Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.831

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Liberty Jemadu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
Produsen beras mengalihkan sebagian produksinya ke beras fortifikasi akibat semakin melonjaknya harga gabah. [Antara]
baca 10 detik
  • Harga gabah yang melonjak memicu tekanan biaya produksi beras.
  • Produsen beras mengalihkan sebagian produksinya ke beras fortifikasi guna menghindari batasan harga eceran tertinggi beras medium dan premium.
  • Volume produksi beras fortifikasi masih relatif kecil dan membutuhkan data penjualan pasti untuk mengetahui pengaruhnya terhadap harga nasional.

Suara.com - Sebagian produsen beras mulai mengalihkan sebagian produksinya ke beras fortifikasi di tengah tekanan harga eceran tertinggi (HET) beras medium dan premium akibat tingginya harga gabah.

Pengamat pertanian Khudori mengungkapkan harga gabah di tingkat petani saat ini telah melampaui Rp8.000 per kilogram, jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

Kondisi tersebut membuat biaya produksi beras meningkat, sementara produsen tetap menghadapi batasan HET ketika menjual beras medium dan premium di pasar.

“HET adalah batas yang tidak boleh dilanggar. HET disusun dengan asumsi harga gabah tidak jauh dari HPP. Ketika harga gabah jauh di atas HPP, HET beras bakal terlampaui,” kata Khudori di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Ia mengatakan tekanan tersebut mendorong sebagian produsen mencari ruang usaha melalui produksi beras khusus, termasuk beras fortifikasi yang tidak dikenakan HET seperti beras medium dan premium.

Meski demikian, ia mengatakan produksi beras fortifikasi yang mulai banyak ditemui di ritel modern dalam dua hingga tiga bulan terakhir tidak serta-merta menunjukkan bahwa produsen beralih sepenuhnya dari beras premium.

Beras fortifikasi merupakan salah satu dari sembilan kategori beras khusus berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023. Beras tersebut diperkaya dengan vitamin dan mineral tertentu sehingga memiliki nilai tambah dan harga jual lebih tinggi.

Khudori memperkirakan volume beras fortifikasi masih relatif kecil dibandingkan produksi beras nasional. Untuk itu, menurut dia, diperlukan data mengenai volume produksi dan penjualan untuk memastikan sejauh mana peningkatan beras fortifikasi mempengaruhi harga beras secara keseluruhan.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua penggilingan dan produsen memiliki kemampuan untuk mengalihkan produksi ke beras fortifikasi karena membutuhkan tambahan modal dan memiliki risiko pasar tersendiri.
"Untuk mendapatkan angka pasti berapa sebenarnya volume beras fortifikasi dari total produksi beras nasional, setidaknya dapat ditelusuri dengan melacak transaksi atau penjualan para produsen," katanya.

baca juga

Menurut Khudori, persoalan utama yang perlu diperhatikan adalah tekanan biaya produksi akibat tingginya harga gabah, sementara produsen beras medium dan premium masih dibatasi HET.

Ia menilai kondisi tersebut perlu dievaluasi agar kebijakan harga beras tidak justru mendorong produsen mengurangi produksi beras yang dibutuhkan masyarakat atau keluar dari pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Masih Pelajari Mekanisme Refund untuk Konsumen Beras Fortifikasi

Pemerintah Masih Pelajari Mekanisme Refund untuk Konsumen Beras Fortifikasi

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26 WIB

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg

Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:15 WIB

Harga Gabah Melonjak, Produsen Beras Terhimpit HET dan Bayang-Bayang Satgas Pangan

Harga Gabah Melonjak, Produsen Beras Terhimpit HET dan Bayang-Bayang Satgas Pangan

News | Senin, 27 April 2026 | 17:02 WIB

Terkini

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:15 WIB

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:40 WIB

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:22 WIB

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:07 WIB

×