Intip Upaya Kilang Pertamina Internasional Unit Balikpapan Berantas Stunting dan Kemiskinan

Iwan Supriyatna

Rabu, 28 Agustus 2024 | 20:25 WIB
Intip Upaya Kilang Pertamina Internasional Unit Balikpapan Berantas Stunting dan Kemiskinan
KPI Unit Balikpapan terus meningkatkan kapabilitas anggota Wasiat Sejahtera.

Suara.com - Pos Pelayanan Terpadu alias Posyandu ternyata tak sekadar berfungsi sebagai penjaga garda terdepan kesehatan ibu dan anak. Di tangan Perwira KPI Unit Balikpapan, Posyandu dapat berperan sekaligus untuk memberantas kemiskinan dengan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan keluarga lewat Warga Siaga Sehat (Wasiat), salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) binaan perusahaan.

Popularitas Posyandu sebagai bagian dari gerakan perubahan di masyarakat tidak meredup meskipun pemerintahan terus berganti. Posyandu pertama kali diperkenalkan di Desa Bendungan, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada 21 Agustus 1971. Pendirian Posyandu merupakan inisiatif Ibu Tien Soeharto, istri Presiden Soeharto, yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Indonesia.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan, Dodi Yapsenang, menuturkan pelaksanaan program Wasiat berdasarkan pada hasil pemetaan sosial yang dilakukan perusahaan pada 2021 yang menemukan masih terdapat kasus bayi dan balita kurang gizi hingga stunting.

Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat masih rendah. Perekonomian masyarakat termasuk kelompok rentan dan tinggal di pemukiman padat penduduk dan cukup kumuh.

Program Wasiat dijalankan di beberapa lokasi. Wasiat Dewi Shinta beralamat di Desa Girimukti, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Wasiat Sejahtera 51 di Kelurahan Baru Ilir serta Wasiat Ria Manuntung 13 di Kelurahan Baru Tengah, Kota Balikpapan.  

“Program Wasiat secara rutin mengadakan kegiatan yang mendukung peningkatan kesehatan komprehensif mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengukuran berat dan tinggi badan anak, hingga edukasi kesehatan. Kegiatan yang dijalankan tak hanya fokus pada bayi, balita, maupun lansia. Program ini juga memiliki kegiatan yang menyasar remaja dan lansia,” tutur dia, ditulis Rabu (28/8/2024).

Program Wasiat antara lain menjadi bentuk implementasi oleh PT KPI Unit Balikpapan dalam penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada Poin 3 menjamin kehidupan sehat dan poin 4 edukasi kesehatan yang berkualitas dan poin 8 pertumbuhan ekonomi. 

Kelompok Wasiat Sejahtera beberapa kali menggelar sekolah balita dan bakti sosial untuk menanggulangi stunting di Kelurahan Baru Ilir.

“Program pemberian makan untuk anak kurang gizi-stunting merupakan kolaborasi CSR KPI Unit Balikpapan dan PWP Tingkat Wilayah Unit Balikpapan. Kami berharap program ini dapat terintegrasi dengan kegiatan lain seperti sekolah bayi yang masih selaras dengan pemantauan tumbuh kembang anak yang saat ini dijalankan oleh Posyandu RT 51 sebagai Mitra Binaan PT KPI Unit Balikpapan.” kata Dodi.

baca juga

Kepala Puskesmas Baru Ilir Erika Sembiring berharap dengan adanya program pemberian makanan tinggi protein pada 8 orang bayi dan balita yang mengalami kurang gizi-stunting akan ada kemajuan pada anak- anak tersebut.

“Program ini perlu dimulai dengan edukasi kepada orang tua bayi balita. Kita harapkan dengan bantuan PWP, semoga anak yang mendapatkan bantuan bisa sehat, pintar dan memiliki masa depan yang baik,” ujar dia.

KPI Unit Balikpapan terus meningkatkan kapabilitas anggota Wasiat Sejahtera dengan berbagai kegiatan pemberdayaan seperti pelatihan budidaya sayur dan ikan dengan media akuaponik, penanaman di lorong hijau, serta pelatihan diversifikasi produk olahan.

Pendampingan juga didukung dengan pelatihan manajemen keuangan dan administrasi kelompok. Perusahaan juga memberikan modal usaha dalam bentuk pembangunan infrastruktur tampungan air hujan, pembangunan tempat penyemaian dan lorong hijau serta pengadaan alat produksi UMKM.

Praktisi dari BDS Snack, Sri Astuti Wijaya, menjadi narasumber dalam pelatihan pembuatan makanan olahan untuk kelompok Wasiat Sejahtera. Ia mengajarkan pembuatan kripik pisang rasa jahe dan stick singkong. Kripik pisang berbahan dasar alami dari jahe yang dapat menguatkan sistem daya tahan tubuh. 

Sebelumnya, kelompok Wasiat Sejahtera berhasil membudidayakan jahe sebagai salah satu tanaman toga yang dikembangkan di kawasan pemukiman padat penduduk.

"Jika ingin sukses dan mau maju, kita harus berkomitmen, berkomitmen bahwa produk yang kita miliki mempunyai khasiat dan manfaat baik untuk kesehatan," kata Astuti. 

Anggota kelompok Wasiat Sejahtera yang berasal dari 10 keluarga miskin mendapatkan peningkatan pendapatan sebesar Rp450 ribu per orang setiap bulanya. Hasil pendapatan anggota Wasiat mampu untuk membeli air bersih bagi keluarga mereka.

