Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Gen Z Melek Investasi Tapi Masih Abai Asuransi, Yuk! Pahami Dulu Asuransi Murni vs Asuransi Unit Link

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Rabu, 07 Agustus 2024 | 16:30 WIB
Gen Z Melek Investasi Tapi Masih Abai Asuransi, Yuk! Pahami Dulu Asuransi Murni vs Asuransi Unit Link
Ilustrasi asuransi. (Dok: Elements Envato)

Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, generasi muda di Indonesia menunjukkan minat yang semakin besar terhadap dunia investasi. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terdapat 13,07 juta investor di pasar modal Indonesia per semester I 2024. Dari jumlah tersebut, 55,38% di antaranya adalah generasi milenial dan generasi Z yang berusia di bawah 30 tahun.

Salah satu faktor utama yang mendorong minat mereka berinvestasi adalah kemudahan teknologi dan akses informasi yang berlimpah. Dengan adanya internet dan berbagai platform media sosial, informasi tentang investasi dapat dengan mudah diakses oleh siapa saja. Banyak dari mereka yang belajar tentang pentingnya investasi sejak usia muda melalui artikel, video dan diskusi di media sosial. Hal inilah yang mendorong mereka menjadi lebih berani untuk berinvestasi dibandingkan generasi sebelumnya.

Sayangnya keberanian mereka dalam berinvestasi tak dibarengi dengan solusi finansial lainnya seperti penyiapan dana darurat dan asuransi, khususnya asuransi kesehatan. Berdasarkan survei yang dilakukan IDN Research Institute dalam Indonesia Gen-Z Report 2024, 26% responden Gen-Z belum menyiapkan dana darurat sama sekali dan sebanyak 23% responden tidak mengalokasikan pendapatannya untuk asuransi dan biaya kesehatan.

Kondisi tersebut menjadi miris, pasalnya dana darurat dan asuransi adalah dua hal mendasar yang sangat penting untuk didahulukan. Tanpa perlindungan asuransi yang memadai, masalah kesehatan bisa menyebabkan beban keuangan yang besar karena biaya pengobatan. Alhasil rencana investasi yang disiapkan bisa menjadi berantakan.

Seperti solusi finansial lainnya, asuransi dapat mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus dapat disesuaikan dengan rencana masa depan. Memilih asuransi bukan hanya memperhitungkan berapa jangka waktu polis, melainkan juga perlu memperhatikan manfaat dan risiko yang mungkin terjadi agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Saat ini ada banyak pilihan asuransi yang bisa jadi pilihan. Secara garis besar, pilihan tersebut dibagi menjadi dua kategori yakni asuransi kesehatan tradisional (standalone) dan yang tergabung sebagai manfaat tambahan dalam unit link atau yang lebih dikenal sebagai rider. Kedua produk asuransi ini memiliki keunggulan masing-masing yang harus dipertimbangkan secara matang sebelum memutuskan produk asuransi mana yang akan dipilih.

Workshop media bertema “Health Insurance 101: Pilih Standalone atau Unit Link Rider?” yang digelar secara virtual pada Rabu, (7/8/2024). (Dok: Ist)
Workshop media bertema “Health Insurance 101: Pilih Standalone atau Unit Link Rider?” yang digelar secara virtual pada Rabu, (7/8/2024). (Dok: Ist)

Head of Investment Communication & Fund Development Allianz Life Indonesia, Meta Lakhsmi menjelaskan, asuransi tradisional merupakan produk asuransi murni. Artinya, asuransi ini hanya menawarkan manfaat pertanggungan asuransi tanpa adanya unsur investasi di dalamnya.

“Asuransi tradisional melindungi salah satu risiko hidup seperti meninggal dunia atau sakit. Premi yang dibayarkan pun hanya untuk biaya asuransi tanpa ada potensi hasil investasi,” tutur Meta dalam workshop media bertema “Health Insurance 101: Pilih Standalone atau Unit Link Rider?” yang digelar secara virtual pada Rabu, (7/8/2024).

