Emak-emak Minyak Jelantah Jangan Dibuang, Pertamina Mau Racik Jadi Avtur Ramah Lingkungan

Achmad Fauzi

Selasa, 10 September 2024 | 14:28 WIB
Emak-emak Minyak Jelantah Jangan Dibuang, Pertamina Mau Racik Jadi Avtur Ramah Lingkungan
Aviation Fuel Terminal (AFT) Adi Soemarmo berhasil melayani kebutuhan Avtur, bahan bakar pesawat udara. [Dok Pertamina]

Suara.com - PT Pertamina (Persero) tengah meracik bahan bakar pesawat yang ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF). Salah satunya, mengubah minyak bekas pakai atau jelantah menjadi avtur.

SVP Business Development Pertamina, Wisnu Medan Santoso mengatakan, kekinian perseroan tengah merumuskan bagaimana cara pengumpulan minyak jelantah yang akan diubah untuk avtur.

Misalnya, metode pengumpulannya, di mana masyarakat akan mengumpulkan minyak jelantah di SPBU-SPBU milik Pertamina.

"Kita lagi explore opsi-opsi lah, karena kita kan punya SPBU, agen-agen yang cukup banyak ya di seluruh Indonesia,"ujar Wisnu di Gedung Sarinah, Jakarta, Selasa (10/9/2024).

Menurut dia, rencana kebijakan ini juga butuh dukungan masyarakat yang mengumpulkan minyak jelantah. Karena, jalannya rencanan ini tergantung dari pasokan minyak jelantah.

"Itu belum firm sih. Kita baru eksplorasi, baru brainstorming aja ini (pengumpulan minyak jelantah di SPBU, tapi tanpa feedstock yang cukup memang agak sulit mengembangkan proyeknya," jelas dia.

Rencana pengubahan ini pernah dibicarakan juga oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

"Pernahkah terpikirkan bahwa minyak jelantah atau used cooking oil dapat menjadi bahan bakar untuk industri aviasi atau penerbangan?" tulis Luhut di akun Instagram pribadinya.

Menurut Luhut praktik ini sudah lumrah dilakukan di beberapa negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Di samping itu, Indonesia memiliki potensi pasokan 1 juta liter minyak jelantah tiap tahunnya, dimana 95 persennya di ekspor ke beberapa negara.

baca juga

Merubah minyak jelantah menjadi Avtur lanjut Luhut membuka peluang baru bagi industri migas dan penerbangan nasional, karena bisa menghemat penggunaan bahan bakar avtur.

Berdasarkan data IATA, Indonesia diprediksi akan menjadi pasar aviasi terbesar keempat di dunia dalam beberapa dekade kedepan. Dengan asumsi kebutuhan bahan bakar ini mencapai 7.500 ton liter hingga 2030. Sebagai informasi, Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi sudah melakukan uji coba statis yang sukses dari SAF, untuk digunakan pada mesin jet CFM56-7B. Hal ini membuktikan bahwa produk mereka layak digunakan pada pesawat komersil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Mahal dan Tak Ramah Lingkungan, Pemerintah Minta Maskapai Tinggalkan Avtur

Sudah Mahal dan Tak Ramah Lingkungan, Pemerintah Minta Maskapai Tinggalkan Avtur

Bisnis | Minggu, 08 September 2024 | 16:30 WIB

Harga Avtur Indonesia Disebut Paling Mahal di Asia Tenggara, Ini Faktanya

Harga Avtur Indonesia Disebut Paling Mahal di Asia Tenggara, Ini Faktanya

Bisnis | Minggu, 08 September 2024 | 13:31 WIB

Data Pertamina: 78% Konsumen Pertalite Selalu Isi Hampir 20 Liter ke Kendaraannya

Data Pertamina: 78% Konsumen Pertalite Selalu Isi Hampir 20 Liter ke Kendaraannya

Bisnis | Rabu, 04 September 2024 | 15:19 WIB

Terkini

Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan

Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan

Jogja | Rabu, 30 September 2026 | 09:11 WIB

Askrindo Siapkan Rp1 Triliun untuk Jamin Proyek Infrastruktur Kalsel

Askrindo Siapkan Rp1 Triliun untuk Jamin Proyek Infrastruktur Kalsel

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:10 WIB

Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah

Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 09:02 WIB

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 09:00 WIB

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 08:59 WIB

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:55 WIB

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:50 WIB

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 08:46 WIB

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:44 WIB

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:41 WIB

×