Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.094,526
LQ45 719,628
Srikehati 343,829
JII 483,464
USD/IDR 17.017

6 Alasan Mengapa Solana Menjadi Aset Kripto Pilihan Banyak Investor

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Kamis, 28 Maret 2024 | 11:00 WIB
6 Alasan Mengapa Solana Menjadi Aset Kripto Pilihan Banyak Investor
Ilustrasi kripto. (Dok: Solana)

Suara.com - Harga berbagai mata uang kripto di awal tahun 2024 ini memang sedang melejit, termasuk harga Solana. Mata uang kripto satu ini memang menjadi primadona di tahun 2023, dimana harganya sempat naik di akhir tahun dari 23,88 Dolar AS pada 1 Oktober ke 101,33 Dolar AS pada 31 Desember. Namun, pertanyaannya, apakah di tahun 2024 ini Solana masih memiliki potensi pertumbuhan yang sama dengan tahun lalu?

Artikel ini akan mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut. Ada beberapa alasan mengapa Solana masih menjadi aset yang layak untuk tetap dipegang investor, yakni:

Banyak Penggunaan Praktisnya
Solana memang lebih mirip dengan Ethereum dibandingkan dengan Bitcoin. Serupa dengan Ethereum, Solana dapat difungsikan sebagai platform blockchain smart contract yang bisa digunakan untuk proyek-proyek terdesentralisasi seperti decentralized application (DApps) dan decentralized finance (DeFi). Selain itu, Solana juga sering menjadi platform alternatif untuk membuat NFT sebagaimana Ethereum.

Meskipun begitu, ada beberapa proyek-proyek Solana yang unik dan tidak dimiliki oleh Ethereum, seperti salah satunya Solana Mobile. Smartphone satu ini menggunakan sistem operasi berbasis Android yang dirancang khusus untuk mendukung aplikasi Web3, termasuk DApps yang menggunakan Solana sebagai platform blockchain utamanya. 

Biaya Transaksi yang Kompetitif
Solana banyak menjadi pilihan banyak pengembang aplikasi kripto karena dikenal dengan biaya transaksinya yang jauh lebih rendah dibandingkan kompetitornya; apalagi jika disandingkan dengan fitur yang ditawarkan. Di tahun 2023, biaya dan volume transaksi Solana bahkan berbanding terbalik dengan Ethereum; volume transaksi Solana bisa puluhan kali lebih banyak dibandingkan Ethereum dengan biaya transaksi yang puluhan kali lipat lebih rendah.

Mengingat adanya kebutuhan biaya transaksi (yang biasa disebut dengan gas fees di Ethereum) untuk dapat menjalankan aplikasi terdesentralisasi, dan frekuensinya pun tidak sedikit, tak aneh jika perkembangan ekosistem Solana terus pesat dengan penawaran biaya transaksi yang murah. Hal ini pulalah yang membuat Solana unggul dalam scalability dibandingkan banyak mata uang kripto berbasis smart contract lainnya.

Jumlah Pengguna yang Banyak
Keunggulan-keunggulan yang ditawarkan Solana tentunya banyak menarik perhatian para pemegang aset kripto yang juga banyak menggunakan Solana sebagai alat transaksi. Rendahnya biaya transaksi tidak hanya membuat Solana menarik untuk para pengembang, tetapi juga para pengguna yang mengonsumsi jasa atau produk yang dikembangkan dari platform Solana; mulai dari item game berbasis NFT hingga jasa pinjaman P2P DeFi.

Jumlah pengguna aktif Solana, yang dihitung berdasarkan nomor alamat aktif harian (daily active address), memang meningkat pesat di akhir tahun 2023 dan berhasil melampaui Ethereum. 

Memiliki Teknologi yang Inovatif
Mengingat umur Solana yang terhitung masih muda dibandingkan kompetitornya, perkembangan teknologinya cenderung pesat, salah satunya berkat bantuan ekosistemnya yang memang lebih luas dan juga bervariasi dibandingkan kompetitornya. Salah satu alasan scalability Solana lebih baik daripada kompetitornya terletak pada inovasi utama Solana yakni mekanisme konsensusnya yang dikenal dengan Proof of History (PoH).

PoH bertindak sebagai "jam" terdesentralisasi untuk blockchain yang memberikan cara untuk mengatur waktu secara konsisten dan dapat diverifikasi di seluruh jaringan tanpa kebutuhan akan otoritas pusat. PoH menciptakan catatan sejarah yang terstruktur dalam blockchain, yang memungkinkan transaksi-transaksi dan peristiwa-peristiwa lainnya diurutkan dan diverifikasi dengan cepat.

