Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Intip Upaya Kilang Pertamina Internasional Unit Balikpapan Berantas Stunting dan Kemiskinan

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 28 Agustus 2024 | 20:25 WIB
Intip Upaya Kilang Pertamina Internasional Unit Balikpapan Berantas Stunting dan Kemiskinan
KPI Unit Balikpapan terus meningkatkan kapabilitas anggota Wasiat Sejahtera.

Suara.com - Pos Pelayanan Terpadu alias Posyandu ternyata tak sekadar berfungsi sebagai penjaga garda terdepan kesehatan ibu dan anak. Di tangan Perwira KPI Unit Balikpapan, Posyandu dapat berperan sekaligus untuk memberantas kemiskinan dengan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan keluarga lewat Warga Siaga Sehat (Wasiat), salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) binaan perusahaan.

Popularitas Posyandu sebagai bagian dari gerakan perubahan di masyarakat tidak meredup meskipun pemerintahan terus berganti. Posyandu pertama kali diperkenalkan di Desa Bendungan, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada 21 Agustus 1971. Pendirian Posyandu merupakan inisiatif Ibu Tien Soeharto, istri Presiden Soeharto, yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Indonesia.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan, Dodi Yapsenang, menuturkan pelaksanaan program Wasiat berdasarkan pada hasil pemetaan sosial yang dilakukan perusahaan pada 2021 yang menemukan masih terdapat kasus bayi dan balita kurang gizi hingga stunting.

Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat masih rendah. Perekonomian masyarakat termasuk kelompok rentan dan tinggal di pemukiman padat penduduk dan cukup kumuh.

Program Wasiat dijalankan di beberapa lokasi. Wasiat Dewi Shinta beralamat di Desa Girimukti, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Wasiat Sejahtera 51 di Kelurahan Baru Ilir serta Wasiat Ria Manuntung 13 di Kelurahan Baru Tengah, Kota Balikpapan.  

“Program Wasiat secara rutin mengadakan kegiatan yang mendukung peningkatan kesehatan komprehensif mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengukuran berat dan tinggi badan anak, hingga edukasi kesehatan. Kegiatan yang dijalankan tak hanya fokus pada bayi, balita, maupun lansia. Program ini juga memiliki kegiatan yang menyasar remaja dan lansia,” tutur dia, ditulis Rabu (28/8/2024).

Program Wasiat antara lain menjadi bentuk implementasi oleh PT KPI Unit Balikpapan dalam penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada Poin 3 menjamin kehidupan sehat dan poin 4 edukasi kesehatan yang berkualitas dan poin 8 pertumbuhan ekonomi. 

Kelompok Wasiat Sejahtera beberapa kali menggelar sekolah balita dan bakti sosial untuk menanggulangi stunting di Kelurahan Baru Ilir.

“Program pemberian makan untuk anak kurang gizi-stunting merupakan kolaborasi CSR KPI Unit Balikpapan dan PWP Tingkat Wilayah Unit Balikpapan. Kami berharap program ini dapat terintegrasi dengan kegiatan lain seperti sekolah bayi yang masih selaras dengan pemantauan tumbuh kembang anak yang saat ini dijalankan oleh Posyandu RT 51 sebagai Mitra Binaan PT KPI Unit Balikpapan.” kata Dodi.

Kepala Puskesmas Baru Ilir Erika Sembiring berharap dengan adanya program pemberian makanan tinggi protein pada 8 orang bayi dan balita yang mengalami kurang gizi-stunting akan ada kemajuan pada anak- anak tersebut.

“Program ini perlu dimulai dengan edukasi kepada orang tua bayi balita. Kita harapkan dengan bantuan PWP, semoga anak yang mendapatkan bantuan bisa sehat, pintar dan memiliki masa depan yang baik,” ujar dia.

KPI Unit Balikpapan terus meningkatkan kapabilitas anggota Wasiat Sejahtera dengan berbagai kegiatan pemberdayaan seperti pelatihan budidaya sayur dan ikan dengan media akuaponik, penanaman di lorong hijau, serta pelatihan diversifikasi produk olahan.

Pendampingan juga didukung dengan pelatihan manajemen keuangan dan administrasi kelompok. Perusahaan juga memberikan modal usaha dalam bentuk pembangunan infrastruktur tampungan air hujan, pembangunan tempat penyemaian dan lorong hijau serta pengadaan alat produksi UMKM.

Praktisi dari BDS Snack, Sri Astuti Wijaya, menjadi narasumber dalam pelatihan pembuatan makanan olahan untuk kelompok Wasiat Sejahtera. Ia mengajarkan pembuatan kripik pisang rasa jahe dan stick singkong. Kripik pisang berbahan dasar alami dari jahe yang dapat menguatkan sistem daya tahan tubuh. 

Sebelumnya, kelompok Wasiat Sejahtera berhasil membudidayakan jahe sebagai salah satu tanaman toga yang dikembangkan di kawasan pemukiman padat penduduk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erick Thohir Andalkan Yayasan BUMN Buat Perangi Stunting

Erick Thohir Andalkan Yayasan BUMN Buat Perangi Stunting

Bisnis | Rabu, 28 Agustus 2024 | 16:30 WIB

Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek Dorong Penanganan Stunting Melalui Kegiatan Posyandu Remaja

Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek Dorong Penanganan Stunting Melalui Kegiatan Posyandu Remaja

Bisnis | Selasa, 27 Agustus 2024 | 15:38 WIB

Lewat Survei Status Gizi Indonesia, Ini 4 Masalah yang Ditemukan Kemenkes

Lewat Survei Status Gizi Indonesia, Ini 4 Masalah yang Ditemukan Kemenkes

News | Selasa, 20 Agustus 2024 | 11:52 WIB

Terkini

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:27 WIB

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:03 WIB

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:02 WIB

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:53 WIB

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:52 WIB

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:32 WIB

Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo

Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:27 WIB

Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut

Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:56 WIB

Update Harga Emas Minggu 10 Mei 2026: Antam Stabil, Galeri24 Naik, UBS Justru Turun!

Update Harga Emas Minggu 10 Mei 2026: Antam Stabil, Galeri24 Naik, UBS Justru Turun!

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:04 WIB

Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:47 WIB