Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

Menhub Budi Minta Tambahan Anggaran Rp7,68 Triliun

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 29 Agustus 2024 | 17:58 WIB
Menhub Budi Minta Tambahan Anggaran Rp7,68 Triliun
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi/(Dok Kemenhub).

Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp7,68 triliun pada 2025 untuk mendukung beberapa kegiatan prioritas yang belum terakomodir dalam pagu anggaran.

Dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, di Jakarta, Kamis (29/8/2024) Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan tambahan anggaran itu bakal digunakan, antara lain untuk peningkatan layanan keperintisan semua moda transportasi, pengoperasian dan perawatan prasarana perkeretaapian, dan pengadaan bus sekolah.

Anggaran tersebut juga bakal dialokasikan untuk pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan; penyelenggaraan angkutan Lebaran, natal, dan tahun baru, hingga peningkatan kompetensi SDM transportasi.

"Anggaran tahun 2025 mengalami penurunan cukup signifikan. Kami memahami ini terjadi di hampir seluruh kementerian dan lembaga, tetapi masih banyak kegiatan prioritas mendasar yang belum bisa terakomodasi dalam pagu anggaran yang sudah dikeluarkan," kata Budi dikutip Antara.

Sesuai surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas tanggal 19 Juli 2024, pagu anggaran Kemenhub untuk 2025 ditetapkan sebesar Rp24,76 triliun, menyusut 36 persen dibandingkan pagu anggaran 2024 sebesar Rp38,6 triliun.

Padahal, pagu kebutuhan Kemenhub pada 2025 mencapai Rp80,63 triliun. Rinciannya antara lain Ditjen Perhubungan Darat sebesar Rp18,14 triliun, Ditjen Perhubungan Laut Rp19,60 triliun, Ditjen Perhubungan Udara Rp18,12 triliun, dan Ditjen Perkeretaapian Rp14,21 triliun.

Budi menjelaskan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan dan terakomodir dalam pagu anggaran 2025, antara lain pembangunan infrastruktur dan sarana baru, implementasi angkutan massal perkotaan di Medan dan Bandung, serta dukungan konektivitas di daerah terpencil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buka Daerah Terisolasi, Angkutan Jalan Peintis Telah Layani 322 Trayek di Seluruh Indonesia

Buka Daerah Terisolasi, Angkutan Jalan Peintis Telah Layani 322 Trayek di Seluruh Indonesia

Bisnis | Kamis, 29 Agustus 2024 | 16:23 WIB

Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Rp68 Triliun Demi Cetak Sawah Baru

Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Rp68 Triliun Demi Cetak Sawah Baru

Bisnis | Senin, 26 Agustus 2024 | 15:11 WIB

Jokowi Pindah ke IKN September, Bandara Diklaim Menhub Budi Sudah Siap

Jokowi Pindah ke IKN September, Bandara Diklaim Menhub Budi Sudah Siap

Bisnis | Senin, 26 Agustus 2024 | 12:13 WIB

Terkini

Transisi Status PPPK Dimulai Awal 2027, Komisi X DPR Minta Para Guru Tak Lagi Resah

Transisi Status PPPK Dimulai Awal 2027, Komisi X DPR Minta Para Guru Tak Lagi Resah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Merdeka dari People Pleasing: Mengapa Gen Z Harus Mulai Belajar Berkata 'Tidak'

Merdeka dari People Pleasing: Mengapa Gen Z Harus Mulai Belajar Berkata 'Tidak'

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim

Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Makna Lagu "Great Expectation" Sienna Spiro, Ketika Cinta Tejebak Ekspetasi

Makna Lagu "Great Expectation" Sienna Spiro, Ketika Cinta Tejebak Ekspetasi

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sudah Sampai Malaysia, Sekolah di Sarawak Ditutup

Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sudah Sampai Malaysia, Sekolah di Sarawak Ditutup

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:19 WIB

Guns N' Roses Kembali ke Jakarta dan Kenangan Masa Remaja Saya

Guns N' Roses Kembali ke Jakarta dan Kenangan Masa Remaja Saya

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:12 WIB

Warga Jakarta Bayar Mahal Udara Kotor, Revisi Aturan Pencemaran Masih Terpinggirkan

Warga Jakarta Bayar Mahal Udara Kotor, Revisi Aturan Pencemaran Masih Terpinggirkan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:12 WIB

Rupiah Kian Menguat, Destry Damayanti: Respons Kebijakan Stabilisasi BI

Rupiah Kian Menguat, Destry Damayanti: Respons Kebijakan Stabilisasi BI

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Mahasiswa Minta Praperadilan Febrie Ardiansyah Tak Hambat Penelusuran Aset dan Aliran Dana TPPU

Mahasiswa Minta Praperadilan Febrie Ardiansyah Tak Hambat Penelusuran Aset dan Aliran Dana TPPU

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:08 WIB

Belum Tetapkan Tersangka di Kasus Kematian Sutrimo, Polisi Tunggu Hasil Lab Forensik

Belum Tetapkan Tersangka di Kasus Kematian Sutrimo, Polisi Tunggu Hasil Lab Forensik

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:07 WIB

×