PoH sendiri secara teknis adalah fungsi yang dapat diverifikasi (verifiable delay function) yang menghasilkan serangkaian timestamp terstruktur dengan kecepatan tinggi. Setiap timestamp dalam PoH berfungsi sebagai bukti bahwa suatu peristiwa telah terjadi pada saat tertentu dalam waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian, PoH memungkinkan blockchain Solana untuk mencapai throughput yang tinggi tanpa mengorbankan keamanan atau desentralisasi.

Kecepatan Proses Transaksi
Sejauh ini, Solana memang dikenal dengan kecepatan proses transaksinya, yang penting untuk fungsi kontrak pintar yang ditawarkannya. Sejauh ini, Solana mampu memproses 2.579 transaksi per detik, walau dari segi kapasitas, Solana sebenarnya bisa mengakomodasi hingga lebih dari 700.000 transaksi per detik.

Kapasitas ini jauh lebih tinggi dibandingkan yang ditawarkan oleh kompetitornya seperti Ethereum, Polygon (MATIC), dan Ripple (XRP). Ethereum, menyusul upgrade terbarunya, Dencun mampu mengakomodasi hingga 100.000 transaksi per detik. Kedua mata uang kripto tersebut memang memiliki kapasitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan Polygon (maks. 7.000 transaksi per detik) dan Ripple (maks. 1.500 transaksi per detik).

Kemampuan Solana untuk dapat memproses transaksi dengan jauh lebih cepat dibandingkan mata uang kripto kontrak pintar lainnya terletak salah satunya pada penggunaan mekanisme konsensus PoH, yang memungkinkan Solana untuk memproses transaksi secara paralel, tanpa perlu menunggu transaksi yang lebih dahulu cetak dalam ledger untuk selesai terlebih dahulu.

Kemampuan Interoperabilitas yang Unggul
Solana memungkinkan integrasi yang mulus dengan blockchain lain dan infrastruktur terkait melalui dukungan untuk teknologi jembatan (bridge technology), yang memungkinkan aset dan data untuk bergerak antara Solana dan blockchain lain dengan aman dan cepat. Teknologi jembatan Solana memanfaatkan standar komunikasi terbuka seperti JSON-RPC dan REST API untuk memungkinkan komunikasi antara Solana dan blockchain lain, serta memfasilitasi transfer aset lintas rantai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Papan Pemantauan Khusus Tahap II Bikin Resah Investor Saham

Papan Pemantauan Khusus Tahap II Bikin Resah Investor Saham

Bisnis | Rabu, 27 Maret 2024 | 12:51 WIB

Prabowo Buat IHSG Sesi 1 Pesta Pora Hari Ini, Saham Bank Jadi Buruan

Prabowo Buat IHSG Sesi 1 Pesta Pora Hari Ini, Saham Bank Jadi Buruan

Bisnis | Kamis, 21 Maret 2024 | 12:55 WIB

Ada 'Udang' Dibalik Jokowi Jadikan Kawasan PIK dan BSD Proyek Strategis Nasional

Ada 'Udang' Dibalik Jokowi Jadikan Kawasan PIK dan BSD Proyek Strategis Nasional

Bisnis | Kamis, 21 Maret 2024 | 12:25 WIB

Jokowi Perintahkan Tanah IKN Dijual ke Investor, Said Didu: Rakyat Diusir, Nasionalismemu Kau Gadaikan Ke mana?

Jokowi Perintahkan Tanah IKN Dijual ke Investor, Said Didu: Rakyat Diusir, Nasionalismemu Kau Gadaikan Ke mana?

News | Senin, 18 Maret 2024 | 14:30 WIB

Luncurkan Fitur Baru, IPOT Ungkap Kesulitan Investor Investasi Pasar Modal

Luncurkan Fitur Baru, IPOT Ungkap Kesulitan Investor Investasi Pasar Modal

Bisnis | Senin, 18 Maret 2024 | 12:48 WIB

Sri Mulyani Bilang Orang Indonesia Suka Kerja Keras Tapi Ngga Cukup

Sri Mulyani Bilang Orang Indonesia Suka Kerja Keras Tapi Ngga Cukup

Bisnis | Senin, 11 Maret 2024 | 13:27 WIB

Terkini

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 21:40 WIB

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 20:05 WIB

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:58 WIB

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:44 WIB

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB