga

PoH bertindak sebagai "jam" terdesentralisasi untuk blockchain yang memberikan cara untuk mengatur waktu secara konsisten dan dapat diverifikasi di seluruh jaringan tanpa kebutuhan akan otoritas pusat. PoH menciptakan catatan sejarah yang terstruktur dalam blockchain, yang memungkinkan transaksi-transaksi dan peristiwa-peristiwa lainnya diurutkan dan diverifikasi dengan cepat.

PoH sendiri secara teknis adalah fungsi yang dapat diverifikasi (verifiable delay function) yang menghasilkan serangkaian timestamp terstruktur dengan kecepatan tinggi. Setiap timestamp dalam PoH berfungsi sebagai bukti bahwa suatu peristiwa telah terjadi pada saat tertentu dalam waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian, PoH memungkinkan blockchain Solana untuk mencapai throughput yang tinggi tanpa mengorbankan keamanan atau desentralisasi.

Kecepatan Proses Transaksi
Sejauh ini, Solana memang dikenal dengan kecepatan proses transaksinya, yang penting untuk fungsi kontrak pintar yang ditawarkannya. Sejauh ini, Solana mampu memproses 2.579 transaksi per detik, walau dari segi kapasitas, Solana sebenarnya bisa mengakomodasi hingga lebih dari 700.000 transaksi per detik.

Kapasitas ini jauh lebih tinggi dibandingkan yang ditawarkan oleh kompetitornya seperti Ethereum, Polygon (MATIC), dan Ripple (XRP). Ethereum, menyusul upgrade terbarunya, Dencun mampu mengakomodasi hingga 100.000 transaksi per detik. Kedua mata uang kripto tersebut memang memiliki kapasitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan Polygon (maks. 7.000 transaksi per detik) dan Ripple (maks. 1.500 transaksi per detik).

Kemampuan Solana untuk dapat memproses transaksi dengan jauh lebih cepat dibandingkan mata uang kripto kontrak pintar lainnya terletak salah satunya pada penggunaan mekanisme konsensus PoH, yang memungkinkan Solana untuk memproses transaksi secara paralel, tanpa perlu menunggu transaksi yang lebih dahulu cetak dalam ledger untuk selesai terlebih dahulu.

Kemampuan Interoperabilitas yang Unggul
Solana memungkinkan integrasi yang mulus dengan blockchain lain dan infrastruktur terkait melalui dukungan untuk teknologi jembatan (bridge technology), yang memungkinkan aset dan data untuk bergerak antara Solana dan blockchain lain dengan aman dan cepat. Teknologi jembatan Solana memanfaatkan standar komunikasi terbuka seperti JSON-RPC dan REST API untuk memungkinkan komunikasi antara Solana dan blockchain lain, serta memfasilitasi transfer aset lintas rantai.

Selain itu, Solana juga aktif dalam mengembangkan protokol interoperabilitas yang terbuka dan inklusif, seperti Wormhole, yang dirancang untuk memungkinkan pertukaran aset dan data lintas rantai dengan keamanan tinggi dan biaya rendah. Protokol ini memanfaatkan teknologi konsensus Solana, termasuk Proof of History (PoH) dan Tower Byzantine Fault Tolerance (TBFT), untuk memastikan konsistensi dan keamanan transaksi lintas rantai. (dzotan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Papan Pemantauan Khusus Tahap II Bikin Resah Investor Saham

Papan Pemantauan Khusus Tahap II Bikin Resah Investor Saham

Bisnis | Rabu, 27 Maret 2024 | 12:51 WIB

Prabowo Buat IHSG Sesi 1 Pesta Pora Hari Ini, Saham Bank Jadi Buruan

Prabowo Buat IHSG Sesi 1 Pesta Pora Hari Ini, Saham Bank Jadi Buruan

Bisnis | Kamis, 21 Maret 2024 | 12:55 WIB

Ada 'Udang' Dibalik Jokowi Jadikan Kawasan PIK dan BSD Proyek Strategis Nasional

Ada 'Udang' Dibalik Jokowi Jadikan Kawasan PIK dan BSD Proyek Strategis Nasional

Bisnis | Kamis, 21 Maret 2024 | 12:25 WIB

Jokowi Perintahkan Tanah IKN Dijual ke Investor, Said Didu: Rakyat Diusir, Nasionalismemu Kau Gadaikan Ke mana?

Jokowi Perintahkan Tanah IKN Dijual ke Investor, Said Didu: Rakyat Diusir, Nasionalismemu Kau Gadaikan Ke mana?

News | Senin, 18 Maret 2024 | 14:30 WIB

Luncurkan Fitur Baru, IPOT Ungkap Kesulitan Investor Investasi Pasar Modal

Luncurkan Fitur Baru, IPOT Ungkap Kesulitan Investor Investasi Pasar Modal

Bisnis | Senin, 18 Maret 2024 | 12:48 WIB

Sri Mulyani Bilang Orang Indonesia Suka Kerja Keras Tapi Ngga Cukup

Sri Mulyani Bilang Orang Indonesia Suka Kerja Keras Tapi Ngga Cukup

Bisnis | Senin, 11 Maret 2024 | 13:27 WIB

Terkini

Pilot Malaysia Penyelundup Ekstasi Diduga Beraksi di Banyak Negara Sejak 2024

Pilot Malaysia Penyelundup Ekstasi Diduga Beraksi di Banyak Negara Sejak 2024

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:32 WIB

Ulasan Metamorfosis Franz Kafka: Ketika Manusia Dinilai dari Kegunaannya

Ulasan Metamorfosis Franz Kafka: Ketika Manusia Dinilai dari Kegunaannya

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:30 WIB

81 Tahun Indonesia Merdeka, Kilang Plaju Konsisten Jaga Jejak Panjang Energi Negeri

81 Tahun Indonesia Merdeka, Kilang Plaju Konsisten Jaga Jejak Panjang Energi Negeri

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Mantan Istri Soekarno Hadir Upacara HUT ke-81 RI, Kaget Kondisi Istana Sudah Berganti

Mantan Istri Soekarno Hadir Upacara HUT ke-81 RI, Kaget Kondisi Istana Sudah Berganti

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:26 WIB

Megawati Sentil Kemenkes Soal BPJS: Saya yang Bikin, Kenapa Sekarang Dikutik-kutik?

Megawati Sentil Kemenkes Soal BPJS: Saya yang Bikin, Kenapa Sekarang Dikutik-kutik?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:26 WIB

Loud Budgeting: Dompet Selamat, tapi Pertemanan Lenyap?

Loud Budgeting: Dompet Selamat, tapi Pertemanan Lenyap?

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:25 WIB

81 Tahun Indonesia Merdeka, Tapi Kemerdekaan Belum Utuh bagi Penyandang Disabilitas Mental

81 Tahun Indonesia Merdeka, Tapi Kemerdekaan Belum Utuh bagi Penyandang Disabilitas Mental

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:24 WIB

Heboh Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu, Begini Update Harga Bawang Merah di Indonesia

Heboh Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu, Begini Update Harga Bawang Merah di Indonesia

Bekaci | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:22 WIB

Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah

Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:21 WIB

7 Tanaman Penyerap Energi Negatif Menurut Feng Shui, Bisa Bawa Hoki

7 Tanaman Penyerap Energi Negatif Menurut Feng Shui, Bisa Bawa Hoki

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:20 WIB

×