Tambahan pendapatan dari kelompok didapatkan dari hasil panen sayuran dari lorong hijau, panen ikan lele dan nila, dan hasil penjualan produksi produk olahan UMKM. 

Kelompok Wasiat Sejahtera juga mampu mengurangi pengeluran biaya belanja bahan pemberian makanan setiap kegiatan rutin Posyandu sebanyak Rp3 juta per tahun. Efisiensi pengeluaran biaya belanja tersebut berasal dari hasil panen hasil panen kelompok yang diolah menjadi bahan pembuatan makanan untuk bayi dan balita.

“Pada implementasinya Kelompok Wasiat Sejahtera sangat terbuka untuk menularkan ilmu yang telah didapatkan kepada warga sekitar ataupun kelompok lain. Pada kemarau panjang lalu, disaat air PDAM juga sangat susah didapatkan kelompok mau untuk berbagi penggunaan air tampungan hujan kepada 3 KK sebanyak 15 orang di sekitar. Kelompok juga mampu memperluas ilmu pengetahuan dengan memberikan pelatihan pengolahan jamu sehat dan stik bayam keju kepada kelompok UMKM Srikandi Kota Balikpapan.” Papar Dodi.

Hasil sayuran segar, ikan lele, ikan nila, jamu, dan makanan olahan yang telah dikemas dengan baik dipasarkan kepada warga sekitar dan Pasar Pandan Sari. Kripik pisang Manja (manis jahe) dan kripik singkong Tekoku dijual masing-masing Rp15 ribu per bungkus.

Jamu Wasiat jahe merah dan kunyit asam dijual masing-masing Rp10 ribu per kemasan, dan lele berbumbu (Lembu) yang siap untuk digoreng dijual Rp35 ribu per bungkus. Dalam setahun mendatang, KPI Unit Balikpapan akan memperkuat kemandirian dan memperluas jaringan pemasaran.

“Produk UMKM Wasiat berhasil dipasarkan di warga, warung sekitar, Pasar Pandan Sari, dan salah satu toko UD Mawar Indah. Karyawan PT KPI juga cukup sering membeli hasil panen ikan lele tiap kali panen dan produk UMKM juga selalu menjadi pilihan kudapan jika ada acara di perusahaan,” jelas Dodi. 

PT KPI juga menyediakan media sosial milik perusahaan untuk menjadi wadah pemasaran produk olahan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erick Thohir Andalkan Yayasan BUMN Buat Perangi Stunting

Erick Thohir Andalkan Yayasan BUMN Buat Perangi Stunting

Bisnis | Rabu, 28 Agustus 2024 | 16:30 WIB

Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek Dorong Penanganan Stunting Melalui Kegiatan Posyandu Remaja

Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek Dorong Penanganan Stunting Melalui Kegiatan Posyandu Remaja

Bisnis | Selasa, 27 Agustus 2024 | 15:38 WIB

Lewat Survei Status Gizi Indonesia, Ini 4 Masalah yang Ditemukan Kemenkes

Lewat Survei Status Gizi Indonesia, Ini 4 Masalah yang Ditemukan Kemenkes

News | Selasa, 20 Agustus 2024 | 11:52 WIB

Terkini

Bitcoin Dijual Massal Investor,  JPMorgan Ungkap Titik Kritis

Bitcoin Dijual Massal Investor, JPMorgan Ungkap Titik Kritis

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:50 WIB

Kebakaran Gudang HT di Setiabudi: Hampir 100 Damkar Dikerahkan, Kerugian Capai Rp1 Miliar!

Kebakaran Gudang HT di Setiabudi: Hampir 100 Damkar Dikerahkan, Kerugian Capai Rp1 Miliar!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 08:35 WIB

Dua Hari Hilang Tanpa Alas Kaki, Nenek 62 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Tegalan Sumenep

Dua Hari Hilang Tanpa Alas Kaki, Nenek 62 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Tegalan Sumenep

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 08:34 WIB

Stok Pangan Ada, Harga Masih Tinggi: DPR Soroti Cabai Tembus Rp95 Ribu

Stok Pangan Ada, Harga Masih Tinggi: DPR Soroti Cabai Tembus Rp95 Ribu

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:30 WIB

Tanaman Hias Indoor Pembawa Hoki di Rumah Sesuai Shio, Dipercaya Bawa Kemakmuran

Tanaman Hias Indoor Pembawa Hoki di Rumah Sesuai Shio, Dipercaya Bawa Kemakmuran

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 08:30 WIB

Bukan Bikin Rileks, Ini 3 Dampak Mematikan Etomidate pada Paru-paru dan Otak

Bukan Bikin Rileks, Ini 3 Dampak Mematikan Etomidate pada Paru-paru dan Otak

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 08:25 WIB

Pembayaran Digital Makin Tinggi, Anak Muda Minta Uang THR Lewat QRIS

Pembayaran Digital Makin Tinggi, Anak Muda Minta Uang THR Lewat QRIS

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:21 WIB

Detik-Detik Brigadir WHS Tewas dalam Tugas: Motor Masuk Kolong Truk saat Antar Berkas Perkara

Detik-Detik Brigadir WHS Tewas dalam Tugas: Motor Masuk Kolong Truk saat Antar Berkas Perkara

News | Jum'at, 25 September 2026 | 08:16 WIB

Sosok Wisnu Hani Putranto, Kalapas Cibinong yang Disorot Akibat Adanya Fasilitas Mewah di Lapas

Sosok Wisnu Hani Putranto, Kalapas Cibinong yang Disorot Akibat Adanya Fasilitas Mewah di Lapas

News | Jum'at, 25 September 2026 | 08:10 WIB

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 08:00 WIB

×