Hal senada disampaikan oleh Country Chief Product Officer Allianz Life Indonesia, Himawan Purnama. Asuransi kesehatan tradisional hanya fokus pada perlindungan kesehatan. Selain itu, premi awal asuransi kesehatan tradisional bisa saja lebih murah, namun kenaikan setiap tahunnya bisa lebih cepat.

“Untuk asuransi kesehatan tradisional memang lebih disarankan bagi mereka yang masih muda atau para first jobber karena premi awal yang lebih terjangkau namun tetap mendapatkan manfaat proteksi," tutur Himawan Purnama

Sementara asuransi unit link adalah produk asuransi yang dapat memberikan dua manfaat sekaligus dalam satu polis, yaitu manfaat perlindungan dan manfaat investasi yang memiliki risiko sesuai dengan dana investasi yang dipilih. Jadi, setelah melakukan pembayaran premi, sebagian premi akan dialokasikan ke manajer investasi untuk dikelola ke berbagai instrumen investasi, seperti saham, obligasi atau instrumen lain sesuai dengan pilihan dana investasi nasabah. Return yang dihasilkan dari unit link sangat bergantung pada kondisi pasar.

Diakui Meta, salah satu yang sering menjadi keluhan nasabah terkait produk unit link adalah ketika nilai tunai atau manfaat investasi yang dimiliki mengalami penurunan sehingga merasa rugi. Nilai tunai sendiri dipengaruhi oleh kinerja pasar dan harus dilihat secara jangka panjang.

Selain itu, beberapa miskonsepsi umum mengenai asuransi unit link, seperti anggapan bahwa premi yang dibayarkan hanya untuk investasi sehingga dapat memberikan hasil investasi besar dalam waktu singkat. Padahal, premi yang dibayarkan tidak seluruhnya digunakan untuk investasi, dan nilai tunai didapat dari hasil investasi, bukan semata-mata dari jumlah premi yang dibayarkan.

“Adanya miskonsepsi ini menyebabkan nasabah memiliki ekspektasi yang berbeda dengan manfaat dan perlindungan yang didapatkan. Penting untuk dipahami bahwa manfaat utama asuransi unit link adalah perlindungan jangka panjang,” jelas Meta.

Himawan Purnama menambahkan, rider asuransi kesehatan pada unit link bisa ditambahkan berbagai perlindungan lain, seperti penyakit kritis, payor, kecelakaan dan cacat tetap serta manfaat lainnya sesuai kebutuhan. Premi yang dibayarkan pada unit link memang lebih mahal karena asuransi kesehatan ini memiliki tambahan unsur investasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AUM Reksa Dana Gamasteps BRI-MI Capai Rp1,1 Triliun, Naik 310,18%!

AUM Reksa Dana Gamasteps BRI-MI Capai Rp1,1 Triliun, Naik 310,18%!

Bri | Rabu, 07 Agustus 2024 | 13:38 WIB

4 Alasan Gen Z Rentan Terkena Gangguan Kesehatan Mental

4 Alasan Gen Z Rentan Terkena Gangguan Kesehatan Mental

Lifestyle | Rabu, 07 Agustus 2024 | 13:25 WIB

Heru Budi Dorong Investasi, Jakarta Melaju Kota Bisnis Berskala Global

Heru Budi Dorong Investasi, Jakarta Melaju Kota Bisnis Berskala Global

News | Rabu, 07 Agustus 2024 | 12:53 WIB

Tugas Para Anggota Satgas Percepatan Investasi di IKN yang Baru Dibentuk Jokowi

Tugas Para Anggota Satgas Percepatan Investasi di IKN yang Baru Dibentuk Jokowi

News | Rabu, 07 Agustus 2024 | 09:45 WIB

Jangan Samakan Cara Mendidik Siswa Gen Z dan Gen Alpha dengan Milenial

Jangan Samakan Cara Mendidik Siswa Gen Z dan Gen Alpha dengan Milenial

News | Rabu, 07 Agustus 2024 | 01:30 WIB

Biaya Kesehatan Semakin Mahal, Ini Tips Bijak Hadapi Inflasi Medis

Biaya Kesehatan Semakin Mahal, Ini Tips Bijak Hadapi Inflasi Medis

Lifestyle | Selasa, 06 Agustus 2024 | 16:22 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB